
Setelah jam makan siang, Reno segera pergi ke tempat proyek pembangunan perumahan bersama dengan Anto. Jaraknya tidak terlalu jauh dari hotel tempat mereka menginap sehingga dengan waktu lima belas menit saja mereka berdua sudah sampai.
Reno dan Anto turun dari mobil dan segera menemui seorang mandor yang Reno percaya untuk mengawasi pembangunan perumahan itu.
" Assalamualaikum, Pak. Selamat siang " ucap seorang mandor yang bernama Pak Dedi menyambut Reno dan Anto.
" Walaikumsalam " jawab Reno dan Anto.
Mereka pun saling berjabat tangan lalu masuk ke area proyek pembangunan itu untuk melihat keadaannya.
" Apa bangunan yang kemarin roboh sudah mulai dibangun kembali? " tanya Reno pada Pak Dedi.
" Sudah, Pak. Hari ini sudah mulai dilakukan pembangunan kembali dengan bahan-bahan yang baru dan berkualitas. Saya sudah memastikannya sendiri saat membelinya kemarin " jawab Pak Dedi.
" Apa Anda mengetahui jika bahan-bahan yang digunakan kemarin itu memiliki kualitas yang buruk? Apa Anda juga terlibat? " tanya Anto sedikit curiga.
" Saya memang mengetahuinya Pak, tapi saya tidak terlibat dalam hal itu. Saya sudah mengingatkan Pak Seno mengenai bahan-bahan untuk pembangunan tapi Pak Seno mengancam akan memecat saya dan tidak memberikan gaji para pekerja jika saya ikut campur mengenai masalah itu " jawab Pak Dedi jujur.
Pak Dedi tidak tega karena jika ia melaporkan perbuatan Pak Seno ke atasan maka para pekerja tidak akan diberikan gaji sehingga ia memilih untuk diam dan tidak ikut campur.
" Astaghfirullah, Pak Seno benar-benar keterlaluan " ucap Reno setelah mendengar ucapan Pak Dedi.
Ia tidak menyangka jika Pak Seno akan berbuat seperti itu dan mengancam Pak Dedi.
" Maafkan saya, Pak " ucap Pak Dedi merasa bersalah.
" Tidak apa-apa Pak, saya mengerti di posisi Bapak. Tapi setelah ini tolong laporkan apapun pada saya atau pun sekretaris saya jika ada hal yang tidak benar seperti. Jangan takut karena saya yang akan memastikan Bapak tidak ada dipecat jika Bapak tidak melakukan kesalahan " ucap Reno pada Pak Dedi.
" Baik, Pak " jawab Pak Dedi.
Setelah itu, Reno dan Anto pergi memeriksa proyek itu dengan ditemani oleh Pak Dedi dan memastikan semuanya aman dan tidak akan terjadi masalah lagi.
" Apa orang suruhan kamu sudah menemukan keberadaan Pak Seno? " tanya Reno pada Anto.
" Belum, Pak. Pak Seno sudah pergi meninggalkan rumahnya bersama dengan anak istrinya dan bersembunyi di suatu tempat. Orang suruhan saya sedang berusaha melacak tempat persembunyian Pak Seno " jawab Anto.
__ADS_1
" Laporkan secepatnya pada saya jika Pak Seno sudah ditemukan " ucap Reno ingin masalah ini cepat selesai.
" Baik Pak " jawab Anto.
Mereka juga memeriksa bahan-bahan pembangunan dan memastikan jika memang bahan-bahan itu memiliki kualitas yang bagus.
" Pak, kita harus ke kantor cabang sekarang. Para klien sudah menunggu Anda untuk bertemu " ucap Anto setelah mendapat panggilan telepon dari seseorang.
" Baiklah, kita ke sana sekarang " jawab Reno.
Reno dan Anto masuk ke dalam mobil dan segera menjalankan mobil itu menuju kantor cabang perusahaan Reno yang berada di Bandung.
Sesampainya di kantor, Reno dan Anto langsung masuk ke dalam ruangan yang sebelumnya menjadi ruangan Pak Seno karena Reno mempercayai Pak Seno untuk memimpin kantor cabang itu.
