Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
Bonus Chapter 4


__ADS_3

Satu minggu kemudian, Reno dan Siska serta ketiga anak mereka sudah sampai tempat liburan mereka, yaitu Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Mereka berlima tiba di Bandar Udara Komodo pada pukul satu siang. Mereka akan langsung menuju ke pelabuhan tempat mereka akan menghabiskan waktu tiga hari selama liburan keluarga itu. Reno juga mengajak keluarga kecilnya untuk menginap di sebuah kapal yang sudah ia sewa selama tiga hari dua malam.


" Ini kapal yang akan menjadi tempat tinggal kita selama liburan di sini " ucap Reno menunjukkan sebuah kapal yang cukup besar.


" Nadia jadi gak sabar tinggal di kapal itu " ucap Nadia sangat senang karena ini pengalaman pertamanya akan tinggal di dalam kapal.


Siska pun juga sangat senang karena Reno benar-benar membawanya liburan ke tempat yang sangat ia ingin kunjungi.


" Kamu suka kapalnya, Sayang? " tanya Reno pada Siska.


" Suka, Mas " jawab Siska tersenyum.


Setelah itu mereka pun menaiki kapal itu setelah beberapa orang yang akan menemani mereka di dalam kapal memberitahukan jika mereka sudah bisa masuk. Reno terus memegangi tangan Siska menaiki kapal itu, apalagi mereka masing-masing menggendong Hendra dan Hendri.


" Nadia bisa, Sayang? " tanya Reno pada Nadia.


" Bisa, Ayah " jawab Nadia setelah naik dengan dibantu oleh pemandu wisata.


Reno dan Siska memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu karena mereka merasa cukup lelah berpergian jauh dengan membawa tiga orang anak, apalagi Hendra dan Hendri yang sedang aktif-aktifnya. Terlihat juga kedua jagoan mereka itu sudah mengantuk dan harus tidur.


Nanti saat menjelang petang, mereka akan pergi ke pulau kelelawar untuk melihat ribuan kelelawar keluar dari sarangnya.


***


Saat langit sudah mulai menunjukkan warna jingga, kapal yang dinaiki oleh Reno dan Siska langsung menuju pulau kelelawar. Nadia sangat antusias dan sudah tidak sabar ingin melihat kelelawar yang berterbangan di langit jingga.


" Di sini tempat yang paling pas untuk melihat kelelawar keluar dari sarangnya. Kita tunggu sebentar dan mereka akan segera keluar " ucap pemandu wisata pada Reno dan Siska.


Reno dan Siska pun menunggu di atas kapal untuk melihat kelelawar itu dengan jelas. Hendra dan Hendri juga cukup tenang berada di pangkuan Ayah dan Bundanya.


" Ayah, Bunda, itu kelelawarnya mulai keluar " ucap Nadia saat melihat beberapa kelelawar keluar dari sarangnya.


" Iya Sayang " ucap Siska tersenyum melihat Nadia yang begitu antusias.


Tak lama kemudian, ribuan kelelawar sudah memenuhi langit hingga membuatnya sangat menakjubkan.



" Ciptaan Allah memang sangat indah ya, Mas " ucap Siska sangat mengagumi apa yang dilihatnya sekarang, langit senja dengan kelelawar yang berterbangan di atasnya.

__ADS_1


" Iya Sayang. Mas sangat bersyukur kita diberikan kesempatan untuk melihat ini semua " jawab Reno merangkul pundak Siska.


" Nda, wung " celoteh Hendri menunjuk kelelawar dan mengiranya burung.


" Itu kelelawar, bukan burung Sayang " ucap Siska memberitahu putranya itu.


" War " ucap Hendra yang ternyata mendengar apa yang dikatakan oleh Siska.


" Iya Sayang " jawab Siska tersenyum.


Siska sangat bersyukur karena kedua putranya tumbuh dengan baik dan sangat pintar.


" Ayah, Bunda, kita foto yuk " ajak Nadia yang ingin mengabadikan momen yang cukup langka itu.


Reno dan Siska tersenyum dan menganggukkan kepala mereka.


