Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
79. Bau Badan


__ADS_3

Reno dan Siska sampai apartemen mereka hampir malam. Mereka pun langsung segera membersihkan diri sebelum hari benar-benar berganti malam.


" Kamu mandi duluan aja, Mas. Aku siapin baju kamu dulu " ucap Siska pada Reno saat mereka memasuki kamar.


Reno pun menurut apa kata istrinya itu. " Iya Sayang " jawab Reno.


Reno menerima handuk bersih yang baru saja diberikan oleh Siska lalu masuk ke kamar mandi.


Setelah Reno masuk ke dalam kamar mandi, Siska menyiapkan pakaian ganti untuk Reno sekaligus juga untuk dirinya lalu meletakkannya di atas tempat tidur.


Siska memilih untuk duduk di tepi tempat tidur selagi menunggu Reno selesai mandi. Siska memijat lehernya yang terasa pegal. Entah mengapa akhir-akhir ini ia merasa cepat sekali lelah, padahal sebelumnya ia sanggup mengelilingi satu tempat seharian penuh. Sedangkan beberapa hari ini ia keluar dan berjalan-jalan beberapa jam saja sudah merasa sangat lelah. Ia juga merasa jika akhir-akhir ini ia mudah sekali tertidur dan mudah lapar, porsinya makannya bahkan bertambah dua kali lipat belum termasuk cemilan.


" Aku kenapa ya akhir-akhir ini gampang banget capek. Apa jangan-jangan aku mau datang bulan? Bulan ini kan aku belum dapet " ucap Siska pada dirinya sendiri.


Siska juga baru mengingat jika ia belum kedatangan periode bulanannya pada bulan ini sehingga ia berpikir itu yang menyebabkan tubuhnya terasa mudah sekali lelah.


Beberapa saat berlalu, Reno sudah keluar dari kamar mandi dan mendekati tempat tidur untuk mengambil pakaian gantinya. Tapi semakin Reno mendekat, Siska mencium sesuatu yang sangat mengganggu indra penciumannya dan membuatnya mual. Saat Reno berdiri di sampingnya bau itu semakin kuat. Siska pun langsung menjepit hidungnya dengan kedua jarinya.


" Kamu pakai sabun apa sih, Mas? Baunya gak enak banget " ucap Siska menahan agar tidak mual.


" Sabun yang biasa kita pakai, yang ada di kamar mandi " jawab Reno.


" Tapi bau banget, Mas " ucap Siska masih menutup hidungnya.


Reno pun menjadi bingung karena ia merasa sabun yang ia pakai itu beraroma wangi dan tidak bau seperti yang Siska katakan. Reno mencoba untuk mencium aroma tubuhnya tapi memang hanya tercium wangi dari sabun yang ia pakai.


" Enggak ah, ini wangi Sayang " ucap Reno setelah mencium kedua ketiaknya.


Mendengar Reno yang mengatakannya wangi, Siska pun melepas jepitan jari di hidungnya. Mungkin saja ia yang salah mencium bau sesuatu. Tapi saat ia membuka hidungnya bau itu semakin parah. Siska pun merasa perutnya bergejolak hebat dan isinya terasa hendak keluar.


Siska langsung berlari ke kamar mandi karena ia merasa sudah tidak tahan lagi. Reno yang merasa bingung melihat itu langsung menyusul Siska. Siska berdiri di depan wastafel dan memuntahkan isi perutnya di sana.


" Huek, huek, huek " Siska benar-benar mengeluarkan semua isi perutnya hingga tubuhnya terasa lemas.


" Sayang, kamu kenapa? " tanya Reno panik melihat Siska yang muntah-muntah.


Reno membantu Siska untuk memijat tengkuknya tapi malah itu semakin membuat Siska bertambah mual.

__ADS_1


" Mas, jangan dekat-dekat aku. Kamu bau dan buat aku tambah mual " bentak Siska karena ia benar-benar tidak tahan dengan bau dari tubuh Reno.


Reno terkejut dengan bentakan Siska karena biasanya Siska selalu berkata lembut kepadanya. Reno pun berhenti memijat tengkuk leher Siska.


" Maaf Mas bukan maksud aku buat bentak kamu, tapi deket-deket sama kamu buat aku tambah mual " ucap Siska pada Reno.


" Iya gak papa, Sayang " jawab Reno.


" Sekarang tolong kamu jauhan dikit ya dari aku " pinta Siska dengan tatapan memohon pada Reno.


