
Hari sudah berganti malam dan sikap Reno pun berubah menjadi dingin kepada Siska dan terlihat menghindarinya. Reno bersikap seperti itu karena ia merasa kecewa pada Siska yang tidak jujur dan terbuka kepada dirinya. Kemungkinan Reno akan tetap bersikap seperti itu sampai Siska sendiri yang mengatakan kepada dirinya tentang pertemuannya dengan Frans.
" Mas sudah selesai. Mas akan pergi ke ruang kerja " ucap Reno setelah menyelesaikan makan malamnya.
Reno terdiri dari duduknya dan langsung pergi ke ruang kerjanya tanpa menunggu jawaban dari Siska. Sedangkan Siska merasa bingung dan heran dengan perubahan sikap Reno itu, bahkan Nadia pun menyadari itu.
" Bunda, Ayah kenapa? Kenapa Ayah gak kayak biasanya? " tanya Nadia setelah Angga pergi dari meja makan.
" Mungkin Ayah capek terus Ayah juga masih banyak pekerjaan " jawab Siska memberikan alasan yang bisa diterima oleh Nadia.
Siska dan Nadia pun melanjutkan makan malam mereka yang memang belum selesai.
Setelah selesai makan malam, Siska langsung pergi ke kamar dengan diantar oleh Nadia karena ia tidak diizinkan naik dan turun tangga sendiri oleh Reno dan Nadia.
" Nadia ke kamar dulu ya, Bunda " pamit Nadia setelah mengantar Siska hingga di depan pintu kamar.
" Iya Sayang " jawab Siska.
" Selamat malam, Bunda " ucap Nadia sebelum pergi ke kamarnya.
" Selamat malam, Sayang " balas Siska lalu mencium puncak kepala Nadia.
Siska pun segera masuk ke dalam kamar setelah Nadia juga pergi ke kamar yang berada di lantai yang sama. Siska mendudukkan tubuhnya di atas tempat tidur dan menyandarkan tubuhnya karena pinggangnya terasa pegal.
" Mas Reno kenapa ya? Kenapa setelah kembali dari ruang kerjanya tadi sore sikapnya berubah? Mas Reno juga sepertinya sengaja menghindari aku? " ucap Siska yang entah memang perasaannya sangat peka atau perubahan sikap Reno yang begitu ketara.
" Mungkin Mas Reno memang lagi capek dan banyak pekerjaan jadinya seperti itu. Lebih baik aku tanyakan aja nanti " lanjut Siska.
__ADS_1
Siska mengusap pinggangnya yang terasa sangat pegal karena membawa beban yang cukup berat di perutnya tetapi ia tidak mengeluh karena menganggap ini adalah sebuah kenikmatan dari mengandung kedua buah hatinya dan Reno.
Cukup lama Siska menunggu dan waktu sudah hampir menunjukkan tengah malam tetapi Reno belum juga kembali dari ruang kerjanya. Siska yang sudah sangat mengantuk pun memutuskan untuk tidur terlebih dahulu dan tidak menunggu Reno lagi.
Sementara itu Reno yang sedang berada di ruang kerjanya memang sengaja menunggu Siska tidur baru ia kembali ke kamar mereka. Reno melakukan itu untuk menghindari Siska untuk sementara waktu.
" Mungkin sekarang Dek Siska sudah tidur " ucap Reno saat melihat jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam.
Reno pun keluar dari ruang kerjanya dan menuju kamarnya dan Siska.
Saat memasuki kamar, Reno bisa melihat Siska yang sudah terlelap di atas tempat tidur. Reno pun naik ke atas tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di samping Siska.
" Maafkan aku, Sayang. Tapi untuk saat ini aku benar-benar kecewa kepada kamu yang memilih menyembunyikan ini semua dari aku dan tidak jujur jika kamu bertemu dengan mantan kekasihmu hingga saling berpelukan " ucap Reno lirih dan menatap Siska dengan kecewa.
Reno membalik tubuhnya dan membelakangi Siska. Sebenarnya ia sedikit kesulitan untuk tidur dengan tidak memeluk Siska tapi rasa kecewanya lebih besar dari itu sehingga ia memilih tidur membelakangi sistem malam ini.
Keesokan paginya, Siska terbangun saat mendengar suara azan subuh berkumandang dari sebuah masjid tidak jauh dari rumah mereka. Siska menatap punggung Reno yang membelakanginya. Siska semakin dibuat bingung dan aneh dengan Reno yang sangat berubah hanya dengan satu malam. Reno tidak memeluknya bahkan tidur dengan membelakangi dirinya.
Tentu saja Siska merasa sedih dan juga kecewa dengan perubahan sikap Reno ini, tetapi Siska masih mencoba berpikir positif jika Reno memang sedang kelelahan.
Rindu sebenarnya merasakan pergerakan di sampingnya tetapi ia pura-pura tidak tahu. Reno segera bangun dan turun dari tempat tidur karena harus segera melaksanakan salat subuh.
" Cepatlah bangun dan kita sholat subuh berjamaah " ucap Reno dingin lalu langsung pergi ke kamar mandi.
Siska hanya menghela nafasnya berat melihat Reno yang seperti itu. Siska segera turun dari tempat tidur lalu menyiapkan peralatan salat untuk mereka selagi menunggu Reno di kamar mandi dan bergantian mengambil air wudhu.
Hingga waktu berpamitan untuk bekerja, Reno masih saja bersikap dingin dan berusaha menghindari Siska. Bahkan saat sarapan tadi Reno hanya diam dan memakan makanannya tanpa bertanya hal-hal kecil seperti biasanya.
__ADS_1
" Mas berangkat dulu " ucap Reno pada Siska.
" Iya Mas, kamu hati-hati di jalan ya " jawab Siska tersenyum seperti biasa mengantar suaminya bekerja.
Reno hanya menganggukkan kepalanya dan tanpa sebuah senyum di bibirnya.
Siska segera mencium tangan Reno dan Reno pun memberikan sebuah kecupan singkat di kening Siska. Kembali Siska merasa sedih karena Reno tidak memberikan kecupan penuh cinta seperti biasanya dan hanya sebagai pertanda saja.
" Assalamualaikum " ucap Reno.
" Walaikumsalam " jawab Siska.
Setelah itu Reno pun langsung masuk ke dalam mobilnya dan pergi menuju kantor tempatnya bekerja. Sedangkan Nadia sudah berangkat lebih dulu diantar oleh Bimo seperti biasanya.
" Mas Reno itu sebenarnya kenapa? Atau aku melakukan kesalahan? " ucap Siska menatap sendu mobil Reno yang hampir tidak terlihat lagi.
Siska takut jika ia melakukan kesalahan yang besar dan ia tidak menyadarinya karena Reno tidak mungkin bersikap seperti itu tanpa alasan yang jelas. Sebenarnya ia sudah ingin menanyakan alasan perubahan sikap Reno itu dari tadi malam tetapi Reno terus saja menghindarinya hingga pagi ini.
Siska pun masuk ke dalam rumah dan memutuskan untuk bersantai di ruang keluarga. Ia harus membuat dirinya rileks mungkin dan tidak terlalu memikirkan banyak karena itu bisa berpengaruh kepada kandungannya, apalagi dokter sudah mengatakan jika ia harus benar-benar menjaga kondisinya. Jika ia terlalu memikirkan banyak hal dan stress kemungkinan besar itu akan membuat dirinya merasakan kontraksi lebih awal sebelum waktunya. Itu juga yang akan membuat kondisinya menjadi tidak stabil.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1