
Hari sudah beranjak siang. Siska sudah menyelesaikan semua mata kuliah yang ia ikuti pada hari itu. Siska segera memesan taksi online untuk pulang dan menunggunya di depan kampus. Siska juga memberikan kabar pada Reno jika dirinya sedang di perjalanan pulang.
Tak butuh waktu lama, taksi online yang dipesan oleh Siska pun sudah datang. Siska langsung naik ke dalam taksi online itu.
" Sesuai di aplikasi ya, Pak " ucap Siska pada supir taksi online itu.
" Baik, Mbak " jawab supir taksi itu.
Taksi online itu pun mulai bergerak meninggalkan area kampus.
***
Empat puluh lima menit kemudian, Siska baru saja sampai di rumah karena ia sempat terjebak macet selama perjalanan. Setelah turun dari taksi online, Siska langsung masuk ke dalam rumah.
" Assalamualaikum " ucap Siska memasuki rumah.
" Walaikumsalam " jawab Reno dan Nadia yang sudah sampai rumah lebih dulu.
Siska menghampiri Reno dan mencium tangannya.
" Mas sama Nadia kok belum makan siang? " tanya Siska saat melihat makanan masih utuh di meja makan.
" Kita nungguin kamu biar bisa makan siang bareng " jawab Reno tersenyum.
Siska menjadi merasa bersalah karena menunggunya, Reno dan Nadia belum makan siang.
" Maaf ya, tadi sempat macem di jalan. Mas sama Nadia seharusnya makan siang duluan, gak perlu nunggu aku " ucap Siska pada suami dan putrinya.
" Gak papa, Sayang " jawab Reno.
" Ya sudah, kalau gitu aku bersih-bersih dulu terus sholat dzuhur. Aku gak akan lama " ucap Siska dan Reno menganggukkan kepalanya.
Kemudian Siska menaiki tangga untuk menuju kamarnya dan Reno. Siska langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Ia tidak ingin membuat Reno dan Nadia menunggu lebih lama lagi.
Setelah selesai mandi dan melaksanakan sholat dzuhur, Siska langsung turun. Ia menghampiri Reno dan Nadia yang sudah berada di meja makan.
" Arisa mana, Mas? " tanya Siska saat tidak melihat keberadaan adik iparnya.
" Arisa pergi ke rumah temennya, katanya mau mempersiapkan berkas-berkas buat daftar kampus " jawab Reno.
Siska pun hanya menganggukkan kepalanya lalu duduk di tengah-tengah Reno dan Nadia.
__ADS_1
Mereka pun mulai makan siang bersama. Siska mengambilkan nasi dan lauk untuk Reno dan Nadia.
" Nadia mau lauk yang mana? " tanya Siska pada Nadia.
" Nadia mau sama sayur sop terus ayam goreng " jawab Nadia.
Siska segera mengambil lauk yang disebut oleh Nadia lalu memberikannya pada Nadia.
" Terima kasih, Bunda " ucap Nadia.
" Iya sayang " jawab Siska.
Mereka makan siang bersama dengan tenang. Nadia juga memakan makan siangnya dengan sangat lahap.
Selesai makan siang, Reno dan Nadia pergi ke ruang keluarga. Sedangkan Siska membantu Bu Ijah untuk membereskan meja makan dan setelah selesai Siska menyusul Reno dan Nadia.
" Gimana sekolahnya, Sayang? " tanya Siska pada Nadia.
" Seru Bunda, sekolahnya bagus dan aku suka banget. Aku juga sudah punya beberapa temen " jawab Nadia dengan wajah yang ceria.
" Syukurlah kalau gitu. Bunda seneng dengernya " ucap Siska tersenyum.
" Sekarang Nadia tidur siang dulu, Nadia pasti capek " lanjut Siska menyuruh Nadia untuk tidur siang dan istirahat.
" Ayah, Bunda, Nadia ke kamar dulu ya " pamit Nadia pada Reno dan Siska.
" Iya Sayang " jawab Reno dan Siska.