Keluarga kecil itu mengambil cukup banyak foto untuk menjadikannya kenangan saat liburan mereka telah selesai nanti.


Setelah hari benar-benar gelap, Reno dan Siska segera mengajak ketiga anak mereka masuk ke dalam kapal. Mereka harus melaksanakan sholat magrib dan mereka melakukannya bergantian agar ada yang menjaga Hendra dan Hendri. Dua balita itu tidak bisa dibiarkan begitu saja tanpa pengawasan karena akan pergi keluar dan membuat kekacauan-kekacauan kecil.


" Sekarang kita makan malam ya. Sepertinya makan malam sudah siap " ucap Siska setelah mereka selesai melaksanakan sholat magrib.


Mereka keluar dari kamar yang ada di kapal itu dan benar ternyata makan malam sudah siap.


" Terima kasi, Bu " jawab Siska tersenyum.


Wanita itu menganggukkan kepalanya lalu meninggalkan mereka yang akan makan malam.


Di meja makan sudah ada nasi putih, ikan kerapu bakar, ayam bakar, capcay, sup jagung, sate ikan, dan juga kerupuk. Menu yang benar-benar sangat menggugah selera mereka semua malam hari ini.


" Wah kayaknya enak-enak banget ini makanannya " ucap Siska melihat semua menu makan malam yang sudah tertata di meja.


Siska segera mengambilkan nasi dan laun yang diinginkan oleh Reno lalu memberikannya kepada suaminya itu.


" Nadia mau Bunda ambilkan juga? " tawar Siska pada putri sambungnya itu.


" Enggak, Bunda. Nadia bisa ambil sendiri " tolak Nadia karena tidak ingin merepotkan Siska, apalagi bundanya itu harus menyuapi kedua adiknya.


Nadia pun mengambil makanan yang ia inginkan sendiri.

__ADS_1


Mereka mulai makan malam bersama setelah sebelumnya berdoa terlebih dahulu. Siska dengan telaten menyuapi kedua putranya yang sudah duduk di kursi khusus bayi secara bergantian.


" Enyak " ucap Hendra sambil mengunyah makanan yang baru disuapkan oleh Siska.


Reno dan Siska pun tersenyum karena putra mereka sudah bisa mengatakan apa yang dirasakannya.


" Kalau enak, Hendra sama Hendri harus makan yang banyak. Supaya cepat besar dan jadi anak yang kuat " ucap Reno pada kedua putranya itu.


" Ya ya ya " jawab Hendra dan Hendri bersamaan seolah mengerti apa yang dikatakan oleh ayah mereka itu.


Mereka pun melanjutkan makan malam hingga makanan masing-masing dari mereka habis.


Kemudian Reno dan Siska menyuruh Nadia untuk cepat tidur dan mereka juga segera menidurkan Hendra dan Hendri karena mereka harus bangun sangat pagi besok.


" Selamat malam, anak-anak Bunda " ucap Bunda mengecup kening ketiga anaknya satu per satu.


" Selamat malam, Bunda " balas Nadia lalu memejamkan matanya menyusul kedua adiknya yang sudah terlelap.


Setelah itu Siska menyusul Reno yang sudah ke kamar mereka lebih dulu karena mendapatkan panggilan telepon dari Anto.


" Sudah selesai jawab teleponnya, Mas? " tanya Siska naik ke atas tempat tidur.


" Sudah, Sayang " jawab Siska.


Siska mendekatkan tubuhnya pada suaminya itu dan memposisikannya di dalam pelukannya.


" Makasih ya Mas, udah ajak aku sama anak-anak ke liburan ke sini " ucap Siska pada Reno.


" Iya Sayang " jawab Reno mengecup puncak kepala Siska.


" Kita tidak sekarang. Besok kita harus bangun pagi " ucap Reno.


Siska pun menganggukkan kepalanya.


Reno dan Siska pun mulai memejamkan mata mereka dan beristirahat sebelum besok menikmati liburan mereka kembali.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama, Suamiku Seorang Bodyguard, dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2