Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
106. Bujukan Nadia


__ADS_3

Hampir satu minggu telah berlalu tapi Siska masih belum juga mau kembali ke rumah bersama Reno. Padahal setiap hari setelah pulang bekerja, dengan penuh kesabaran Reno selalu datang membujuk Siska dan selalu mengatakan kata maaf. Egonya masih terlalu tinggi untuk memaafkan Reno dan lebih mementingkan rasa sakit hatinya. Selama satu beberapa hari ini Siska juga tetap berangkat kuliah dengan diantar oleh Paman Han karena Daddy Smith dan Mommy Amelia juga tidak mengizinkan Siska untuk menyetir sendiri. Siska juga akan mengambil cuti saat usia kandungan tujuh bulan.


Hari ini Reno mengajak Nadia untuk menemui Siska sesuai janjinya untuk mengunjungi Siska saat akhir pekan. Nadia sudah sangat merindukan ibu sambungnya itu yang hampir satu minggu tidak bertemu bahkan tidak bisa untuk sekedar berbicara Siska terus mematikan ponselnya.


" Assalamualaikum, Opa, Oma " ucap Nadia saat memasuki rumah dan ia langsung melihat Daddy Smith dan Mommy Amelia yang sedang bersantai di ruang keluarga menikmati waktu akhir pekan.


" Walaikumsalam " jawab Daddy Smith dan Mommy Amelia tersenyum senang melihat kedatangan cucu sambung mereka itu.


Nadia pun langsung memeluk Daddy Smith dan Mommy Amelia secara bergantian, sedangkan Reno menyalami kedua mertuanya itu.


" Nadia apa kabar? Kenapa jarang sekali mau ke rumah Opa dan Oma? " tanya Mommy Amelia karena memang sudah cukup lama Nadia tidak datang ke sana.


" Kabar Nadia baik, Oma. Maaf ya Oma karena Nadia sekarang sibuk sekolah sama belajar jadi jarang main ke sini " jawab Nadia.


" Gak papa, Sayang. Sekarang Opa sama Oma senang Nadia sudah datang " ucap Daddy Smith tersenyum lalu mengusap lembut kepala Nadia.


Setelah itu Reno langsung menanyakan keberadaan Siska dan ternyata Siska berada di taman. Sejak berada di rumah kedua orang tuanya, Siska sangat sering menghabiskan waktu di taman. Mungkin karena udara yang sejuk dan juga ia bisa terhibur dengan melihat bunga-bunga yang indah di sana.


" Kalau gitu Nadia ke Bunda dulu ya, Opa, Oma " ucap Nadia pada Daddy Smith dan Mommy Amelia.


Daddy Smith dan Mommy Amelia pun menganggukkan kepala mereka mengiyakan.


Reno dan Nadia pun langsung pergi ke taman untuk menemui Siska. Seperti biasa Siska duduk di bangku taman itu dan sedang melamun. Ayah dan anak itu pun langsung menghampiri Siska.


" Bunda " panggil Nadia dan langsung memeluk Siska.

__ADS_1


Siska merasa sangat terkejut karena ia memang tidak menyadari kedatangan Reno dan Nadia.


" Sayang " ucap Siska lalu membalas pelukan Nadia.


Nadia memeluk Siska begitu lama karena ia sangat merindukan Siska dan Siska pun juga sangat merindukan Nadia. Sedangkan Reno hanya diam dan tetap berdiri di belakang mereka.


" Nadia kangen banget sama Bunda " ucap Nadia setelah melepaskan pelukannya dan duduk di samping Siska.


" Bunda juga kangen banget sama kamu, Sayang " jawab Siska tersenyum mengusap pipi Nadia.


" Terus kenapa Bunda gak pulang-pulang kalau kangen sama Nadia? Bunda juga gak telpon Nadia. Terus kapan Bunda pulang ke rumah? " tanya Nadia pada Siska.


" Bunda lagi kangen sama Opa dan Oma jadi Bunda nginep di sini dulu. Bunda juga sibuk banget di kampus, Sayang. Bunda gak tau kapan bisa pulang ke rumah " jawab Siska memberikan sebuah alasan.


