
Reno menatap istrinya yang sedang memakan makanan yang berikan oleh seorang perawat. Kata Dokter Sinta, Siska sudah bisa memakan sesuatu. Beberapa alat kesehatan yang menempel di tubuhnya juga sudah dilepaskan oleh Dokter Sinta sedari tadi. Reno terus saja tersenyum menatap istrinya, rasanya sangat bahagia melihat istrinya kembali sadar dan bisa lahap makan.
" Mas, kenapa lihatin aku terus? Aku kelihatan jelek ya? " tanya Siska menghentikan kegiatan makannya yang hampir selesai karena menyadari jika suaminya itu terus menatapnya.
" Enggak, Sayang. Kamu adalah perempuan yang sangat cantik, bahkan bidadari aja kalah cantiknya sama istri Mas ini " ucap Reno mengusap rambut panjang Siska yang tidak tertutup hijab karena hanya mereka berdua yang ada di ruangan itu.
Daddy Smith dan Mommy Amelia pulang untuk membawa kedua cucu mereka setelah tadi disusui oleh Siska. Siska sebenarnya tidak rela jika harus terpisah dengan kedua putranya tapi itu juga demi kebaikan mereka.
" Aku cuma gak sadar selama satu minggu tapi kamu kok jadi pinter gombal gini sih, Mas " ucap Siska tersenyum.
Reno memang sering memujinya cantik tapi tidak sampai menggombal seperti itu.
" Mas gak gombal, Sayang. Tapi memang itu kenyataan " jawab Reno.
Kemudian Reno meraih kedua tangan Siska dan menggenggamnya lalu menciumnya cukup lama.
" Maafkan Mas ya Sayang. Ini semua terjadi karena Mas dan kamu harus kehilangan rahim kamu. Mas benar-benar minta maaf " ucap Reno yang benar-benar merasa bersalah.
Siska tersenyum lalu mengusap lembut pipi Reno. " Sudahlah, Mas. Kita lupakan itu semua dan sekarang kita fokus untuk membesarkan anak-anak kita. Itu memang sudah resiko yang dijelaskan Dokter Sinta saat aku memutuskan untuk mempertahankan kedua anak kita. Aku bahagia dan aku sudah merasa cukup dengan mereka berdua dan Nadia. Aku tidak masalah jika tidak bisa memiliki anak lagi. Aku mohon kamu jangan merasa bersalah lagi " jawab Siska.
__ADS_1
Reno pun langsung memeluk Siska karena ia merasa bangga dan sangat berterima kasih karena mengorbankan besar Siska untuk melahirkan kedua putranya.
" Terima kasih, Sayang. Tidak pernah Mas bosan untuk mengatakan kalau Mas sangat mencintai kamu " ucap Reno pada Arisa.
" Iya Mas. Aku juga sangat mencintaimu kamu " balas Siska mengusap punggung Reno.
Walaupun Siska merasa sedih karena harus kehilangan rahimnya, tapi itu tidak sebanding dengan kebahagiaan yang ia dapatkan dengan kedua putranya yang lahir dengan selamat.
" Terus Nadia gimana, Mas? " tanya Siska karena ia belum bertemu dengan putri sambungnya itu setelah ia sadar.
" Nadia baik-baik aja. Beberapa kali dia datang dan sekarang Nadia juga tinggal di rumah Daddy dan Mommy sampai kamu diperbolehkan pulang " jawab Reno.
Nadia baru saja mengikuti sebuah lomba melukis dan memenangkan. Nadia sangat menginginkan Reno dan Siska bisa menemaninya, tetapi keadaannya tidak memungkinkan.
" Nadia pasti sangat sedih, Mas. Aku sudah janji menemaninya lomba melukis dan memberikan semangat. Ibu seperti apa aku ini gak ada di saat yang penting buat Nadia, aku ini ibu yang buruk " ucap Siska yang merasa bersalah tidak bisa menepati janjinya pada Nadia.
" Jangan bilang seperti itu, Sayang. Kamu adalah ibu yang terbaik untuk Nadia dan kedua putra kita " ucap Reno karena menurutnya Siska sudah menjadi ibu yang baik.
Ya, Siska adalah ibu yang sangat baik di mata Reno seperti Anisa dulu. Siska rela mengorbankan semuanya demi anak-anaknya, bahkan merelakan rahimnya diangkat karena robekan sangat melahirkan. Bisa dibayangkan sesakit apakah itu? Sakit melahirkan saja sudah sangat menyaksikan dan harus ditambah dengan komplikasi.
__ADS_1
Siska juga merupakan sosok ibu sambung yang sangat baik untuk Nadia. Ia sangat menyayangi Nadia meski bukan anak kandungnya sendiri di usianya yang masih sangat muda. Siska merawat dan mengurus dengan begitu tulus.
" Jadi jangan pernah bilang seperti itu lagi ya, Sayang " ucap Reno pada Siska.
Siska pun menganggukkan kepalanya.
" Tolong bimbing aku menjadi istri dan ibu yang lebih baik lagi untuk kamu dan anak-anak kita, Mas " ucap Siska.
" Iya Sayang " jawab Reno tersenyum.
Setelah itu Reno meminta Siska meminum obat yang diberikan oleh perawat dan beristirahat.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1