Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
37. Menyingkirkan Semua Kenangan


__ADS_3

Reno masuk ke dalam kamarnya lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia masih memikirkan sikap Siska yang tiba-tiba saja berubah padahal tadi pagi mereka baik-baik saja.


" Dek Siska itu kenapa? " ucap Reno heran.


Kemudian Reno melihat foto pernikahan dirinya bersama Anisa yang masih tergantung di kamar itu.


" Astaghfirullah, kenapa aku bisa lupa simpan semua foto ini. Pasti sikap Dek Siska berubah gara-gara ini. Ya Allah kenapa aku bisa lupa " ucap Reno baru menyadari apa yang menjadi penyebab perubahan sikap istrinya.


Reno benar-benar lupa untuk menyingkirkan semua kenangannya bersama Anisa karena terlalu sibuk mengurus persiapan pernikahan dan juga pekerjaan di kantor. Ia juga tidak pernah mengizinkan siapapun masuk ke kamarnya tanpa ada dirinya di sana.


Reno langsung bangkit dari tempat tidurnya dan menurunkan foto pernikahannya dengan Anisa.


" Lagi-lagi aku menyakiti hati Dek Siska " ucap Reno mengusap wajahnya kasar.


Reno juga baru menyadari jika koper dan barang-barang Siska tidak ada di kamarnya.


" Aku harus jelasin semua besok ke Dek Siska dan minta maaf " ucap Reno karena ia tidak ingin terjadi salah paham diantara mereka.


Setelah itu Reno keluar dari kamarnya untuk mengambil beberapa kotak kardus lalu kembali lagi. Reno memasukkan semua foto-foto dan kenangannya bersama dengan Anisa ke dalam kardus-kardus itu. Ia harus menyingkirkan semua kenangan itu agar ia bisa tenang memulai hubungan baru dengan Siska. Reno juga memasukkan semua pakaian milik Anisa yang masih tersimpan rapi hingga tidak ada satu pun barang yang tersisa.


Hingga tiga jam kemudian, Reno baru menyelesaikan memasukkan barang-barang kenangan Anisa ke dalam kardus dan membawanya ke sebuah ruangan tempat ia menyimpan barang-barang lama.


" Aku minta maaf Anisa tapi ini demi hubungan yang baru aku bangun dengan Dek Siska " ucap Reno lalu keluar dari ruangan itu.


Saat melewati dapur, Reno melihat Bu Ijah sedang minum.


" Loh, Tuan kenapa malam-malam berada di sini? " tanya Bu Ijah sedikit terkejut.


" Saya baru saja membereskannya barang-barang di kamar saya, Bu " jawab Reno.


" Oh iya Bu, Bu Ijah tahu dimana Dek Siska menaruh barang-barang miliknya? " tanya Reno pada Bu Ijah.


" Nyonya Siska membawa semua barang-barangnya ke kamar tamu di bawah, Tuan. Nyonya Siska bilang bahwa dia tidak nyaman di kamar Tuan dan akan membicarakannya dengan Tuan " jawab Bu Ijah.


Perasaan bersalah pada Siska pun semakin menjalar di hati Reno. Ia sangat-sangat menyesal bisa sampai lupa menyingkirkan barang-barang kenangan Anisa.


" Ya sudah Bu, makasih " ucap Reno pada Bu Ijah.

__ADS_1


" Iya Tuan " jawab Bu Ijah.


Reno pergi ke kamarnya untuk melaksanakan sholat tahajud karena ini sudah pukul tiga malam lalu dilanjutkan dengan membaca Al-Qur'an untuk menunggu waktu subuh.


" Ya Allah, tolong bukakanlah hati Dek Siska untuk memaafkan hamba karena hamba yang tanpa hamba sadari sudah sangat melukai hatinya " ucap Reno dalam doanya.


Setelah melaksanakan sholat subuh, Reno merasa matanya begitu berat untuk terbuka. Ia merasa sangat mengantuk karena semalaman ini ia tidak tidur. Akhirnya Reno pun merebahkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya.


Siska keluar dari kamar Nadia untuk sholat subuh berjamaah tapi mereka hanya sholat berjamaah hanya bertiga karena Reno tidak datang ke mushola.


" Mungkin Ayah kecapekan jadi gak sholat berjamaah " ucap Nadia saat keluar dari mushola.


