
Setelah memikirkannya semuanya akhirnya Siska memutuskan untuk kembali pulang bersama Reno dan Nadia. Ia merasa bersalah saat melihat Nadia yang bersedih seperti.
" Sayang " panggil Siska pada Nadia.
Nadia pun menoleh ke arah Siska dengan wajah yang masih sedih. " Iya Bunda " jawab Nadia.
" Nadia jangan sedih lagi ya sekarang karena Bunda akan ikut pulang sama Nadia " ucap Siska tersenyum.
Nadia terkejut sekaligus senang mendengar itu. Begitu pun juga dengan Reno merasa senang karena istrinya mau pulang ke rumah mereka tapi ia juga tidak ingin Siska pulang hanya karena Nadia dan ia terpaksa.
" Sayang, kamu bisa pulang nanti kalau kamu memang masih mau tinggal di sini. Biar nanti Mas yang kasih pengertian lagi sama Nadia " ucap Reno karena tidak ingin Siska terpaksa pulang saat ia masih belum siap.
" Enggak, Mas. Aku mau pulang sama kalian " jawab Siska yakin.
Tentu saja Nadia sangat senang mendengar itu dan ia pun langsung memeluk Siska.
" Yee, akhirnya Bunda pulang " ucap Nadia sangat senang.
Siska pun tersenyum dan mengusap lembut kepala Nadia.
" Sekarang Nadia ke dalam dulu ya sama Opa dan Oma. Bunda mau bicara berdua dulu sama Ayah " ucap Siska pada Nadia.
" Iya Bunda " jawab Nadia.
Setelah itu Nadia pun langsung pergi masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Reno dan Siska berdua di sana.
" Sayang, kamu gak usah memaksakan untuk pulang kalau kamu belum siap karena Nadia " ucap Reno pada Siska setelah Nadia pergi.
" Enggak, Mas. Aku gak terpaksa, aku beneran mau pulang " jawab Siska.
" Aku minta maaf sama kamu karena keegoisan aku, aku pergi dari rumah dan ninggalin kamu sama Nadia. Aku sudah gagal menjadi seorang istri dan meninggalkan suaminya, aku juga mengabaikan tugas sebagai istri kamu dan ibu dari Nadia. Aku minta maaf, Mas " ucap Siska pada Reno sambil menundukkan kepalanya merasa bersalah.
Tanpa mengatakan apapun Reno langsung menarik Siska ke dalam pelukannya dan tangis Siska langsung pecah di sana. Ia benar-benar merasa bersalah karena sudah gagal menjadi istri dan ibu untuk Reno dan Nadia.
Reno membiarkan Siska menangis di dalam pelukannya dan mengusap lembut punggung Siska agar Siska bisa tenang.
" Kamu gak perlu minta maaf, Sayang. Kamu pergi juga karena kesalahan Mas jadi Mas yang harusnya minta maaf karena Mas selalu menyakiti hati kamu " ucap Reno setelah Siska tenang.
__ADS_1
Siska pun langsung menggelengkan kepalanya. " Enggak, Mas. Kamu bilang gitu karena kamu khawatir sama aku tapi aku malah mengira kalau kamu gak menginginkan anak dari aku " jawab Siska.
" Sudahlah, Sayang. Sekarang yang penting kamu sudah mau pulang ke rumah kita " ucap Reno tidak ingin Siska membahas itu lagi yang penting mereka sudah baik-baik saja sekarang.
Siska pun menganggukkan kepalanya.
" Tapi keputusan aku masih sama Mas. Aku tetap mau mempertahankan kedua anak kita " ucap Siska pada Reno.
Reno menggenggam kedua tangan Siska. " Mas akan mendukung semua keputusan kamu " ucap Reno tersenyum.
" Lagipula vonis dokter belum tentu terjadi, kan. Kita bisa terus berusaha dan berdoa, juga jaga keadaan kamu terus biar kamu sehat sampai melahirkan anak-anak kita " lanjut Reno.