" Permisi, selamat siang. Maaf saya terlambat " ucap Reno memasuki ruangan tersebut diikuti oleh Anto.
Reno duduk di salah satu sofa yang ada di sana dan Anto berdiri tepat di sampingnya.
" Sebelumnya saya mohon maaf pada kalian semua karena masalah ini sehingga pembangunan perumahan itu menjadi terhambat dan memang terdapat kesalahan dari perusahaan kami. Tapi saya berjanji akan melakukan pembangunan itu secepatnya dan sesuai dengan waktu yang ditentukan " ucap Reno pada para kliennya.
" Terima kasih banyak, Pak. Kami akan berusaha semaksimal mungkin dan tidak akan mengecewakan kalian " jawab Reno meyakinkan mereka.
Reno sangat bersyukur karena para klien masih memberikan kesempatan dan percaya pada perusahaan miliknya sehingga tidak memutuskan kerja sama mereka dan perusahaan tidak mengalami kerugian besar.
" Alhamdulillah satu masalah selesai dan saya sangat bersyukur mereka masih memberikan kesempatan kepada perusahaan kita " ucap Reno setelah para kliennya pergi.
" Iya Pak. Ini semua berkat kerja keras Bapak selama ini yang selalu memberikan yang terbaik untuk mereka " sambung Anto.
" Bukan hanya kerja keras saya tapi kamu juga dan semua yang berada di perusahaan kita " ucap Reno tersenyum menepuk pundak Anto.
Anto pun tersenyum. Ia begitu beruntung memiliki seorang atas yang begitu baik seperti Reno. Sepuluh tahun sudah ia bekerja pada Reno sejak Reno merintis perusahaan itu dari bawah.
Setelah itu, Reno dan Anto mulai bekerja dengan memeriksa semua di kantor itu termasuk laporan keuangan dan memastikan bahwa tidak ada kecurangan lagi yang di perusahaan miliknya.
***
__ADS_1
Hari sudah berganti sore. Reno dan Anto kembali ke hotel setelah jam pulang kantor tiba. Reno ingin segera mengistirahatkan tubuhnya yang terasa sangat lelah hari ini.
" Assalamualaikum " ucap Reno saat memasuki kamar hotel.
Ia tetap mengucapkan salam walaupun ia tahu jika tidak ada orang di dalam kamar hotel itu.
" Alhamdulillah sudah sampai hotel lagi. Rasanya capek banget badan aku hari ini " ucap Reno memijat lehernya yang terasa pegal.
Reno melepaskan jas dan sepatu miliknya dan meletakkan di sudut kamar itu. Reno duduk di tepi tempat tidur dan merencanakan akan menghubungi Siska. Ia sangat membutuhkan penawar rasa lelahnya hari ini.
Reno melakukan panggilan video pada Siska dan tak lama kemudian Siska pun menjawab panggilan video itu. Terlihat wajah Siska yang segar dan sepertinya baru selesai mandi.
" Assalamualaikum " ucap Reno tersenyum.
" Walaikumsalam " jawab Siska.
" Mas baru sampai di hotel? " tanya Siska saat melihat Reno yang masih memakai kemejanya.
" Iya Sayang. Mas baru aja sampai hotel " jawab Reno.
" Sebentar ya Mas, aku mau ke kamar Nadia dulu. Dari tadi tu Nadia minta telpon kamu terus tapi aku takut ganggu kamu yang lagi kerja " ucap Siska pada Reno.
Siska lalu beranjak dari tempatnya tanpa memakai jilbab karena semua yang berada di rumah itu adalah perempuan. Siska segera pergi ke kamar Nadia dan tak lama kemudian terlihat wajah Nadia memenuhi layar ponsel Reno.
" Ayah " ucap Nadia senang melihat sang ayah.
" Iya Sayang " jawab Reno tersenyum.
Setelah itu mereka pun mengobrol cukup lama melalui panggilan video itu. Benar saja rasa lelah yang Reno rasakan kini hilang saat melihat wajah dan senyum manis dari anak dan istrinya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