Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
138. Dua Jagoan


__ADS_3

Reno sangat panik dan khawatir sepanjang perjalanan menuju rumah sakit. Ia terus memeluk tubuh Siska dan membiarkan tangannya sebagai pelampiasan rasa sakit yang dirasakan istrinya itu. Reno juga terus membisikkan kata maaf di telinga Siska karena ia merasa penyebab Siska mengalami ini padahal hari perkiraan lahir kedua buah hati mereka masih bulan depan. Mungkin ini semua juga disebabkan karena Siska stres akibat ia mendiamkannya dan juga tadi Siska sempat berlari untuk mengejarnya. Dokter Sinta sudah memberikan peringatan agar Siska jangan sampai stres dan kelelahan.


" Maafkan Mas Sayang " ucap Reno penuh penyesalan.


Siska sudah tidak merespon apapun lagi karena fokusnya hanya pada perutnya yang terasa semakin sakit. Siska mencengkeram kuat tangan Reno hingga terluka karena tertancap kukunya.


" Sakit, Mas " ucap Siska pelan dengan napas yang tersengal-sengal karena lelah menahan sakit.


" Tahan ya, Sayang. Sebentar lagi kita sampai, kamu harus kuat " ucap Reno memberikan kekuatan pada Siska.


Terlihat wajah Siska semakin memucat dan lemas membuat Reno semakin khawatir.


" Bimo, tolong lebih cepat lagi " ucap Reno pada Bimo yang sedang menyetir di depan.


Mereka memang pergi ke rumah sakit hanya bersama dengan Bimo, sedangkan Bu Ijah harus mengantar Nadia ke sekolah dan juga menjaga rumah. Reno juga meminta Bu Ijah untuk menghubungi kedua orang tua Siska dan mengabarkan jika Siska akan melahirkan karena ia sedang sangat panik dan fokus pada Siska.


" Baik Tuan " jawab Bimo.


" Kamu harus tetap sadar dan kuat, Sayang. Demi anak-anak kita " ucap Reno pada Siska lalu mengecup keningnya.


Bimo pun langsung menambah kecepatan mobil itu, beruntung hari masih sangat pagi sehingga jalanan masih lenggang.


Sesampainya di rumah sakit milik keluarga Wicaksono, Reno langsung menggendong tubuh Siska memasuki rumah sakit. Reno berteriak memanggil perawat yang ada di sana, kebetulan Dokter Sinta yang juga baru memasuki rumah sakit melihat itu. Dokter Sinta pun langsung menghampiri Reno dan Siska dengan perawat yang membawa brankar untuk Siska.


" Ada apa, Tuan Reno? Apa Nona Siska sudah merasakan kontraksi? " tanya Dokter Sinta setelah Reno meletakkan tubuh Siska di atas brankar.


" Tolong Dokter, ketuban istri saya sudah pecah. Tolong selamatkan istri dan anak-anak saya " ucap Reno pada Dokter Sinta.


Setelah itu Dokter Sinta pun segera meminta para perawat untuk membawa Siska ke ruang persalinan karena memang seperti Siska akan segera melahirkan. Reno pun turut mengantar Siska ke ruang persalinan dan terus menggenggam tangannya.


" Mas, tetap di sini. Jangan tinggalkan aku " ucap Siska saat mereka sudah berada di ruang persalinan.


" Iya Sayang, Mas akan tetap di sini. Mas tidak akan meninggalkan kamu " jawab Reno.


Reno mengusap kening Siska yang sudah penuh dengan keringat dan ia mencoba untuk terus memberikan kekuatan untuk istrinya itu.

__ADS_1


" Pembukaannya telah sempurna dan Nona Siska sudah bisa melahirkan sekarang " ucap Dokter Sinta setelah mengecek pembukaan jalan lahir pada Siska.


Dokter Sinta dan perawat pun segera mempersiapkan semuanya untuk proses melahirkan Siska.


" Sayang, sebentar lagi anak-anak kita akan lagi. Kamu harus kuat dan bertahan supaya kita bisa melihat mereka tumbuh setiap harinya. Mas akan selalu ada di sini, bersama mu " ucap Reno pada Siska.


Siska pun menganggukkan kepalanya.


" Tolong maafkan aku, Mas. Aku ingin mendapatkan maaf dari kamu sebelum aku melahirkan, aku tidak bisa melahirkan dengan tenang jika belum mendapatkan maaf dari kamu " ucap Siska yang takut akan terjadi sesuatu kepadanya jika ia belum mendapatkan maaf dari suaminya.


