
Sesampainya di kamar dan memastikannya terkunci dengan benar, Reno langsung membaringkan tubuh Siska di atas tempat tidur dan mengungkungnya. Reno seperti ingin melakukan olahraga ranjang di sore hari itu terlihat dari matanya yang sudah penuh dengan kabut gairah.
" Mas, minggir " ucap Siska mendorong dada bidang Reno.
" Enggak " jawab Reno.
Sekarang kan sudah di kamar dan gak akan ada orang yang lihat kita jadi Mas mau ajak kamu olahraga sore " ucap Reno menatap mata Siska.
" Tapi sebentar lagi ashar, Mas " ucap Siska yang mengerti apa maksud Reno.
" Masih ada tiga puluh menit lagi sebelum waktu ashar tiba dan mungkin kita bisa selesai dengan satu ronde " jawab Reno yang sudah tidak bisa menahannya.
Tanpa basa-basi lagi Reno langsung mencium bibir Siska dengan penuh gairah setelah membisikkan doa di telinga Siska. Siska tidak bisa menolak lagi karena ia juga menginginkan olahraga ranjang di sore itu.
Selagi bibirnya menelusuri leher Siska, tangan Reno bergerak mengambil sebuah selimut untuk menutupi tubuh mereka. Reno juga segera bergerak untuk melepaskan seluruh pakaiannya mereka berdua hingga ia dan Siska polos seperti seorang bayi yang baru dilahirkan.
" Egh, sekarang Mas " ucap Siska yang sudah sangat terpancing setelah Reno menyentuh setiap titik-titik sensitif pada tubuhnya.
" Iya Sayang " jawab Reno yang merasa juga sudah saatnya.
Reno segera memasukkan miliknya ke dalam bagian inti Siska yang masih saja terasa sempit walaupun hampir setiap hari ia memasukinya. Rasanya sama seperti pertama ia melakukan hubungan suami istri dengan Siska yang masih perawan.
" Aku mohon bergerak lebih cepat, Mas " ucap Siska karena ia sudah tidak tahan.
" Iya Sayang " jawab Reno lalu menuruti keinginan istrinya itu.
Walaupun begitu, Reno tetap berhati-hati agar ia tidak menyakiti Siska dan kedua buah hatinya.
Di sore hari itu dua anak manusia itu mereguk kenikmatan surga dunia bersama dengan keringat yang terus mengucur dari tubuh keduanya.
***
Reno dan Siska langsung membersihkan tubuh mereka setelah melewati satu ronde olahraga di atas tempat tidur. Reno sebenarnya masih ingin lagi tetapi mereka harus segera melaksanakan sholat ashar dan juga ia tidak ingin membuat Siska kelelahan di kondisinya yang sedang hamil. Ia harus benar-benar bisa menjaga kondisi Siska dengan baik agar semua baik-baik saja sampai Siska melahirkan kedua buah hati mereka.
__ADS_1
" Maaf ya Sayang, kamu pasti capek banget " ucap Reno yang sedang membantu Siska berdiri setelah melaksanakan sholat ashar berjamaah.
" Walaupun capek tapi aku suka, Mas " ucap Siska tersenyum nakal lalu melingkarkan kedua tangannya di leher Reno.
Siska memang sangat menyukai kegiatan mereka di atas tempat tidur dan ia tidak merasa malu jika harus meminta duluan kepada Reno.
" Sayang, jangan gini. Nanti Mas gak tahan buat kamu tergeletak di tempat tidur lagi " ucap Reno karena jika Siska terus seperti itu maka ia akan tergoda.
" Baiklah " jawab Siska.
Siska berjinjit lalu mengecup bibir Reno sebelum ia melepaskan kedua tangannya dari leher Reno.
" Kamu mau kemana, Sayang? " tanya Reno karena Siska berjalan menjauh dari dirinya.
" Aku mau ke kamar Nadia, Mas " jawab Siska tanpa menghentikan langkahnya.
Setelah itu Siska keluar dari kamar itu dan pergi menuju kamar Nadia yang sekarang sudah berpindah ke lantai atas. Siska mengetuk pintu kamar Nadia terlebih dahulu dan setelah mendapatkan jawaban dari dalam, Siska pun langsung masuk.
" Sayang " panggil Siska berjalan mendekati Nadia.
" Sini biar Bunda yang sisir rambut kamu " ucap Siska yang sudah berdiri di belakang Nadia dan mengambil alih sisir di tangan Nadia.
Siska begitu telaten menyisir rambut Nadia dan Nadia juga senang karena sudah lama Siska tidak menyisir rambutnya seperti ini. Nadia juga paham jika itu karena ibu sambungnya itu sedang hamil dan harus banyak beristirahat.
" Maaf ya Sayang, Bunda sekarang jarang sisirin rambut Nadia. Bunda jarang perhatiin Nadia lagi " ucap Siska merasa bersalah tetapi ia memang harus banyak beristirahat dan Reno juga tidak mengizinkan ia melakukan apapun.
" Gak papa, Bunda. Bunda kan harus banyak istirahat biar Bunda sama adik-adik Nadia sehat terus. Lagian Nadia sekarang sudah tambah besar dan bisa mengurus diri Nadia sendiri " jawab Nadia tersenyum.
Memang benar jika Nadia sudah bertambah besar dan sebentar lagi akan menjadi seorang remaja yang sangat cantik.
" Nah, anak Bunda sudah cantik " ucap Siska setelah memasangkan sebuah bando bunga di kepala Nadia.
Nadia tersenyum dan membalik tubuhnya menghadap Siska. " Terima kasih ya, Bunda " ucap Nadia memeluk Siska pelan agar tidak menyakiti adik-adiknya.
__ADS_1
" Iya Sayang " jawab Siska membalas pelukan Nadia.
Setelah itu Siska dan Nadia keluar dari kamar itu lalu menuju dapur. Siska ingin melihat apakah makanan untuk makan malam sudah siap atau belum. Tapi saat melewati kamar Reno dan Siska, terlihat Reno yang baru keluar dari kamar.
" Bidadari-bidadari cantik Ayah mau kemana ini? " tanya Reno pada dua perempuan yang sangat ia sayangi.
" Mau ke dapur " jawab Nadia.
" Mau ngapain? Kamu jangan masak ya, Sayang. Aku gak mau kamu kecapekan " ucap Reno pada Siska.
" Ya ampun, enggak Mas. Aku cuma mau liat makan malam sudah siap atau belum " jawab Siska karena Reno terlalu mengkhawatirkannya.
" Baiklah kalau gitu Mas temani " ucap Reno menggenggam tangan Siska karena ia tidak akan membiarkan Siska menuruni tangga tanpa dirinya.
" Ayo Sayang " ajak Reno pada Nadia.
" Iya Ayah " jawab Nadia.
Nadia pun menggandeng tangan Siska yang satu lagi sehingga Siska diapit oleh Reno dan Nadia.
" Kalian gak perlu pegangin aku kayak gini. Aku kan gak sakit dan masih bisa jalan sendiri " ucap Siska yang merasa seperti orang sakit dituntun seperti itu.
" Gak ada protes. Aku gak mau sampai kamu terjatuh nanti " ucap Reno tetap menggandeng tangan Siska.
" Iya Bunda. Nadia juga gak mau Bunda kenapa-napa " tambah Nadia yang setuju dengan Reno.
Akhirnya Siska hanya bisa pasrah karena kedua orang itu tetap kekeh untuk menggandeng dirinya menuruni tangga.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