Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
87. Hamil


__ADS_3

Reno dan Siska mengambil makanan karena Siska merasa sudah sangat lapar. Siska mengambil dua kali lebih banyak dari porsi ia makan biasanya.


" Pelan-pelan, Sayang " ucap Reno saat Siska makan dengan cepat.


" Iya Mas " jawab Siska dengan mulut yang penuh.


Setelah selesai makan, Siska ingin menghampiri Angga dan Arisa yang masih sibuk melayani beberapa tamu yang mengucapkan selamat untuk menyuruh mereka makan terlebih dahulu.


" Mas, aku samperin Arisa sama Kak Angga dulu ya. Kasian mereka belum makan dari pagi " ucap Siska pada Reno.


" Iya Sayang " jawab Reno yang baru menghabiskan makanannya.


Saat sudah berada cukup dekat dengan mereka, Siska melihat tiga pria asing menghampiri Angga dan juga Arisa.


" Selamat ya, lain kali jangan berbuat mesum lagi tempat umum. Itu memalukan " ucap salah satu dari mereka.


Arisa hanya menundukkan kepalanya karena ucapan orang itu.


" Terima kasih sudah datang " ucap Angga ketus.


Ternyata ucapan orang tadi terdengar oleh salah satu tetangga rumah Reno.


" Oh, jadi kamu nikah tiba-tiba karena berbuat mesum, Arisa? " tanya tetangga Reno itu.


" Gak nyangka ya, dulu kakaknya nikah karena berzina sama istrinya yang sekarang. Eh, kamu juga nikah karena berbuat mesum. Bener-bener gak sesuai banget, katanya paham agama " lanjut tetangga Reno begitu julid menghina mereka.


Siska begitu emosi dan tidak terima dengan ucapan tetangga Reno itu apalagi ia juga membawa-bawa nama ia dan Reno. Padahal jelas-jelas itu adalah fitnah dari Sarah yang ingin memiliki Reno.


Siska pun langsung menghampiri mereka karena sudah tidak tahan dan ingin membungkam mulut tetangga julid itu.


" Heh, jangan asal ngomong ya, Bu. Mulut tu jaga buat ngomong yang baik-baik, jangan buat julidin orang doang " ucap Siska tidak terima.


" Emang bener kan? Kamu dulu juga berzina sama Pak Reno sampai akhirnya nikah sama Pak Reno yang duda " ucap tetangga Reno itu tidak merasa bersalah.


Sedangkan Reno yang sudah menunggu Siska cukup lama akhirnya menyusulnya. Ia sangat terkejut saat salah satu tetangga mengatakan hal yang tidak benar pada istrinya.


" Astaghfirullahalazim Bu, itu semua gak benar " ucap Reno yang mendengar itu.


Semua orang yang ada di sana pun memperhatikan mereka dengan suasana yang tambah memanas.


" Heh, dasar mulut sampah. Awas ya " ucap Siska sangat emosi ingi menyerang tetangga Reno itu.


Melihat itu, Reno pun langsung menahannya karena tidak ingin menimbulkan keributan lainnya.


" Jangan, Sayang " cegah Reno.

__ADS_1


" Aku harus kasih dia pelajaran " ucap Siska masih emosi dan tidak mendengarkan ucapan Reno.


Tapi beberapa detik kemudian, Siska merasa perutnya terasa sangat sakit. Ia pun langsung memegang perutnya itu.


" Mas, sakit " desis Siska masih memegangi perutnya.


" Sayang, kamu kenapa? " tanya Reno panik dan khawatir yang melihat Siska yang kesakitan.


" Perut aku sakit " jawab Siska menahan sakit di perutnya.


Semua orang pun menjadi panik melihat itu. Tamu-tamu pun pergi termasuk tetangga julid tadi karena tidak ingin disalahkan sebagai penyebab Siska kesakitan.


" Nak Reno, sebaiknya kamu bawa Siska ke kamar biar Daddy hubungi Dokter Diki " ucap Daddy Smith pada Reno.


" Iya Dad " jawab Reno menurut.


Reno pun langsung mengangkat tubuh Siska dan membawanya ke kamar mereka diikuti oleh Mommy Amelia.


Sesampainya di kamar mereka, Reno membaringkan tubuhnya Siska di atas tempat tidur dengan hati-hati.


" Mas, sakit " ucap Siska menangis karena sakit luar biasa di perutnya.


