Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
41. Mengantar ke Kampus


__ADS_3

Keesokkan paginya, Siska sudah sangat sibuk menyiapkan sarapan di dapur bersama dengan Bu Ijah. Sarapan pagi ini, ia hanya memasak nasi goreng dan telur dadar sesuai dengan permintaan Nadia.


" Bu, tolong lanjutkan tata di meja makan ya. Saya harus siap-siap buat pergi ke kampus " ucap Siska pada Bu Ijah.


Hari ini Siska sudah mulai masuk kuliah lagi setelah sepuluh hari ia izin cuti untuk menikah. Beruntung ia tidak ada jadwal praktek saat itu sehingga ia bisa mendapatkan izin.


" Baik, Nyonya " jawab Bu Ijah.


Siska pun langsung pergi ke kamar tamu yang ia tempati. Di sana ada Reno yang baru saja selesai mandi dan hanya menggunakan handuk di pinggangnya. Wajah Siska langsung memerah dan ia pun mengalihkan pandangannya ke arah lain.


" Aku siapkan baju kerja buat Mas " ucap Siska pada Reno.


" Gak usah, Dek. Kamu kayaknya lagi buru-buru. Kamu juga harus bersiap-siap ke kampus kan " tolak Reno.


" Ya sudah kalau gitu " jawab Siska.


Siska mengambil baju ganti dan handuk di dalam koper miliknya lalu membawanya ke kamar mandi.


Lima belas menit kemudian, Siska keluar dari kamar mandi dengan rambutnya yang basah. Reno juga sudah sangat rapi dengan pakaian kerjanya. Siska duduk di tepi tempat tidur untuk mengeringkan rambutnya, di sana tidak ada meja rias.


" Nanti biar Mas antar kamu ke kampus " ucap Reno setelah selesai memasang sepatunya.


" Emang Mas gak buru-buru ke kantor? " tanya Siska menghentikan kegiatannya.


" Enggak, Mas cuma harus beberapa berkas aja nanti jadi bisa antar kamu dulu " jawab Reno.


Siska pun menganggukkan kepalanya. Ia merasa senang karena Reno akan mengantarkannya pergi ke kampus.


Setelah selesai mengeringkan rambutnya, Siska segera mengikat rambutnya itu lalu memoleskan make up natural di wajahnya. Setelah itu ia memakai jilbab segi empat yang sesuai dengan warna bajunya.


" Sudah siap? " tanya Reno berdiri dari posisi duduknya.


Reno sengaja menunggu Siska selesai bersiap agar mereka bisa keluar bersama-sama.


" Sudah, Mas " jawab Siska.


" Ayo kita keluar " ajak Reno pada Siska.


Siska mengambil tas untuk kuliah lalu keluar dari kamar itu beriringan dengan Reno.


Di meja makan, sudah ada Arisa dan Nadia yang menunggu mereka untuk sarapan bersama.


" Apa kalian menunggu lama? " tanya Siska pada mereka lalu duduk di antara Reno dan Nadia.


" Gak kok, Bun. Nadia baru aja ke meja makan sama Tante Arisa " jawab Nadia.

__ADS_1


Setelah itu mereka pun mulai sarapan dengan nasi goreng dan telur dadar buatan Siska pagi ini. Nadia begitu menikmati nasi goreng buatan Siska itu, mungkin ia sangat menyukainya.


" Sayang, Bunda kuliah dulu ya. Kamu baik-baik di rumah sama Bu Ijah " ucap Siska pada Nadia.


" Iya Bunda " jawab Nadia tersenyum.


" Ayah juga berangkat kerja ya " ucap Reno mengecup puncak kepala putrinya itu.


" Iya Ayah. Ayah sama Bunda hati-hati di jalan ya " ucap Nadia pada Reno dan Siska.


" Iya Sayang " jawab Siska.


Nadia mencium tangan Reno dan Siska bergantian.


" Assalamualaikum " ucap Reno dan Siska bersamaan.


" Walaikumsalam " jawab Nadia.