Nadia langsung pergi ke kamarnya untuk beristirahat dan tidur siang.
" Sayang " panggil Reno setelah Nadia pergi.
" Iya Mas " jawab Siska menatap Reno.
" Pekerjaan Mas kan sudah gak sesibuk kemarin dan kamu juga sebentar lagi libur setelah ujian jadi Mas berencana buat resepsi pernikahan kita dua minggu lagi. Mas mau buat resepsi pernikahan seperti yang kamu mau, Mas mau kamu selalu ingat momen itu nanti. Menurut kamu gimana? " ucap Reno pada Siska.
" Aku terserah Mas aja. Kalau menurut Mas itu waktu yang tepat aku ikut aja. Sebenarnya aku gak masalah kalau kita gak ada resepsi pernikahan " jawab Siska.
Siska sudah merasa bahagia bersama dengan Reno sekarang dan ia tidak terlalu memikirkan tentang resepsi pernikahan mereka yang belum sempat diselenggarakan.
" Mas tetap bakal siapin resepsi pernikahan kita kalau kamu setuju. Mas juga mau kamu merasakan jadi ratu sehari di hadapan semua orang. Mas mau kamu mengenang hari bahagia kita itu yang disaksikan semua orang " ucap Reno ingin memberikan semua untuk kebahagiaan istrinya itu.
__ADS_1
" Iya Mas, aku setuju " jawab Siska tersenyum.
Reno merasa senang mendengar jawaban dari Siska. Ia hanya ingin memberikan momen yang indah pada Siska. Ia pernah mendengar tentang sebuah pernikahan impian Siska dari Daddy Smith dan ia ingin sekali mewujudkannya.
" Kalau gitu Mas akan siapkan semuanya. Kamu fokus aja belajar buat ujian dan jaga kesehatan kamu sampai di hari itu " ucap Reno pada Siska.
" Iya Mas " jawab Siska.
Hati Siska merasa sangat bahagia saat ini. Reno ingin berniat ingin memberikan sebuah momen indah untuk dirinya dan itu artinya Reno ingin membuat Siska merasa bahagia.
" Terima kasih ya Mas, kamu sudah buat aku merasa bahagia dengan menjadi istri kamu. Kamu sudah mau membalas cinta aku dan terima aku dengan seluruh kekuatan yang aku punya " ucap Siska pada Reno.
" Kamu gak perlu bilang terima kasih seperti itu, Sayang. Mas yang beruntung punya istri seperti kamu. Kamu tetap berada di sisi Mas dan selalu mencintai Mas walaupun Mas sering menyakiti hati kamu di awal kita menikah. Kamu juga sudah sayang sama Nadia dengan tulus yang mungkin gak bisa dilakukan sama perempuan lain " ucap Reno menatap wajah cantik Siska.
Siska pun tersenyum mendengar itu, begitu juga dengan Reno.
Reno menarik Siska ke dalam pelukannya dan Siska pun membalas pelukan itu. Mereka berpelukan dengan saling memejamkan mata meresapi hangatnya pelukan itu.
" Ehem, ehem " tiba-tiba saja terdengar suara deheman seseorang.
Reno dan Siska pun langsung melepaskan pelukan mereka. Ternyata yang berdehem itu adalah Arisa. Arisa baru saja pulang dan melihat Reno dan Siska yang sedang berpelukan.
Wajah Siska pun menjadi merah karena kepergok oleh Arisa. Reno juga merasa malu dan canggung.
" Kalau masuk ke dalam rumah itu salam " ucap Reno pada Arisa menutupi rasa canggungnya.
" Hehe, lupa Bang. Assalamualaikum " ucap Arisa mengucapkan salam.
" Walaikumsalam " jawab Reno dan Siska.
" Kalau gitu aku ke kamar dulu. Abang sama Kak Siska lanjutin aja pelukannya " ucap Siska dengan senyum menggoda.
" Arisa " ucap Reno tidak ingin Siska bertambah malu.
Dengan cepat Arisa pergi ke kamarnya sambil tertawa setelah menggoda kakak dan kakak iparnya itu.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