
Keesokkan harinya, Siska baru saja pulang dari kampus. Ia hari ini pulang ke rumah menggunakan taksi karena Reno masih meeting penting bersama rekan bisnisnya dan tidak menjemputnya.
" Assalamualaikum " ucap Siska memasuki rumah.
" Walaikumsalam " jawab Nadia.
Nadia segera mendekati Siska dan memeluknya.
" Akhirnya Bunda pulang juga " ucap Nadia pada Siska.
" Nadia nungguin Bunda? " tanya Siska pada Nadia.
" Iya, Nadia nungguin Bunda. Nadia bosen banget di rumah sama Bu Ijah aja " jawab Nadia.
" Ya sudah, Bunda mandi dulu terus sholat ashar. Habis itu Bunda temenin Nadia " ucap Siska mengusap puncak kepala Nadia.
" Iya Bunda " jawab Nadia.
Setelah itu, Siska langsung masuk ke kamar yang ia tempati. Siska melepaskan sepatunya lalu menaruh tasnya di tempat tidur. Ia langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa sangat lengket.
Siska melaksanakan sholat ashar terlebih dahulu lalu meraih jilbab instan miliknya dan memakainya. Siska keluar dari kamar dan menghampiri Nadia, ia akan menemani Nadia sesuai ucapannya tadi.
" Anak Bunda lagi apa? " tanya Siska bergabung dengan Nadia di rumah keluarga.
" Lagi lukis Ayah, Bunda dan Nadia " jawab Nadia menunjukkan hasil lukisannya pada Siska.
" Wah, ini bagus banget, Sayang " puji Siska melihat lukisan itu yang memang sangat bagus.
Nadia tersenyum senang saat Siska memuji hasil lukisannya.
" Nyonya " panggil Bu Ijah yang datang menghampiri mereka bersama dengan seorang tukang yang sedang mengerjakan kamar yang akan ia dan Reno tempati.
" Iya Bu " jawab Siska berdiri dari duduknya.
" Ini tukang yang bertanggung jawab merubah kamar Tuan dan Nyonya ingin bertemu " ucap Bu Ijah pada Siska.
" Begini Bu, semua pekerjaan kami sudah selesai dan kami juga sudah menata kembali kamar itu sesuai permintaan Pak Reno. Kami pamit pergi dulu, Bu " ucap tukang itu pada Siska.
" Oh iya, Pak. Terima kasih banyak sebelumnya " ucap Siska menangkupkan kedua tangannya.
" Iya Bu " jawab tukang itu.
Setelah itu, Bu Ijah dan tukang itu pun pergi meninggalkan Siska. Siska sebenarnya penasaran ingin melihat kamar itu tapi ia akan menunggu Reno terlebih dahulu.
__ADS_1
***
Hari sudah berganti malam. Siska segera keluar dari rumah untuk menyambut Reno yang baru saja pulang bekerja.
" Assalamualaikum " ucap Reno tersenyum.
Rasa lelahnya seketika hilang saat melihat sang istri menyambutnya di depan pintu dengan sebuah senyuman.
" Walaikumsalam " jawab Siska.
Siska segera mencium tangan Reno dan mengambil alih tas kerja yang berada di tangan Reno.
" Nadia sudah tidur? " tanya Reno pada Siska.
" Iya Mas, Nadia baru aja tidur " jawab Siska.
Mereka berdua pun berjalan beriringan memasuki rumah.
" Kamu mau langsung mandi, Mas? " tanya Siska pada Reno.
" Iya Sayang. Ini sudah gerah banget " jawab Reno.
" Ya sudah, aku siapin air buat kamu mandi " ucap Siska hendak ke kamar yang ia tempati.
" Kamu mau kemana? " tanya Reno saat Siska hendak melangkah.
" Bukannya kamar kita sudah selesai. Kenapa kamu masih di kamar itu? " tanya Reno pada istrinya itu.
" Aku nunggu kamu, Mas. Aku takut kamu merasa aku lancang masuk ke kamar itu " jawab Siska.
