Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
45. Tertunda Lagi


__ADS_3

Reno yang sudah tidak tahan dengan suasana canggung itu pun mencoba untuk berbicara pada Siska. Ia ingin membicarakannya baik-baik pada Siska dan jika Siska belum siap untuk melayani kebutuhan biologisnya, Reno tidak akan memaksanya.


" Dek Siska " panggil Reno pada Siska.


" Iya Mas " jawab Siska menoleh pada Reno.


" Kita kan sudah sah sebagai suami istri dan Mas belum memberikan nafkah batin sama kamu " ucap Reno mengentikan ucapannya.


Deg deg deg.


Jantung Siska berdegup sangat kencang saat ini. Ia sudah tahu apa yang dimaksud Reno dan ia memang harus siap memberikan Reno haknya sebagai suami.


" Apa Mas boleh meminta hak Mas sebagai suami sekarang? " tanya Reno menatap mata Siska.


Siska langsung menundukkan kepalanya dan terdiam. Reno yang melihat itu pun tidak ingin memaksakan kehendaknya pada Siska.


" Kalau kamu belum siap, Mas akan tunggu sampai kamu siap " ucap Reno tidak ingin Siska melakukannya dengan terpaksa.


Siska mendongakkan kepalanya mendengar ucapan Reno. " Aku siap, Mas. Sudah kewajiban aku kasih hak itu sama Mas " ucap Siska mencoba tersenyum walaupun ia merasa sangat gugup.


Reno tersenyum. " Kamu yakin? " tanya Reno memastikan.


Siska pun menganggukkan kepalanya.


Reno mendekatkan wajahnya ke wajah Siska. Siska bahkan bisa merasakan hembusan napas Reno yang mengenai wajahnya. Sedetik kemudian, Siska merasakan ada sebuah benda kenyal yang menempel di bibir. Siska memejamkan matanya dan menikmati saat Reno mulai ******* bibirnya. Siska hanya diam dan tidak tahu harus berbuat apa karena ini ada ciuman pertamanya. Tanpa sadar, Siska membuka sedikit mulutnya dan membuat Reno menciumnya semakin dalam.


Reno begitu bersemangat saat merasakan lembutnya bibir Siska dan merasakan kembali ciuman yang sangat lama tidak ia rasakan. Reno terus mencium bibir Siska hingga tidak ada puasnya.


Tiba-tiba saja, Siska merasakan sesuatu keluar dari inti tubuhnya. Siska pun langsung memukul pelan dada Reno agar melepaskan ciuman mereka.


" Sebentar, Mas " ucap Siska setelah ciuman itu terlepas.


Siska turun dari tempat tidur dan berlari memasuki kamar mandi. Reno merasa bingung dengan tingkah Siska dan merasa khawatir. Ia pun langsung menyusul Siska dengan berdiri di depan pintu kamar mandi.


" Dek Siska, kamu gak papa kan? " tanya Reno dari luar.


" Aku gak papa, Mas " jawab Siska di dalam kamar mandi.


Sedangkan di kamar mandi, Siska sedang memastikan apa yang tadi ia rasakan. Siska membuka celananya dan benar saja ia sedang datang bulan sekarang. Ini memang sudah waktunya ia datang bulan dan itu datang malam ini di saat ia akan melakukan itu dengan Reno. Siska pun menjadi merasa bersalah pada Reno.


" Kenapa harus sekarang sih? " ucap Siska menghela napasnya panjang.

__ADS_1


Siska membuka pintu kamar mandi dan terlihat Reno yang sedang berdiri di sana.


" Kamu kenapa, Sayang? " tanya Reno khawatir.


" Aku gak papa, cuma aku datang bulan " jawab Siska menundukkan kepalanya.


Reno merasa kecewa mendengar itu tapi ia tidak bisa menyalahkan Siska apalagi melihat Siska yang merasa bersalah.


" Maaf ya, Mas " ucap Siska merasa bersalah.


" Gak papa Sayang. Kita bisa melakukannya lain kali " ucap Reno tersenyum.


