Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
133. Hampir Terjatuh


__ADS_3

Di usia kehamilan yang sudah memasuki trimester ketiga atau trimester akhir, Siska masih saja merasakan yang namanya ngidam. Seperti saat ini Siska tiba-tiba menginginkan minuman boba yang dijual di sebuah kedai di dekat kampusnya. Siska juga sudah lama tidak pergi ke kampus semenjak usia kehamilan memasuki tujuh bulan. Siska sengaja mengajukan cuti hingga satu semester karena ia memang sudah kesulitan untuk banyak bergerak.


Siska memutuskan untuk pergi sendiri membeli minuman boba itu karena Reno masih berada di kantor dan Bimo juga sedang menjemput Nadia sekolah. Siska menghubungi Reno untuk meminta izin pergi sendiri tetapi panggilan telepon dari Siska tidak kunjung dijawab oleh Reno, mungkin saja Reno sedang sibuk atau sedang ada meeting di kantor. Akhirnya Siska hanya mengirimkan sebuah pesan kepada Reno yang memberitahukannya jika dirinya pergi ke sebentar untuk membeli minuman boba.


" Mas, aku izin pergi beli boba di dekat kampus ya. Aku keburu ngiler kalau harus nunggu kamu pulang atau Bimo balik. Aku gak lama kok dan langsung pulang, kamu jangan khawatir. I love you, Suamiku😘 " ucap Siska dalam pesan itu.


Kemudian Siska segera pergi sebelum Reno membalasnya karena kemungkinan besar Reno pasti akan melarangnya. Ia sudah tidak tahan lagi ingin merasakan minuman bubuk itu masuk ke dalam tenggorokannya.


" Bu, saya pergi sebentar ya. Saya juga sudah izin sama Mas Reno. Assalamualaikum " ucap Siska pada Bu Ijah yang kebetulan berpapasan dengannya.


Siska juga segera pergi sebelum mendapatkan jawaban dari Bu Ijah karena Bu Ijah pasti akan melarangnya pergi sendiri atau juga bertanya banyak hal.


Siska sudah memesan taksi untuk ia pergi ke kedai minuman boba itu. Ia sengaja memesan taksi karena ia sangat malas jika harus menyetir sendiri, lagi pula kakinya sudah mulai membengkak dan cukup kesulitan jika harus menyetir.


***


Sesampainya di kedai minuman boba tidak jauh dari kampus tempatnya belajar, Siska langsung turun setelah membayar taksi yang ia naiki. Siska begitu semangat memasuki kedai itu karena ia sudah tidak sabar ingin merasakan minuman boba yang sudah ia inginkan sejak tadi.


" Mbak, saya mau minuman boba yang red velvet sama vanilla ya " ucap Siska pada pelayan kedai itu.


" Baik Mbak, mohon tunggu sebentar ya " jawab pelayan itu.


Siska memilih untuk duduk di salah satu meja selagi pesanannya dibuatkan karena kakinya akan terasa pegal jika ia terlalu lama berdiri. Maklum saja berat badannya sudah naik sebanyak dua puluh kilogram selama hamil, ditambah perutnya yang sangat besar.


" Silahkan, Mbak " ucap pelayan tadi meletakkan dua minuman boba milik Siska di atas meja.


" Terima kasih " jawab Siska dengan mata berbinar.


Siska pun langsung meminum minuman boba itu dengan tidak sabar.

__ADS_1


" Ah, akhirnya " ucap Siska setelah minuman boba itu masuk ke dalam tenggorokannya.


Siska merasa sungguh senang walaupun hanya meminum minuman boba itu karena ia sangat menginginkannya.


" Kalian seneng ya, Boy. Minuman bobanya enak ya " ucap Siska manusia perut besarnya karena merasakan tendangan dari kedua buah hatinya.


Sepertinya kedua buah hati Siska itu sangat senang karena keinginan mereka untuk meminum minuman boba dituruti oleh ibu mereka.


