
Reno terbangun dari tidurnya saat mendengar suara alarm dari ponselnya. Ia meraih ponselnya dan melihat masih pukul setengah tiga pagi. Reno pun langsung bangkit dari tidurnya untuk segera melaksanakan sholat tahajud. Ia tidak membangunkan Siska karena ia tidak tega saat melihat Siska tidur dengan lelap.
Reno masuk ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Setelah itu ia pun melaksanakan sholat tahajud di kamar.
Kemudian Reno kembali naik ke atas tempat tidur, ia juga merasa tubuhnya sangat lelah dan ingin beristirahat sebentar sebelum waktu subuh tiba.
" Sayang, bangun. Kita sholat subuh dulu yuk " ucap Reno pelan di telinga Siska.
Reno juga baru saja bangun setelah mendengar azan subuh berkumandang di mushola terdekat.
" Capek banget ya, sampai gak bangun-bangun " ucap Reno saat Siska tidak kunjung membuka matanya.
Reno pun mencoba cara lain untuk membangunkan Siska. Reno pun menciumi seluruh wajah Siska dan tidak lupa juga ia mencium bibir Siska cukup lama.
" Egh " lenguh Siska saat merasakan ada bergerak di wajahnya.
Ia juga merasakan bibirnya sedang dibungkam oleh sesuatu. Siska pun langsung membuka matanya. Reno melepaskan bibirnya dari bibir Siska saat Siska membuka matanya.
" Akhirnya kamu bangun juga " ucap Leon tersenyum.
" Emh, emangnya aku susah ya dibangunin? " tanya Siska dengan suara yang serak.
" Iya, Mas cium baru kamu bangun " jawab Reno.
Wajah Siska pun langsung memerah mendengar itu. Ia kembali teringat dengan sesuatu yang menempel di bibirnya tadi.
Reno tersenyum melihat wajah Siska yang memerah karena malu. Di mata Reno, Siska terlihat sangat lucu saat sedang seperti itu.
" Sekarang kita sholat subuh dulu yuk. Setelah itu kamu bisa tidur lagi " ucap Reno pada Siska.
" Iya Mas " jawab Siska.
Siska pun turun dari tempat tidur dengan dibantu oleh Reno. Ia masih merasakan sakit di pangkal pahanya.
Setelah melaksanakan sholat subuh berjamaah, Siska duduk di tepi tempat tidur sambil melipat mukena miliknya.
" Sudah sini biar Mas aja " ucap Reno mengambil alih mukena dari tangan Siska.
" Aku masih bisa sendiri, Mas " ucap Siska.
" Kamu diam aja, Mas juga bisa cuma lipat ini " jawab Reno.
Reno pun meletakan semua peralatan sholat mereka yang sudah ia lipat ke atas nakas lalu ia duduk di samping Siska.
" Aku ke dapur dulu ya, Mas. Aku mau masak buat sarapan " ucap Siska pada Reno.
Siska hendak bangkit dari duduknya tapi Reno mencegahnya. " Kamu di sini aja. Ada Bu Ijah yang masak buat sarapan " cegah Reno.
__ADS_1
" Kamu temenin Mas aja " lanjut Reno.
Siska pun menurut, ia juga merasa tidak nyaman untuk berjalan keluar.
" Sayang " panggil Reno.
" Iya Mas " jawab Siska.
" Makasih ya kamu sudah menjadi istri dan ibu yang baik buat Mas dan Nadia. Mas gak salah menjadikan kamu istri Mas " ucap Reno tulus.
Siska tersenyum. Ia merasa sangat bahagia mendengar itu dari mulut Reno.
" Iya Mas. Aku juga merasa beruntung jadi istri dari kamu " jawab Siska.
Reno juga tersenyum sembari menatap mata Siska. Siska pun begitu, mereka seperti terhipnotis dengan tatapan masing-masing. Lama-kelamaan Reno semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Siska dan terjadi lagi apa yang semalam terjadi antara mereka berdua.