Siska pun mendongakkan kepalanya mendengar itu.


" Kamu gak marah? " tanya Siska menatap Reno.


" Aku gak marah ya walau sedikit kecewa sih " jawab Reno.


Siska merasa lega karena Reno tidak marah kepadanya tapi tetap saja ia merasa bersalah karena dirinya datang bulan sehingga tidak bisa memberikan hak Reno.


" Sekarang kita tidur yuk " ajak Reno pada Siska.


" Sebentar, Mas " cegah Siska.


" Aku harus ganti dulu jadi bisa gak aku minta tolong sama kamu buat ambilin aku pembalut sama ****** ***** di lemari " ucap Siska dengan wajah yang sangat merah karena malu.


Reno pun tersenyum. " Baiklah. Kamu tunggu di sini " jawab Reno.


Reno beranjak pergi dan mengambilkan barang yang dibutuhkan oleh Siska di lemari.


" Aduh, malu banget " ucap Siska menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Tak lama kemudian, Reno sudah kembali dengan membawa barang yang dibutuhkan oleh Siska dan memberikannya pada Siska.


" Ini " ucap Reno memberikan itu pada Siska.


" Makasih, Mas " jawab Siska.


Siska pun dengan segera mengambil barang itu dan menutup pintu kamar mandi kembali. Sedangkan Reno hanya tertawa kecil melihat tingkah Siska yang sedang malu.


Kemudian Reno naik ke tempat tidur terlebih dahulu dan tak lama, Siska sudah keluar dari kamar mandi lalu bergabung dengan Reno.

__ADS_1


" Sekali lagi aku minta maaf ya, Mas " ucap Siska masih merasa bersalah.


" Iya, gak papa. Lagi pula itu bukan salah kamu jadi kamu gak perlu minta maaf " jawab Reno tersenyum.


" Sekarang kita tidur aja. Ini sudah malam " ucap Reno pada Siska.


Reno dan Siska pun merebahkan tubuh mereka di atas tempat tidur. Reno menarik tubuh Siska dalam pelukannya dan menjadikan tangannya sebagai bantal. Siska dengan senang hati menerima pelukan itu. Ia juga sudah mulai terbiasa tidur dengan dipeluk oleh Reno.


***


Keesokkan paginya, Siska sudah sibuk memasak di dapur untuk sarapan. Ia memasak capcay karena permintaan Reno yang sangat menyukai capcay buatannya. Siska juga menggoreng ayam dan juga tempe sebagai tambahan.


" Bu, tolong lanjutin ya. Saya mau melihat Nadia dulu " ucap Siska pada Bu Ijah.


" Baik, Nyonya " jawab Bu Ijah.


Siska langsung pergi ke kamar Nadia terlihat Nadia masih asik menggambar dan belum juga mandi.


" Sayang, sudah dulu ya gambarnya. Sekarang Nadia mandi terus sarapan " ucap Siska pada Nadia.


" Iya Bunda " jawab Nadia menurut.


Siska pergi ke kamar mandi di kamar Nadia lalu menyiapkan air hangat. Setelah itu ia keluar dan membiarkan Nadia mandi sendiri.


Siska merapikan alat gambar Nadia dan meletakkan pada tempatnya. Ia juga menyiapkan pakaian ganti untuk Nadia.


Setelah Nadia selesai mandi, Siska pun membantu Nadia untuk berpakaian dan juga menyisir rambutnya yang sudah mulai panjang. Siska juga memberikan jepit di rambut Nadia.


" Nah, anak Bunda sudah cantik " ucap Siska dan Nadia pun tersenyum.


" Sekarang Nadia ke meja makan ya. Bunda mau liat Ayah sudah siapa atau belum " ucap Siska.


" Iya Bunda " jawab Nadia.


Kemudian Siska keluar dari kamar itu lalu pergi ke kamarnya dan Reno untuk melihat Reno apakah ia sudah siap. Siska benar-benar menjalankan perannya sebagai seorang istri dan juga ibu di umurnya yang masih sangat muda.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2