" Iya Mas " jawab Siska tersenyum.
Siska merasa lega dan bahagia karena Reno mendukung keputusannya sekarang untuk mempertahankan kedua anak mereka.
***
Reno dan Siska serta Nadia berada di rumah itu hingga sore hari dan mereka baru memutuskan untuk pulang karena Nadia yang masih merindukan Daddy Smith dan Mommy Amelia. Setelah merapikan semua barang-barang Siska ke dalam koper, mereka pun langsung pamit untuk pulang.
" Jangan bicara seperti itu, Daddy sama Mommy tidak merasa direpotkan " ucap Daddy Smith mengusap kepala putrinya itu.
" Iya Sayang. Daddy sama Mommy seneng kalau kalian sering-sering ke sini " tambah Mommy Amelia.
Setelah berpamitan, Reno dan Siska serta Nadia pun langsung masuk ke dalam mobil. Selama perjalanan, Nadia tertidur di kursi penumpang karena ia merasa lelah setelah seharian bermain dengan Daddy Smith dan Mommy Amelia.
Siska tersenyum saat Reno mengecup tangannya dan terus menggenggamnya sepanjang perjalanan.
" Mas, lepasin tangan aku. Kami harus fokus nyetir lho " ucap Siska takut Reno malah tidak fokus untuk menyetir dan berbahaya untuk mereka.
" Mas akan tetap bisa fokus menyetir, Sayang " jawab Reno tidak ingin melepaskan genggaman tangannya.
Siska pun akhirnya hanya bisa pasrah dan membiarkan Reno menggenggam tangan hingga mereka sampai rumah.
Sesampainya di rumah, Siska masuk lebih dulu karena Reno harus menggendong Nadia yang tertidur. Mereka tidak tega untuk membangunkan Nadia apalagi melihat wajah lelah putri mereka itu.
Saat Siska hendak menaiki tangga, Reno segera melarangnya karena takut Siska akan terjatuh nanti dengan perut yang besar seperti itu.
__ADS_1
" Stop, Sayang. Kamu tunggu aku di sini, aku mau anterin Nadia ke kamarnya " cegah Reno.
" Kenapa, Mas? Aku bisa naik tangga sendiri " ucap Siska pada Reno
" Enggak, pokoknya tunggu Mas di sini " ucap Reno tidak ingin dibantah.
Siska hanya bisa menurut dan menunggu Reno yang sedang mengantarkan Nadia ke kamarnya.
Tak lama kemudian Reno sudah kembali menghampiri Siska dan langsung mengangkat tubuh Siska.
" Mas " pekik Siska terkejut.
" Sudah diam. Mas cuma gak mau kamu kenapa-napa " ucap Reno pada Siska.
Siska menghela napasnya panjang dan diam saja saat Reno menaiki tangga dengan menggendong dirinya yang sudah di pastikan sangat berat karena berat badannya sudah naik delapan kilo hingga saat ini.
Reno baru menurunkan Siska saat mereka sudah di sisi tempat tidur. Reno kembali keluar dari kamar karena ia harus mengambil koper milik Siska.
Sembari menunggu Reno, Siska memilih untuk pergi ke balkon dan menikmati udara di sore itu.
" Akhirnya aku kembali lagi ke rumah ini " gumam Siska.
Saat Siska sedang menikmati langit sore tiba-tiba sebuah tangan melingkar di pinggangnya dan bisa dipastikan siapa pemiliknya.
" Aku kangen, Sayang " ucap Reno menyusupkan wajahnya ke leher Siska yang masih tertutup hijab.
" Aku juga, Mas " jawab Siska yang juga merasa rindu pada suaminya.
Setelah itu mereka pun terdiam meluapkan kerinduan di hati keduanya dengan berpelukan dan menikmati suasana sore hari itu yang begitu indah.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1