" Sabar ya, Sayang. Dokter Diki sebentar lagi datang " ucap Reno mencoba untuk menenangkan Siska.


Mommy Amelia yang melihat itu memutuskan untuk mengambil air hangat karena ia mengira Siska nyeri akibat menstruasi karena biasanya Siska selalu mengeluh sakit di perutnya.


Mommy Amelia pun naik di sisi lain tempat tidur itu.


Sudah hampir tiga puluh menit rasa sakit itu tidak juga berkurang.


" Mom, ini lebih sakit dari nyeri datang bulan " keluh Siska semakin kesakitan.


Tak lama kemudian, Daddy Smith masuk ke dalam kamar itu bersama dengan Dokter Diki. Reno dan Mommy Amelia pun sedikit menjauh dan membiarkan Dokter Diki memeriksa Siska.


" Saya periksa ya, Nona " ucap Dokter Diki meminta izin untuk menyentuh Siska.


Dokter Diki pun mulai memeriksa Siska dan mencari tahu apa yang menyebabkan perut Siska terasa sangat sakit.


" Minum obat pengurang rasa nyeri ini, Nona " ucap Dokter Diki memberikan obat pengurang rasa nyeri pada Reno agar Reno membantu Siska meminumnya.


Reno menerima obat itu dari Dokter Diki dan segera membantu membantu Siska meminumnya.


" Kapan terakhir Nona Siska mengalami menstruasi? " tanya Dokter Diki pada Siska.


Siska pun kembali mengingat kapan ia mendapatkan tamu bulanan itu dan setelah mengingatnya ternyata sudah hampir dua bulan ia tidak menstruasi.

__ADS_1


" Sekitar dua bulan yang lalu, Dok " jawab Siska.


" Sebenarnya istri aku kenapa, Ki? " tanya Reno pada Dokter Diki.


Diki tersenyum lalu memeluk Reno. " Selamat ya, Ren " ucap Dokter Diki membuat Reno bingung.


Bukan hanya Reno yang bingung tapi juga Siska serta Daddy Smith dan Mommy Amelia.


" Kenapa kamu malah ucapin aku selamat? " tanya Reno bingung.


" Ya karena kamu bakal punya anak lagi " jawab Dokter Diki.


" Punya anak lagi? " gumam Reno seakan belum sadar.


" Dugaanku Nona Siska sedang mengandung dan untuk memastikannya kalian bisa temui Dokter Sinta " ucap Dokter Diki.


Mereka semua terkejut mendengar itu, terutama Siska. Siska mengusap perutnya yang rata dan tidak menyangka dirinya sedang mengandung buah cintanya dan Reno.


" Ini beneran kan, Ki? " tanya Reno memastikan.


" Iya Ren, buat apa juga aku bohong " jawab Diki.


" Alhamdulillah " ucap Reno menangkupkan kedua tangannya di wajahnya dan mengucapkan kata syukur.


Ia tidak menyangka Siska akan mengandung anaknya secepat ini.


" Selamat ya, Sayang " ucap Mommy Amelia memeluk Siska.


" Iya Mom " jawab Siska tersenyum.


Daddy Smith juga merasa sangat bahagia mendengar akan memiliki seorang cucu dari Siska.


" Aku akan memiliki cucu " ucap Daddy Smith sangat bahagia.


Tapi beberapa saat kemudian, Reno mengingat tentang Siska yang merasa sakit perut tadi dan menanyakannya pada Dokter Diki.


" Itu sebenarnya hal yang biasa terjadi saat hamil muda tapi bisa berbahaya juga karena bisa menyebabkan keguguran. Jadi mulai sekarang kamu harus menjaga Nona Siska, baik itu fisik dan juga mentalnya. Jika Nona Siska merasa tertekan dan moodnya tidak baik bisa saja nyeri itu terjadi lagi " ucap Dokter Diki menjelaskan.


" Setelah ini kamu bisa beli vitamin dan obat penguat kandungan di apotek. Nona Siska harus meminumnya rutin agar kandungnya kuat dan tidak rentan keguguran " lanjut Dokter Diki.


Setelah itu Dokter Diki pun langsung berpamitan karena ada pasien yang harus ia tangannya. Reno segera pergi ke apotek untuk membeli vitamin dan obat penguat kandungan seperti yang Dokter Diki katakan. Sedangkan Siska beristirahat dengan ditemani oleh Mommy Amelia.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2