***
Beberapa saat kemudian, Reno sedang membantu Siska untuk mengeringkan rambutnya di atas tempat tidur. Siska benar-benar sudah tidak memiliki tenaga lagi hanya untuk mengeringkan rambutnya. Ia sangat-sangat lelah setelah Reno menggempurnya kembali pagi ini.
" Maaf ya Sayang, Mas gak bisa menahannya " ucap Reno pada Siska.
" Hmm " jawab Siska.
Siska tidak memiliki tenaga lagi sekedar untuk menjawab ucapan Siska.
Reno keluar dari kamar dan menuju dapur untuk mengambil sarapan. Ia melihat Bu Ijah sedang menata makanan di atas meja makan.
" Bu, tolong siapkan sarapan untuk saya dan Dek Siska ya. Kami akan sarapan di kamar " ucap Reno pada Bu Ijah.
" Baik Tuan " jawab Bu Ijah.
Bu Ijah pun segera menyiapkan apa yang Reno minta.
Sambil menunggu Bu Ijah menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Siska, Reno pun duduk di kursi meja makan.
" Kak Siska mana, Bang? " tanya Arisa yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya.
Arisa merasa heran tidak melihat keberadaan Siska, biasanya kakak iparnya itu sudah sibuk untuk menyiapkan sarapan. Arisa pun duduk di sebelah Reno.
" Dek Siska di kamar " jawab Reno.
" Loh tumben, biasanya Kak Siska pagi-pagi sibuk siapin sarapan " ucap Arisa karena kakak iparnya itu pasti sudah sibuk di dapur.
" Dek Siska kecapekan jadi Abang minta dia buat di kamar aja " jawab Reno.
" Kecapekan? Emang Kak Siska habis ngapain sampai kecapekan? " tanya Arisa heran.
__ADS_1
Reno terdiam, ia bingung harus menjawab apa. Tidak mungkin ia mengatakan jika Siska kecapekan karena melayaninya.
" Ini, Tuan " ucap Bu Ijah dengan membawa sebuah nampan.
Reno merasa beruntung dengan kedatangan Bu Ijah sehingga ia tidak harus menjawab pertanyaan Arisa.
" Ah iya makasih, Bu " ucap Reno mengambil alih nampan itu.
" Kamu sarapan sendiri dulu. Abang mau temenin Dek Siska sarapan di kamar " ucap Reno pada Arisa.
" Iya Bang " jawab Arisa.
Setelah itu Reno pun langsung pergi menuju kamar dan Siska. Ia melihat Siska yang berbaring sambil memejamkan matanya.
" Sayang, sarapan dulu yuk " ucap Reno setelah duduk di tepi tempat tidur.
" Iya Mas " jawab Siska setelah membuka matanya.
Reno meletakkan nampan berisi makanan itu di atas nakas lalu membantu Siska untuk bersandar di sandaran tempat tidur.
" Biar aku suapin ya " ucap Reno mengambil piring di atas nampan.
Siska pun menganggukkan kepalanya.
Reno dengan telaten menyuapi Siska makan dan memastikan Siska memakan habis sarapannya.
" Mas gak sarapan? " tanya Siska pada Reno.
" Mas bakal sarapan kalau makanan kamu sudah habis " jawab Reno.
Setelah makanan Siska habis, Reno memberikan segelas air putih pada Siska.
" Sekarang Mas sarapan " ucap Siska meletakkan gelas itu di atas nakas.
" Iya Sayang " jawab Reno.
" Kamu duduk dulu biar makanan kamu turun dulu setelah itu baru tidur lagi " ucap Reno dan Siska menganggukkan kepalanya.
Reno mengambil piring yang berisi sarapan untuknya dan membawanya ke sofa yang ada di kamar. Ia akan memakannya di sana agar tidak mengganggu Siska yang akan beristirahat.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1