Setelah menghabiskan dua gelas minuman boba, Siska pun memutuskan untuk langsung pulang karena memang ia mengatakan pada Reno jika tidak akan lama. Siska mencoba memesan taksi online dari sebuah aplikasi di ponselnya tetapi sudah cukup lama biar tidak mendapatkan satu pun taksi online yang sedang kosong.


Akhirnya Siska pun keluar dari kedai minuman boba itu untuk mencari taksi biasa saja karena jika tidak mendapatkan taksi ia tidak akan sampai rumah sebelum Reno pulang kerja.


" Aduh, kok gak ada satu pun taksi yang lewat sih " ucap Siska karena tidak ada taksi atau angkutan umum yang lewat di sana.


Sudah lima belas menit Siska menunggu di sana dan kakinya sudah terasa pegal karena ia berdiri cukup lama di pinggir jalan. Tiba-tiba ada segerombolan anak SMP yang berlari ingin pergi ke kedai minuman boba tetapi tidak sengaja menyenggol Siska. Siska dengan tubuhnya yang besar sekarang tidak bisa menjaga keseimbangannya.


Beruntung ada seseorang yang menahan tubuh Siska sehingga Siska tidak sampai terjatuh ke tanah dan membahayakan dirinya.


" Maaf Kak, aku benar-benar gak sengaja " ucap salah satu anak SMP itu yang tidak sengaja menyenggol Siska.


" Lain kali hati-hati, karena bisa membahayakan orang lain lagi " jawab orang yang menyelamatkan Siska.


Siska masih memejamkan matanya karena dia masih sangat terkejut, tapi Siska sangat mengenali siapa orang yang menyelamatkannya itu dari suaranya.


" Siska, kamu gak papa? " tanya orang itu khawatir.


" Aku gak papa, Frans " jawab Siska setelah melihat orang yang menyelamatkannya itu.


Orang yang menyelamatkan Siska itu adalah Frans. Frans yang baru saja selesai kuliah dan akan membeli minuman bona untuk keponakannya tetapi ia tidak sengaja melihat Siska yang hampir terjatuh karena tersenggol segerombolan anak-anak SMP.

__ADS_1


Frans membantu Siska untuk berdiri kembali karena sekarang Siska berada di dalam pelukan Frans.


" Terima kasih ya, udah nyelametin aku " ucap Siska pada Frans.


Jika tidak ada Frans yang menyelamatkannya mungkin ia sekarang akan berada di rumah sakit dan kedua buah hatinya akan dalam bahaya.


" Iya sama-sama " jawab Frans.


" Kamu ngapain di sini sendirian? Suami kamu mana? " tanya Frans karena tidak melihat keberadaan suami dari mantan kekasihnya itu.


" Suami aku di kantor. Aku ke sini karena lagi pengen banget minuman boba. Aku mau cari taksi karena gak ada satu pun taksi online yang kosong, aku gak tau kalau bakal kayak gini " jawab Siska.


Frans pun menganggukan kepalanya mengerti. Frans berpikir untuk mengantar Siska untuk pulang karena ia tidak bisa membiarkan Siska pulang sendiri. Bisa saja hal buruk lain akan terjadi pada Siska.


" Aku antar kamu pulang ya. Aku takut hal buruk lagi terjadi sama kamu, itu juga bahaya buat anak-anak dalam kandungan kamu. Kayaknya juga bakal sulit cari taksi sekarang " ucap Frans pada Siska.


Siska sebenarnya sedikit ragu untuk pulang dengan diantarkan oleh Frans, tetapi ia juga tidak ingin hal buruk terjadi pada dirinya dan juga kandungannya. Sampai sekarang juga belum ada taksi yang melintas di sana.


Akhirnya Siska pun menganggukkan kepala setuju pulang dengan diantar oleh Frans.


Setelah itu Frans mengajak Siska untuk masuk ke dalam mobilnya dan segera mengantar Siska pulang ke rumah suaminya.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2