Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
75. Tokyo Tower


__ADS_3

Reno mengakhiri kegiatannya lalu masuk kembali ke dalam kamar. Reno meletakkan laptop miliknya di atas meja lalu ia mendekati tempat tidur. Reno duduk di tepi tempat tidur dan mencoba untuk membangunkan Siska karena sudah memasuki jam makan siang. Reno tidak ingin Siska melewatkan makan siang dan untuk melaksanakan sholat dzuhur.


" Sayang bangun yuk " ucap Reno menepuk pipi Siska pelan.


Merasa tidurnya terganggu, Siska pun mulai membuka matanya. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah tampan Reno yang sedang tersenyum kepadanya.


" Emgh, ngantuk " gumam Siska sambil meregangkan otot-otot tubuhnya yang kaku.


" Ayo bangun, ini sudah masuk jam makan siang. Kita sholat dzuhur dulu baru makan siang " ucap Reno pada Siska.


" Iya Mas " jawab Siska.


Kemudian Siska bangkit dan turun dari tempat tidur walaupun ia merasa masih sangat mengantuk tapi ia harus tetap bangun untuk sholat dzuhur dan makan siang. Siska masuk ke dalam kamar mandi untuk membasuh wajahnya dan mengambil air wudhu. Setelah itu, Siska segera keluar dari kamar mandi untuk bergantian dengan Reno.


Selagi Reno mengambil air wudhu di kamar mandi, Siska menyiapkan alat sholat untuk mereka gunakan. Mereka pun langsung melaksanakan sholat dzuhur berjamaah setelah Reno mengambil air wudhu.


Seperti biasa, setelah selesai melaksanakan sholat berjamaah, Siska selalu mencium tangan Reno dan Reno juga tidak lupa untuk mencium kening Siska.


" Sini biar aku yang beresin " ucap Siska mengambil alih sarung dan baju koko serta sajadah dari Reno.


Siska melipat semua itu dan meletakkannya ke dalam lemari bersama dengan mukena yang tadi ia pakai. Sedangkan Reno memesan makanan dari salah satu restoran halal yang ada di Tokyo.


" Sayang, tadi Nadia video call terus cariin kamu. Tapi karena kamu tidur jadi aku bilang bakal telpon balik kalau kamu sudah bangun " ucap Reno pada Siska.


" Seharusnya kamu bangunin aku aja, Mas. Nadia pasti sedih karena aku belum ada telpon sama sekali " ucap Siska merasa bersalah karena belum menghubungi putrinya itu.


" Aku gak tega Sayang, kamu tidurnya pules banget. Nadia juga ngerti kok kalau kamu kecapekan jadi belum sempat telpon dia " jawab Reno.


Siska mengambil ponselnya yang tadi ia isi daya lalu ia bergabung dengan Reno yang sudah lebih dulu duduk di sofa. Siska juga langsung melakukan panggilan video pada Nadia selagi menunggu makanan pesanan mereka datang. Tak butuh waktu lama Nadia menjawab panggilan video itu.


" Assalamualaikum, Sayang " ucap Siska saat melihat wajah Nadia di ponselnya.


" Walaikumsalam, Bunda " jawab Nadia dari sebrang sana.

__ADS_1


" Maaf ya Sayang, Bunda baru telpon Nadia " ucap Siska pada Nadia.


" Iya gak papa Bunda, Bunda pasti kecapekan habis perjalanan jauh dan butuh istirahat " jawab Nadia yang begitu pengertian.


Siska pun tersenyum, Nadia memang anak yang baik dan sangat pengertian.


" Terima kasih ya, Sayang. Kamu baik-baik ya di sana, jangan nakal dan turut apa kata Oma sama Opa " ucap Siska yang tahu Nadia sekarang di rumah kedua orang tuanya.


" Iya Bunda " jawab Nadia.


Setelah itu mereka pun mengobrol cukup lama hingga akhirnya Siska menyuruh Nadia untuk beristirahat dan tidur siang.


***


Matahari sudah tidak terlihat lagi dan cahayanya berganti dengan cahaya lampu. Malam ini Reno dan Siska akan pergi untuk melihat Tokyo Tower. Siska sudah siap dengan menggunakan blus dan rok plisket serta pashmina crinkle yang menutupi kepalanya. Tak kalah, Reno menggunakan sebuah kemeja pendek yang dipadukan dengan celana panjang berwarna hitam.


" Ayo Mas " ajak Siska mengambil tas selempang miliknya.


" Iya Sayang " jawab Reno.


Reno dan Siska berjalan dengan terus bergandengan tangan. Butuh waktu sekitar kurang lebih tiga puluh menit untuk sampai di Tokyo Tower untuk ukuran berjalan kaki orang Indonesia. Kalau saja untuk orang Jepang mungkin akan lebih cepat karena mereka memiliki kecepatan berjalan yang jauh dari orang Indonesia karena sudah terbiasa.


Sesampainya di Tokyo Tower, Siska begitu terpesona dengan keindahan yang tersaji di sana dengan gemerlap lampu berwarna-warni. Walaupun bukan pertama kalinya ia melihat Tokyo Tower tapi entah mengapa kali ini terlihat sangat indah.



Menara Tokyo (Tokyo Tower) adalah sebuah menara di Taman Shiba, Tokyo, Jepang. Tinggi keseluruhan 332,6 m dan merupakan bangunan menara baja tertinggi di dunia yang tegak sendiri di permukaan tanah.


" Wah, indah banget ya Mas " ucap Siska tanpa mengalihkan tatapan pada Tokyo Tower.


" Iya Sayang " jawab Reno yang berdiri di samping Siska.


" Ini bukan pertama kalinya aku ke Jepang dan lihat Tokyo Tower tapi ini bener Tokyo Tower paling indah yang pernah aku lihat " ucap Siska pada Reno.

__ADS_1


Reno tersenyum tipis melihat Siska yang begitu bahagia melihat Tokyo Tower malam itu.


" Kalau gitu sekarang kita foto yuk. Kita harus mengabaikan momen indah ini " ajak Reno mengeluarkan ponsel dari kantong celananya.


" Iya Mas, ayo kita foto " jawab Siska sangat antusias.


Reno dan Siska pun segera mengabadikan momen indah itu dengan jepretan kamera dari ponsel Reno. Siska benar-benar memenuhi ruang galeri ponsel Reno malam itu tapi Reno tidak mempermasalahkannya dan malah ia sangat menyukainya.


" Foto ini bagus banget, Mas. Aku post di instagram aku ya " ucap Siska saat melihat-lihat hasil foto mereka.


" Iya Sayang " jawab Reno.


Ia tidak mempermasalahkan sama sekali jika Siska mengunggah foto kebersamaan mereka itu.


Siska pun langsung mengunggah foto itu di akun media sosial miliknya.


" Malam yang sangat indah di Tokyo Tower. Terima kasih, Suamiku ❤️" tulis Siska dalam keterangan unggahannya itu.


Setelah cukup lama berada di Tokyo Tower, Reno dan Siska pun akhirnya memutuskan untuk mencari makan malam terlebih dahulu sebelum kembali ke apartemen. Mereka mencari restoran halal yang ada di Tokyo.


***


Sementara itu, di belahan bumi yang lain. Frans baru saja melihat unggahan Siska dan ia sangat menyesal sempat menduakan Siska. Tapi ia juga merasa bersyukur karena sekarang Siska bahagia dan mendapatkan laki-laki yang baik.


" Aku selalu berharap buat kebahagiaan kamu, Siska " ucap Frans lalu menutup akun media sosial itu.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2