Reno dan Siska naik ke dalam mobil lalu Reno melajukannya ke kampus Siska. Kebetulan kampus Siska dan kantor Reno memiliki jalan yang searah.


" Nanti pulang jam berapa? " tanya Reno pada Siska di tengah perjalanan.


" Mungkin sekitar jam empat sore, Mas. Aku harus urus pindah jurusan juga hari ini jadi lama " jawab Siska.


" Iya Mas, kalau gak keberatan jemput aku " ucap Siska tanpa melihat ke arah Reno.


" Jelas enggak keberatan dong " jawab Reno tersenyum.


Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di kampus Siska. Reno hanya mengantar Siska sampai depan kampus saja.


" Aku keluar dulu ya, Mas " ucap Siska pada Reno.


" Iya Sayang. Kamu yang semangat kuliahnya " jawab Reno.


" Mas juga semangat kerjanya dan hati-hati di jalan " ucap Siska tersenyum.


" Iya Sayang " jawab Reno sambil membalas senyuman Siska.


Siska mencium tangan Reno dan Reno tak lupa mencium kening Siska.


" Assalamualaikum " ucap Siska.


" Walaikumsalam " jawab Reno.


Siska turun dari mobil Reno dan melambaikan tangannya hingga mobil Reno sudah tidak terlihat lagi di matanya.

__ADS_1


Kemudian Siska pergi menuju gedung fakultasnya dengan senyum yang terus mengembang. Ia begitu bahagia hari ini. Hubungannya dengan Reno sudah semakin baik dan juga sikap hangat dan perhatian Reno membuat hatinya berbunga-bunga.


" Aku bisa gila kalo gini terus " ucap Siska tersenyum menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Setelah itu ia langsung pergi ke kelas yang akan ia ikuti karena sebentar lagi akan dimulai. Walaupun otaknya sudah tidak sanggup menerima mata kuliah di fakultas kedokteran tapi setidaknya ia harus selalu hadir untuk mengisi absen.


Dua jam kemudian, Siska merasa sangat lega saat mata kuliah yang membuat kepala pusing itu sudah berakhir. Siska segera pergi ke kantin untuk meminum jus jeruk agar kepala menjadi segar kembali.


Setelah memesan jus jeruk dan seporsi siomay, Siska memilih duduk di sebuah kursi yang berada di pojok kantin agar lebih tenang.


" Silakan, Mbak " ucap seorang pelayan kantin mengantarkan pesanan Siska.


" Terima kasih " jawab Siska.


Siska pun mulai menikmati siomay dan juga jeruk itu dengan tenang hingga Risky dan Dareen datang menghampirinya. Mereka terkejut dengan penampilan baru Siska.


" Tobat lo, Sis? " ucap Dareen setelah duduk bersama Risky.


" Iya dong. Masa kayak lo gak tobat-tobat " jawab Siska sambil menikmati siomay miliknya.


" Ya gue entar dulu lah. Gue kan ya gak bandel-bandel amat " ucap Dareen.


" Jangan ngomong mulu. Mending lo pesenin gue sana, laper nih " ucap Risky pada Dareen.


" Enak banget ya lo nyuruh gue " ucap Dareen kesal.


Walaupun kesal, tetapi Dareen tetap pergi untuk memesan makanan untuk dirinya dan Risky.


" Gue denger lo sudah nikah ya sama duda kenalan Leon " ucap Risky setelah Dareen pergi.


" Kalian tau? " tanya Siska karena ia tidak memberitahukan kepada siapapun selain keluarga.


Risky pun menganggukkan kepalanya. " Gue dan anak-anak yang lain tau walaupun gak lo undang " jawab Risky.


" Bukannya gue gak mau undangan kalian tapi itu cuma akad doang dan cuma keluarga yang dateng. Gue pasti undang kalian di resepsi nanti " ucap Siska agar temannya itu tidak salah paham.


Tak lama kemudian, Dareen pun kembali dengan membawa sebuah nampan yang berisi makanan. Mereka pun mulai memakan itu sebelum harus kembali mengikuti mata kuliah mereka masing-masing.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2