" Nadia kesepian gak ada Bunda di rumah. Ayah kerja dan Tante Arisa juga gak pernah ke rumah lagi karena sibuk kuliah. Nadia merasa kayak dulu lagi " ucap Nadia menundukkan kepalanya sedih.


Siska yang melihat itu menjadi tidak tega. Ia sebenarnya juga berat harus tinggal terpisah seperti ini tetapi entah mengapa hatinya masih saja begitu keras dan belum ingin memaafkan Reno.


" Sekarang Bunda pulang ya sama Nadia. Nadia mau kita tinggal sama-sama lagi dan Bunda juga sudah lama tinggal di rumah Opa dan Oma. Nadia mau terus ketemu Bunda sama adik-adik juga " bujuk Nadia agar Siska segera kembali ke rumah.


Siska merasa sangat bingung sekarang. Ia tidak bisa pulang ke rumah itu sebelum ia bisa memaafkan Reno yang seolah tidak menginginkan anak darinya, tapi ia juga tidak tega melihat Nadia yang bersedih. Ia sangat menyayangi putri sambungnya itu. Siska melirik Reno yang berdiri di belakang mereka.


Reno yang melihat itu harus bisa memberikan pengertian pada Nadia lagi karena ia tidak memaksa Siska karena ia tidak ingin nantinya Siska menjadi tertekan. Reno duduk di bangku yang sama dengan Siska dan Nadia lebih tepatnya di samping Nadia.


" Sayang, kamu gak boleh paksa Bunda buat pulang sekarang. Bunda kan masih kangen sama Opa dan Oma jadi kita harus tunggu sampai kangennya Bunda puas dulu ya " ucap Reno pada Nadia.

__ADS_1


" Tapi Nadia juga kangen sama Bunda, Yah. Nadia mau kita tinggal sama-sama lagi " jawab Nadia masih tetap ingin Siska segera pulang.


Nadia beralih pada Siska dan menggenggam tangannya. " Bunda, Nadia mohon Bunda pulang sekarang ya sama Nadia dan Ayah " ucap Nadia memohon dan dengan mata yang berkaca-kaca.


Siska pun semakin dibuat bingung dengan itu. " Gimana ini? " ucap Siska dalam hati.


" Sayang, kamu gak boleh gitu. Anak Ayah ini adalah anak yang baik kan jadi gak boleh memaksakan kehendak sendiri " ucap Reno pada Nadia karena Siska hanya diam.


" Iya Ayah " jawab Nadia yang tidak bisa membantah apa yang dikatakan Reno.


Nadia hanya mengusap air matanya karena sedih apa yang dia inginkan untuk membawa pulang Siska tidak terpenuhi.


Siska menghela napasnya. Ia merasa sangat egois dan merasa bersalah sudah membuat Nadia bersedih seperti itu karena ia yang selalu mementingkan perasaannya saja. Padahal ia juga seharusnya sadar jika Nadia juga membutuhkan dirinya dan ia sudah memutuskan menjadi ibu sambung dari Nadia sehingga Nadia menjadi tanggung jawabnya tapi sekarang ia pergi meninggalkan Nadia.


Siska melirik Reno yang masih mencoba memberikan pengertian pada Siska dan membujuknya agar tidak menangis lagi. Ia baru sadar jika selama ini Reno sangat sabar untuk membujuknya setiap hari dan menghadapi sikapnya yang terkadang dingin. Siska menjadi merasa sangat bersalah dan mulai mengerti mengapa Reno mengatakan itu sebelumnya. Reno hanya khawatir terjadi sesuatu pada dirinya.


Beruntung hari ini Nadia datang dan mencoba membujuknya sehingga ia menjadi tersadar jika tindakan yang ia ambil ini tidak sepenuhnya benar karena ada Nadia yang sangat sedih karena itu. Ia juga mencoba untuk melupakan sakit hatinya pada Reno, lagipula ia sudah merasa sedikit lebih tenang dan berpikir lebih jernih selama satu hampir satu minggu di rumah kedua orang tuanya.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2