Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
59. Mengobatinya


__ADS_3

Siska akan beristirahat seharian ini untuk memulihkan tenaganya kembali. Beruntung ia tidak memiliki jadwal mata kuliah hari itu sehingga ia bisa beristirahat dengan tenang.


" Mas gak ke kantor? " tanya Siska pada Reno.


Sudah hampir pukul delapan pagi tapi Reno belum berangkat ke kantor dan sekarang ikut bergabung di atas tempat tidur.


" Enggak, Mas sengaja libur hari ini. Lagi pula gak ada meeting penting. Mas mau temenin kamu seharian ini " jawab Reno menarik Siska ke dalam pelukannya.


Siska merasa was-was karena takut Reno akan menggempurnya lagi jika berdekatan seperti ini. Apalagi tubuhnya masih terasa sangat lelah.


" Mas jangan dekat-dekat, aku gak mau keramas lagi " ucap Siska berusaha pelepasan pelukan Reno.


" Kali ini Mas bakal tahan. Jadi kamu istirahat aja dengan tenang " ucap Reno mempererat pelukannya.


Siska pun akhirnya percaya. Ia juga merasa sangat nyaman tidur dengan dipeluk oleh Reno.


***


Satu jam kemudian, Reno terbangun dari tidurnya. Ia yang awalnya hanya ingin menemani Siska pun juga ikut tertidur.


" Sekarang mending aku ke apotek dulu beli salep buat Dek Siska " ucap Reno selagi Siska masih tidur.


Reno menarik tangannya yang Siska gunakan untuk bantal dengan pelan agar Siska tidak terbangun dari tidurnya. Reno segera membasuh wajahnya lalu bersiap-siap untuk pergi.


" Mas pergi dulu " ucap Reno mencium kening Siska.


Setelah itu Reno pun langsung keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah.


" Bu, nanti kalau Dek Siska bangun dan mencari saya, bilang aja saya keluar sebentar " pesan Reno pada Bu Ijah yang sedang mengepel ruang tamu.


" Baik, Tuan " jawab Bu Ijah.


Reno keluar dari rumah dan menuju garasi. Reno masuk ke dalam mobil lalu melajukannya meninggalkan rumah untuk menuju apotek.


Sesampainya di sebuah apotek, Reno langsung turun dan masuk ke sana.


" Mbak, saya mau cari salep buat bengkak akibat luka gesekan " ucap Reno pada seorang apoteker yang ada di sana.


Reno bingung harus menyebutnya bagaimana sehingga ia pun mengatakan itu.


Apoteker itu pun tersenyum seolah mengerti apa yang dimaksud oleh Reno karena memang cukup banyak yang menyebutnya seperti itu.


" Baik Mas, tunggu sebentar " jawab apoteker itu.


Reno pun menunggu apoteker itu mengambil apa yang ia cari.


" Ini Mas " ucap apoteker itu memberikan salep itu.


" Berapa, Mbak? " tanya Reno pada apoteker itu.

__ADS_1


" Tujuh puluh lima ribu, Mas " jawab apoteker itu.


Reno pun langsung membayarnya dan pergi dari apotek itu. Ia ingin segera pulang agar saat Siska terbangun ia sudah berada di rumah.


***


Sementara itu, Siska terbangun dari tidurnya tapi ia tidak menemukan Reno di sampingnya.


" Mas Reno kemana? " gumam Siska.


Siska merasa sangat haus tapi air yang ada di teko di atas nakas sudah habis. Siska pun memutuskan untuk turun ke dapur walaupun ia masih cukup susah untuk berjalan.


" Aduh, kapan sih ini sembuhnya? " ucap Siska berhenti sebentar di pertengahan tangga.


Ia menghentikan langkahnya karena merasakan pangkal pahanya sangat sakit. Bertepatan dengan itu, Reno baru saja sampai rumah dan melihat Siska yang terduduk di tengah tangga. Reno pun panik dan khawatir terjadi sesuatu pada Siska.


