Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
47. Berangkat ke Bandung


__ADS_3

Keesokkan paginya, Siska membantu Reno memasukkan pakaiannya dan barang-barang pentingnya ke dalam koper karena Reno akan berada di Bandung sekitar satu minggu atau lebih untuk mengatasi masalah yang ada di sana. Sebenarnya Reno berat untuk meninggalkan Siska, apalagi mereka masih pengantin baru tapi ia tidak punya pilihan lain.


" Apalagi yang mau kamu bawa, Mas? " tanya Siska pada Reno.


" Sepertinya sudah semua " jawab Reno yang sedang mengancingkan kemejanya.


Siska pun langsung menutup koper itu dan meletakkannya di dekat pintu kamarnya dan Reno. Siska menghampiri Reno dan memasangkan dasi di leher Reno.


" Kamu baik-baik ya selama Mas di Bandung, Mas juga titip Nadia. Langsung kabarin Mas kalau ada apa-apa " ucap Reno memperhatikan Siska yang sedang memasangkan dasi miliknya.


" Iya Mas, Nadia itu juga anak aku jadi aku bakal jagain Nadia " jawab Siska tersenyum.


" Nah, sudah selesai. Sekarang kita keluar dan sarapan " ucap Siska setelah dasi yang ia pasang dileher Reno rapi.


Siska hendak berbalik dan pergi keluar tapi Reno menahan tangannya.


" Kenapa, Mas? " tanya Siska pada Reno.


" Kamu gak mau kasih aku vitamin dulu sebelum aku berangkat ke Bandung? " tanya Reno tersenyum.


" Vitamin kamu sudah aku masukkan ke dalam koper, Mas " jawab Siska yang mengira vitamin dalam kata yang sebenarnya.


" Bukan vitamin itu, Sayang " ucap Reno mencubit hidung Siska gemas.


Siska pun mengernyitkan dahinya bingung. " Vitamin yang mana dong? " tanya Siska.


" Ini " jawab Reno menunjuk bibirnya.


Wajah Siska pun langsung memerah setelah mengetahui vitamin yang dimaksud oleh suaminya itu.


" Ayo sekarang kasih aku vitaminnya " ucap Reno menaik-turunkan alisnya.


" Gak mau " jawab Siska malu.


Siska ingin segera pergi tapi Reno masih saja menahan tangannya. " Aku gak bakal biarin kamu pergi kalau kamu belum kasih aku vitamin " ucap Reno.


" Tapi kamu tutup mata. Aku kan malu " ucap Siska dengan wajah yang merah.


" Kenapa harus malu sih, aku kan suami kamu. Tapi gak papa aku bakal tutup mata " ucap Reno pada Siska.

__ADS_1


Reno pun memejamkan matanya. Siska berjinjit agar bisa menggapai wajah Reno karena Reno memiliki tubuh yang lebih tinggi dari dirinya. Walaupun pun malu tapi ia mencoba untuk mencium bibir Reno. Siska menempelkan bibirnya di bibir tebal Reno tapi saat ia akan melepaskannya, Reno menahan tengkuknya dan ******* bibirnya. Reno bahkan memperdalam ciuman mereka untuk beberapa saat.


Setelah merasakan Siska yang hampir kehabisan napas, Reno pun langsung melepaskan pangutan bibir mereka dengan wajah yang sumringah.


" Makasih ya vitaminnya " ucap Reno pada Siska yang masih berusaha mengirup udara.


Siska hanya diam dengan wajah yang merah. Siska langsung keluar dari kamar dan pergi meninggalkan Reno. Reno hanya tersenyum melihat tingkah sang istri yang sedang malu. Reno menyusul Siska keluar dari kamar dengan membawa koper yang sudah disiapkan oleh Siska.


Reno menghampiri Nadia dan Arisa yang sudah berada di meja makan terlebih dahulu dan bergabung dengan mereka.


" Abang mau kemana bawa koper? " tanya Arisa pada Reno.


" Abang mau ke Bandung. Ada masalah sama pekerjaan Abang di sana " jawab Reno.


Nadia yang mendengar itu pun terkejut karena ayahnya itu tidak memberitahukan apa-apa kepadanya.