" Mas sudah memaafkan kamu, Sayang. Ini semua salah Mas dan seharusnya Mas yang meminta maaf. Karena Mas kamu jadi seperti ini, tolong ampuni suamimu yang tidak berguna ini " jawab Reno.


Siska menggelengkan kepalanya. " Tidak, Mas. Sekarang aku bisa lebih tenang dan aku hanya minta kamu tetap di sini. Beri aku kekuatan untuk berjuang melahirkan anak-anak kita " ucap Siska tersenyum.


" Pasti, Sayang " jawab Reno menggenggam tangan Siska lebih erat.


Setelah semuanya siap, Dokter Sinta memulai proses melahirkan pada Siska. Dokter Sinta memberikan arahan kepada Siska untuk menarik dan membuang napas hingga saat yang tepat untuk mengejan.


" Nona Siska tolong ikutin saya dan jangan mengejan sebelum saya perintahkan " ucap Dokter Sinta pada Siska.


Siska pun menganggukkan kepalanya.


" Mas, aku sudah tidak kuat lagi " ucap Siska putus asa.


" Kamu harus kuat, Sayang. Kamu wanita yang kuat dan aku yakin pasti bisa. Berjuang lah lagi Sayang, demi anak-anak kita " ucap Reno yang harus membuat Siska semangat berjuang lagi untuk melahirkan anak-anak mereka.


Reno tidak ingin yang terjadi pada istri pertamanya juga terjadi pada Siska. Ia harus membuat Siska semangat kembali untuk berjuang. Reno sebenarnya sangat tidak tega melihat Siska seperti ini dan sudah meminta Siska untuk melakukan operasi caesar saja tetapi Siska menolaknya. Selagi memungkinkan, Siska ingin melahirkan kedua buah hatinya secara normal.


" Istri Mas ini sangat hebat dan Mas sangat mencintai kamu, Sayang " ucap Reno lalu mengecup kening Siska cukup lama dan menyalurkan seluruh cintanya.


Siska seperti mendapatkan kekuatan yang sangat besar setelah mendengar ucapan cinta dan juga kekuatan dari Reno ia sudah bersiap untuk melahirkan anak-anaknya kembali.


" Kita coba lagi ya, Nona Siska. Kepala dari salah satu bayinya sudah terlihat " ucap Dokter Sinta pada Siska yang terlihat sudah siap kembali.


" Baik Dokter " jawab Siska.

__ADS_1


Setelah itu Siska mulai mengatur napasnya kembali dan mengejan saat Dokter Sinta memintanya.


" Mengejan Nona " ucap Dokter Sinta memberi instruksi.


" Eeeeggggghhhhhh " teriak Siska dengan sekuat tenaga.


Hingga beberapa saat kemudian, terdengar suara bayi memenuhi ruang persalinan itu, yang artinya salah satu dari anak mereka sudah lahir ke dunia.


" Sayang, anak kita sudah lahir. Terima kasih Sayang, aku sangat mencintaimu " ucap Reno mengecup seluruh wajah Siska.


Siska tersenyum dan air matanya lolos begitu saja saat mendengar suara tangisan itu.


" Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, bayi pertama laki-laki dan sehat tanpa suatu kekurangan apapun " ucap Dokter Sinta memperlihatkan bayi berjenis kelamin laki-laki itu pada Reno dan Siska.


" Anak Bunda " ucap Siska dengan air mata yang terus mengalir karena bahagia.


Reno juga tidak bisa menahan air matanya melihat bayi yang merupakan putranya itu.


Setelah itu Dokter Sinta memberikan bayi itu pada perawat untuk dibersihkan dan meminta Siska untuk bersiap melahirkan bayi yang kedua.


" Atur napas lagi dan mulai mengejan " ucap Dokter Sinta pada Siska.


Siska pun menganggukkan kepalanya dan mulai mengatur napasnya kembali. Siska mengejan dan bayi kedua pun lahir dengan lancar.


" Selamat Tuan Reno dan Nona Siska, kedua putra kalian lahir dengan selamat " ucap Dokter Sinta kembali memperlihatkan bayi kedua mereka.


Hati Reno dan Siska merasa sangat lega karena kedua bayi mereka dengan lancar.


" Terima kasih Sayang. Kamu telah memberikan kebahagiaan yang tidak ternilai untuk Mas. Dua jagoan kita yang akan menjaga kamu nantinya " ucap Reno pada Siska.


Siska hanya menganggukkan kepalanya. Ia merasa sangat lemas karena tenaga habis untuk melahirkan kedua putranya tapi itu tidak masalah karena terganti dengan kebahagiaan yang begitu besar.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2