Karena tidak ingin Siska bertambah mual, akhirnya Reno sedikit menjauh dan berdiri di depan pintu kamar mandi. Ia tidak tega meninggalkan Siska yang terlihat sangat lemas. Ia takut Siska terjatuh dan terjadi sesuatu.


Setelah melihat Reno menjauh, Siska mengambil sabun yang biasa ia dan Reno pakai dan menciumnya. Ia tidak mencium bau yang seperti tadi ia cium, malah wangi yang bari saja ia cium dari sabun itu.


" Kayaknya bukan sabunnya deh tapi badan kamu yang bau banget, Mas " ucap Siska meletakkan sabun itu kembali pada tempatnya.


" Hah? " Reno hanya menatap Siska tidak percaya.


Bau badannya tentu saja sama dengan sabun itu karena ia baru saja memakainya.


Tapi baru satu langkah, Siska sudah menyuruhnya untuk berhenti.


" Stop, jangan deket-deket. Aku mual lagi " ucap Siska dengan menutup hidung dan mulutnya.


Reno hanya memasang wajah cengo karena ia masih bingung dengan apa yang terjadi. Tiba-tiba saja Siska mengatakan tubuhnya bau dan mual saat berada di dekatnya.


" Sekarang kamu keluar deh, aku mau mandi " usir Siska pada Reno yang masih berdiri di depan pintu.


Reno pun akhirnya keluar dari kamar mandi dan berharap indra penciuman Siska akan kembali normal setelah mandi.


" Sumpah, badan Mas Reno bau banget padahal dia kan baru aja mandi " ucap Siska menutup pintu kamar mandi.


Kemudian Siska menyalakan shower dan mengguyur sekujur tubuhnya dengan air agar ia merasa lebih segar.


***


Hingga saat malam hari, Siska masih saja merasa tubuh Reno sangat bau. Reno bahkan sudah mandi lagi sebanyak dua kali tetap saja Siska merasa tubuh Reno sangat bau. Seperti saat makan malam, Reno mencoba untuk mendekati Siska tapi Siska menjadi mual. Karena itu Siska memilih untuk makan malam di ruang tamu meninggalkan Reno yang makan malam sendirian di meja makan.

__ADS_1


Sekarang, Siska sedang duduk di sofa dan memainkan ponselnya. Sedangkan Reno yang berada di atas tempat tidur hanya bisa menghela napasnya karena Siska masih belum mau berdekatan dengan dirinya.


" Sayang, ayo naik ke tempat tidur. Ini sudah malam dan kamu harus istirahat " ucap Reno pada Siska.


" Gak mau, aku mau tidur di sofa aja. Malam ini aku gak mau tidur sama kamu, badan kamu masih bau banget " tolak Siska.


" Ya ampun, Sayang. Mas sudah mandi tiga kali loh, masa masih bau badan sih " ucap Reno frustasi.


Ia yang sudah terbiasa tidur berpelukan dengan Siska tidak akan bisa tidur jika tidak memeluk Siska.


" Tapi badan kamu itu bau, Mas. Hidung kamu itu rusak gak bisa cium bau badan sendiri " ucap Siska kesal.


" Hidung kamu itu yang rusak, Dek Siska " gerutu Reno tapi hanya di dalam hati.


Reno mencoba untuk bersabar menghadapi Siska yang mengatai hidungnya rusak, padahal yang rusak adalah hidung Siska sendiri.


" Astaghfirullahalazim " gumam Reno mengusap dadanya.


Reno pun menghela napasnya panjang. " Ya sudah, kalau kamu gak mau tidur sama Mas. Biar Mas tidur di sofa, kamu di tempat tidur " ucap Reno mengalah.


" Tapi Mas turun dulu " ucap Siska yang tidak mau mendekati tempat tidur jika Reno masih di sana.


Reno turun dari tempat tidur dan mendekati sofa yang ada Siska di sana. Siska pun langsung berlari dan naik ke atas tempat tidur demi menghindari Reno. Siska merebahkan tubuhnya lalu menutup dengan selimut sebatas dada.


" Selamat tidur, Mas " ucap Siska bersiap untuk tidur.


" Selamat tidur, Sayang " balas Reno.


Siska pun langsung memiringkan tubuhnya membelakangi Reno dan tidak lama kemudian ia pun tertidur dengan sangat lelap. Sedangkan Reno lagi-lagi hanya bisa menghela napasnya panjang karena ia harus tidur di sofa dan tanpa memeluk istri kecilnya itu.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2