" Ayah kok gak bilang sama Nadia kalo mau pergi ke Bandung? " ucap Nadia pada Reno.


" Maaf ya Sayang, tapi ini juga mendadak dan Ayah harus berangkat ke Bandung hari ini juga " jawab Reno.


" Nadia baik-baik ya di rumah sama Bunda dan Tante Arisa. Nadia juga jangan nakal dan merepotkan Bunda " ucap Reno pada Nadia.


" Iya Ayah " jawab Nadia.


Setelah selesai sarapan, Siska dan Nadia mengantar Reno ke depan rumah untuk segera berangkat ke Bandung karena Anto sudah datang untuk menjemput Reno.


" Aku berangkat dulu ya " pamit Reno pada Siska dan Nadia.


" Iya Mas. Kamu hati-hati di jalan dan cepat kabarin aku kalau sudah sampai Bandung " ucap Siska karena ia tidak ingin dibuat khawatir seperti kemarin.


" Iya Dek " jawab Reno.


" Ayah cepet pulang ya. Jangan lama-lama di Bandung nya " ucap Nadia pada Reno.


" Iya Sayang. Setelah pekerjaan Ayah selesai Ayah pasti langsung pulang " jawab Reno.


Nadia memeluk sang ayah sebentar sebelum ayahnya itu berangkat ke Bandung.


" Doakan semoga masalahnya cepat selesai dan aku juga cepat kembali ke Jakarta ya " ucap Reno pada Siska.

__ADS_1


" Iya Mas, pasti " jawab Siska tersenyum.


Ia sebenarnya merasa berat dan sedih ditinggalkan oleh Reno dalam waktu yang cukup lama tapi ia tidak ingin menunjukkan itu pada Reno agar Reno merasa tenang dan bisa menyelesaikan semua pekerjaannya dengan baik.


" Aku berangkat " ucap Reno mengusap kepala Siska.


Siska pun menganggukkan kepalanya.


Siska dan Nadia mencium tangan Reno bergantian dan Reno juga tak lupa mencium kening mereka berdua.


" Assalamualaikum " ucap Reno.


" Walaikumsalam " jawab Siska dan Nadia.


" Permisi Bu, Nona Nadia " ucap Anto mengangguk hormat pada Siska dan Nadia.


Siska pun menganggukkan kepalanya untuk merespon ucapan Anto.


Reno dan Anto pun masuk ke dalam mobil dan Anto mulai menjalankan mobil itu meninggalkan rumah Reno. Mereka akan bergantian menyetir selama perjalanan menuju Bandung agar tidak terlalu lelah.


" Bagaimana hasil penyelidikan kamu? " tanya Reno pada Anto di tengah perjalanan.


" Dugaan saya benar, Pak. Pak Seno, orang kepercayaan kita untuk menangani proyek di Bandung sudah melakukan korupsi dengan memakai dana yang kita siapkan untuk membeli bahan-bahan berkualitas untuk kepentingan pribadinya. Sekarang dia sedang melarikan diri karena apa yang ia lakukan sudah diketahui. Saya juga sudah memerintahkan beberapa orang untuk mencari keberadaan Pak Seno dan membawanya ke hadapan Bapak " jawab Anto.


" Baiklah, saya ingin Pak Seno mempertanggung jawabkan perbuatannya itu. Saya ingin bertemu dengannya saat ia sudah ditemukan " ucap Reno pada Anto.


" Selagi Pak Seno dalam pencarian, kita harus meyakinkan kembali para klien dan memulai lagi pembangunan perumahan itu dan kamu harus memastikan kali ini semuanya aman dan tidak akan terjadi lagi kejadian seperti ini " lanjut Reno.


" Baik, Pak. Saya akan memastikan kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi " jawab Anto.


Anto pun kembali fokus untuk menyetir setelah pembicaraan itu.


" Semoga masalah di Bandung cepat selesai dan aku bisa cepat kembali juga ke Jakarta " ucap Reno dalam hati.


Setelah itu mereka pun melanjutkan perjalanan menuju Bandung yang masih memakan waktu sekitar dua jam lagi. Reno memilih untuk memeriksa laporan-laporan selagi menunggu gilirannya untuk menyetir.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2