" Iya mungkin aja, Sayang " jawab Siska.


Kemudian Siska pergi ke dapur untuk memasak sarapan bersama dengan Bu Ijah.


***


Hari sudah terlihat sangat terang berkat cahaya matahari. Mereka semua sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama kecuali Reno.


" Biar Bunda panggil ayah kamu " ucap Siska.


Siska pun langsung beranjak pergi ke kamar Reno. Siska menarik napasnya panjang lalu menghembuskannya saat berada di depan pintu kamar Reno. Ia harus menyiapkan hati jika harus melihat foto mesra Reno dan Anisa di kamar itu.


Tok tok tok.


Siska mengetuk pintu kamar itu.


" Mas Reno, ayo cepat keluar dan sarapan " ucap Siska di depan pintu kamar Reno.


Hingga beberapa kali Siska mengetuk pintu dan memanggilnya tapi Reno tidak juga membukakan pintu kamarnya. Akhirnya Siska pun memutuskan untuk masuk saja ke kamar Reno. Kebetulan kamar itu tidak dikunci oleh Reno.


Ceklek.


Siska membuka pintu kamar itu lalu masuk. Ia cukup terkejut saat melihat semua foto di kamar itu sudah tidak ada satu pun.


" Kemana semua foto itu? Apa Mas Reno yang menyingkirkan semua foto itu? " ucap Siska bertanya-tanya dalam hati.

__ADS_1


Kemudian Siska beralih pada Reno yang sedang tertidur di atas tempat tidur dengan wajah yang terlihat sangat lelah. Siska mendekat ke arah Reno untuk membangunkannya karena mereka harus segera sarapan dan Reno juga sudah mulai masuk ke kantor setelah sebelumnya sudah cuti selama satu minggu.


" Mas Reno, ayo bangun " ucap Siska menggoyangkan lengan Reno.


Reno pun membuka matanya dan bangkit dari posisi tidurnya.


" Mas, cepat lah bersiap. Nadia dan Arisa sudah menunggu Mas untuk sarapan. Mas juga sudah mulai masuk kantor hari ini " ucap Siska datar.


Saat Siska berbalik dan akan keluar dari kamar itu tiba-tiba saja Reno memeluknya dari belakang. Siska sangat terkejut mendapatkan pelukan dari Reno.


" Aku minta maaf sama kamu. Lagi-lagi tanpa aku sadari aku sudah menyakiti hati kamu " ucap Reno merasa sangat bersalah.


" Sudah lah, Mas. Aku juga seharusnya sudah tau dari awal kalau kamu sangat mencintai Mbak Anisa dan gak bakal bisa mencintai aku " ucap Siska mencoba melepaskan diri dari pelukan Reno tapi Reno semakin mempererat pelukannya.


" Enggak, Dek Siska. Aku juga mencintai kamu. Aku benar-benar lupa untuk menyingkirkan semua itu karena terlalu sibuk untuk mengurus pernikahan kita dan pekerjaan aku di kantor. Aku benar-benar minta maaf " jawab Reno.


Siska menangis menumpahkan air matanya dan Reno menyadari itu. Reno membalik tubuhnya Siska sehingga Siska menghadap dirinya.


" Aku mohon jangan menangis. Hatiku sakit melihat air mata kamu " ucap Reno menghapus air mata Siska.


Reno mencium kening Siska dengan lembut dan cukup lama lalu memeluk tubuh Siska.


" Aku minta maaf ya, Sayang. Aku sudah menyingkirkan semua itu dan aku mohon kamu mau tinggal di kamar ini sama aku " ucap Reno setelah melepaskan pelukannya.


" Maaf Mas, kasih aku waktu dua atau tiga hari untuk memutuskan tinggal di kamar ini sama kamu atau gak. Jujur hatiku sangat sakit melihat semua kenangan indah kamu sama Mbak Anisa. Untuk itu selama aku belum memutuskan izinkan aku tinggal di kamar lain dan tidur terpisah sama kamu " jawab Siska menghapus sisa-sisa air matanya.


" Cepat lah keluar. Nadia dari tadi mencari kamu " ucap Siska pada Reno.


Setelah itu Siska pun langsung keluar dari kamar itu dan menuju meja makan.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2