" Assalamualaikum " ucap Reno saat memasuki rumah.


" Astaghfirullah, Dek Siska " ucap Reno panik.


Reno pun langsung berlari untuk menghampiri Siska yang sedang duduk di tengah tangga.


" Kamu kenapa, Sayang? Kamu kenapa bisa ada di sini? " tanya Reno khawatir.


" Aku gak papa Mas, cuma ini masih sakit buat jalan " jawab Siska meringis menahan sakit.


" Terus kamu kenapa di tengah tangga seperti ini? " tanya Reno pada Siska.


" Astaghfirullah Sayang, kamu kan bisa minta tolong Bu Ijah kalau kamu masih sakit " ucap Reno karena Siska masih bisa minta tolong.


" Aku gak mau ganggu Bu Ijah yang lagi ngerjain yang lain, Mas " jawab Siska.


" Ya sudah sekarang kamu ke kamar aja. Biar aku yang ambil air putih " ucap Reno pada Siska.


Siska hanya bisa menurut karena ia tidak sanggup lagi untuk berjalan.


Reno mengambil alih teko di tangan Siska lalu meletakkannya di pinggir tangga. Ia menggendong Siska untuk kembali ke kamar mereka.


" Kamu tunggu dulu " ucap Reno setelah merebahkan tubuh Siska di atas tempat tidur.


Reno kembali keluar dari kamar untuk mengambil air putih untuk Siska.


" Ini " ucap Reno memberikan segelas air putih pada Siska.


" Makasih, Mas " ucap Siska menerima gelas dari Reno.


Siska meminum air itu hingga tersisa hanya setengahnya.


" Kalau kamu butuh apa-apa, kamu bilang sama Mas ya. Mas gak mau kamu kesakitan " ucap Reno pada Siska.

__ADS_1


" Iya Mas " jawab Siska.


" Ini sakit juga karena kamu yang semangat banget gempur aku Mas " ucap Siska dalam hati.


Reno mengambil salep yang ia beli dari dalam kantong jaketnya.


" Sekarang kamu buka celana kamu " ucap Reno pada Siska.


Siska terkejut mendengar itu. Untuk apa Reno memintanya membuka celananya. Siska berpikir Reno ingin menggempurnya kembali.


" Buka celana? " tanya Siska memastikan.


Ia menatap Reno dengan penuh waspada.


" Tenang aja, Mas gak bakal sentuh kamu dulu. Mas cuma mau obatin itu kamu biar gak bengkak dan sakit lagi " ucap Reno menjelaskan.


" Biar aku obatin sendiri, Mas " ucap Siska setelah mendengar ucapan Reno.


" Kamu pasti kesusahan nanti. Biar Mas aja " jawab Reno.


Reno membantu Siska untuk melepaskan celananya. Mau tidak mau Siska pun menurut dengan menahan malu.


" Sakit? " tanya Reno saat mengoleskan salep di bagian ini Siska.


Siska menganggukkan kepalanya sambil menahan rasa perih di bagian intinya.


" Tahan ya " ucap Reno.


Reno mengoleskan salep itu hingga selesai dengan sesekali meniupnya sehingga membuat tubuh Siska meremang.


" Sudah " ucap Reno setelah selesai.


Reno membantu Siska untuk memakai celana kembali. Siska hanya mengalihkan wajahnya tidak ingin bertatap dengan Reno karena ia merasa sangat malu.


" Kamu gak perlu malu. Aku ini suami kamu " ucap Reno pada Siska.


" Iya Mas " jawab Siska masih dengan walah yang memerah.


Siska berusaha membuang rasa malunya, lagi pula yang melihatnya adalah suaminya sendiri.


" Kamu tadi dari mana, Mas? " tanya Siska.


" Dari apotek beli salep buat kamu " jawab Reno.


Setelah itu Reno beranjak pergi ke kamar mandi untuk mencuci tangannya.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2