" Itu kan kamar kita, yang artinya kamar kamu juga, Sayang. Sekarang kita ambil barang-barang kamu dan pindahin ke kamar kita " ucap Reno pada Siska.
" Iya Mas " jawab Siska.
Reno dan Siska masuk ke kamar itu dan membereskan semua barang-barang Siska dan membawanya ke kamar mereka yang berada di lantai atas.
Ceklek.
Reno membuka pintu kamar itu dan menyuruhnya masuk dan Reno juga membawa koper Siska masuk. Siska begitu takjub dengan kamar itu sekarang. Kamar itu benar-benar seperti kamar yang ia inginkan dan sekarang di sana terdapat foto-foto pernikahan mereka yang sengaja Reno suruh para tukang pasang.
" Kamu suka kamarnya? Atau ada yang mau kamu rubah? " tanya Reno pada Siska.
" Gak ada, aku suka Mas " jawab Siska tersenyum.
__ADS_1
" Makasih ya, Mas " ucap Siska tersenyum.
" Iya sayang " jawab Reno mengusap kepala Siska.
Setelah itu, Siska segera pergi ke kamar mandi dan menyiapkan air hangat untuk Reno.
" Sekarang kamu mandi, Mas. Handuknya juga sudah aku siapkan di kamar mandi " ucap Siska setelah keluar dari kamar mandi.
" Makasih ya " ucap Reno dan Siska menganggukkan kepalanya.
Reno masuk ke kamar mandi dan Siska langsung menyiapkan pakaian ganti untuk Reno dan meletakkannya di atas tempat tidur.
Selagi menunggu Reno selesai mandi, Siska membereskan barang-barangnya dan memasukkan pakaiannya ke dalam lemari yang sudah di siapkan untuknya. Siska juga merapikan skincare dan alat-alat make up di atas meja rias.
Lima belas menit kemudian, Reno keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil di tangannya. Siska langsung mengalihkan pandangannya dari Reno, ia masih sangat malu melihat Reno yang sedang bertelanjang dada. Siska kembali fokus menata buku-bukunya di meja belajar yang Reno siapkan untuknya.
Reno kembali masuk ke dalam kamar mandi untuk memakai pakaiannya. Ia tidak ingin Siska merasa tidak nyaman karena ia memakai pakaiannya di sana walaupun mereka adalah suami istri.
" Ada yang perlu Mas bantu? " tanya Reno pada Siska.
" Enggak, Mas. Ini juga sudah hampir selesai kok " jawab Siska menutup koper miliknya.
Reno memilih untuk naik ke atas tempat tidur sembari menunggu Siska menyelesaikan kegiatannya. Reno membuka ponselnya dan mengecek apakah ada pesan atau panggilan telepon yang penting.
Tak lama kemudian, Reno kembali meletakkan ponselnya tapi Siska belum juga menyelesaikan kegiatannya. Reno sebenarnya berencana ingin meminta haknya sebagai suami pada Siska malam ini. Jujur saja ia sudah sangat tergoda saat melihat leher mulus milik Siska. Padahal Siska selama ini menggunakan pakaian yang lumayan tertutup tapi ketika Siska sudah menjadi istrinya, ia menjadi begitu tergoda.
" Kenapa Dek Siska terlihat semakin menggoda saja? Padahal hanya leher dan rambutnya saja yang terlihat " ucap Reno dalam hati.
Reno terus memperhatikan Siska yang terlihat sangat menggoda walaupun menggunakan piyama berlengan panjang.
" Mas, kenapa bengong? " tanya Siska yang berjalan mendekat ke tempat tidur.
Reno pun langsung tersadar setelah mendengar suara Siska. " Eh, gak papa " jawab Reno sedikit gugup.
Siska naik ke atas tempat tidur dengan perasaan yang gugup. Ia bisa melihat ada yang berbeda dari Reno malam ini.
" Apa Mas Reno mau minta haknya malam ini? " tanya Siska dalam hati.
Reno dan Siska sama-sama diam di atas tempat tidur. Tiba-tiba saja suasana canggung sangat terasa di sana.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