
Reno dan Siska masih berada di kediaman Keluarga Wicaksono untuk menunggu Arisa bangun dan mengajak Arisa tinggal di rumahnya tapi Arisa menolaknya karena ia takut jika Angga kembali lagi ia tidak bisa menjadi orang yang pertama yang menemuinya.
" Maafin Arisa, Bang. Arisa bukannya gak mau tinggal sama Abang tapi Mas Angga minta agar Arisa tetap di sini selama dia belum kembali. Bukankah Arisa tidak bisa pergi tanpa izin dari Mas Angga. Arisa sudah menikah dan ini sekarang tempat tinggal Arisa di rumah keluarga suami Arisa. Meski nanti Arisa pulang, Arisa akan pulang ke rumah kami. Arisa gak bisa ikut sama Abang dan Kak Siska " ucap Arisa pada Reno.
" Baiklah, kalau itu mau kamu. Tapi kalau kamu mau tinggal sama Abang, pintu rumah Abang selalu terbuka buat kamu " jawab Reno mengerti.
Arisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Walaupun khawatir tidak berada didekat adiknya di saat seperti ini tetapi ia tidak bisa memaksakan kehendaknya pada Arisa. Apalagi yang dikatakan Arisa itu benar, Arisa sudah menikah dan seharusnya tinggal bersama keluarga suaminya. Ia bisa mengunjungi Arisa lagi nanti jika ia ingin bertemu dengan adiknya itu.
Setelah itu Reno dan Siska langsung pamit untuk pulang karena hari akan segera berganti malam dan mereka berdua telah cukup lama meninggalkan Nadia di rumah.
" Kamu yang bilang sendiri kalau adik kamu itu kuat jadi kamu tidak perlu terlalu khawatir. Aku yakin Arisa pasti bisa melewati ini semua dengan tegar. Kita hanya bisa memberikan dukungan dan semangat serta selalu ada untuk dia jika dia membutuhkan kita " ucap Siska saat mereka sedang di perjalanan pulang.
Siska sebenarnya mengerti bagaimana perasaan suaminya itu tetapi ia juga tidak ingin Reno berlarut juga dalam kesedihan sedangkan tadi dia yang menguatkan Arisa.
" Iya Sayang " jawab Reno tersenyum.
" Mas cuma merasa tidak tega melihat adik Mas satu-satunya terpuruk seperti ini. Mas tidak bisa membayangkan jika Angga benar-benar tidak selamat dan Arisa akan menjadi seorang janda di usianya yang masih sangat muda " ucap Reno mengusap wajahnya kasar.
" Jika memang itu sudah takdir Arisa, dia pasti bisa menjalani semua itu. Allah juga pasti akan memberikan Arisa kekuatan untuk menghadapi semuanya. Aku yakin Arisa pasti akan menemukan kebahagiaannya nanti " ucap Siska pada Reno.
Reno pun menganggukkan kepalanya. Mungkin ia harus juga menenangkan dirinya dan berusaha untuk mendukung serta selalu ada untuk Arisa, adiknya.
Sesampainya di rumah, Reno dan Siska langsung disambut oleh Nadia yang sepertinya sedang menunggu mereka.
" Assalamualaikum " ucap Reno dan Siska bersamaan.
" Walaikumsalam " jawab Nadia lalu mencium tangan kedua orang tuanya.
__ADS_1
Reno dan Siska duduk di sofa ruang tamu karena mereka merasa lelah, apalagi Siska.
" Ayah sama Bunda sudah tau tentang berita Om Angga? " tanya Nadia pada Reno dan Siska.
" Nadia tadi liat di tv kalau Om Angga menjadi korban ledakan bom " lanjut Nadia.
" Iya, Ayah sama Bunda sudah tau. Ayah dan Bunda juga baru dari rumah Om Ardi untuk menemui Tante kamu " jawab Angga.
Tadi setelah mandi, Nadia menyalakan televisi untuk menonton kartun tetapi saat televisi itu menyala ia melihat berita mengenai Angga. Ia ingin bertanya pada kedua orang tuanya tetapi mereka tadi tidak ada di rumah.
" Terus Tante Arisa gimana? Nadia mau ketemu Tante Arisa " ucap Nadia khawatir.
" Tante Arisa lagi sedih sekarang jadi kalau Nadia mau ketemu Tante Arisa saat Tante Arisa sudah gak sedih lagi ya " ucap Reno yang tidak memungkinkan mengajak Nadia bertemu dengan Arisa saat ini.
" Iya Ayah " jawab Nadia yang tidak bisa memaksa.
" Sayang, sekarang Nadia siap-siap buat sholat magrib ya. Ayah sama Bunda juga mau siap-siap " ucap Siska pada Nadia
" Iya Bunda " jawab Nadia.
Setelah itu Siska juga mengajak Reno untuk pergi ke kamar mereka, begitu juga Nadia yang langsung pergi ke kamarnya.
***
Pada malam harinya, Reno naik ke atas tempat tidur setelah mengunjungi Tuan Gunawan dan menanyakan bagaimana keadaan Arisa. Reno merasa sedikit lega dan tenang setelah mendengar jika Arisa sudah lebih baik. Ia juga mendapat sebuah kabar bahagia jika ternyata kedua orang tua Angga masih hidup dan sekarang bersama mereka.
" Gimana, Mas? " tanya Siska pada Reno.
__ADS_1
" Alhamdulillah Arisa sudah lebih baik " jawab Reno.
" Lalu ada satu kabar baik. Ternyata orang tua Angga masih hidup dan selama ini mereka disembunyikan oleh seseorang karena ada orang yang ingin mencelakai mereka. Sekarang mereka sudah di rumah keluarga Wicaksono dan bersama mereka " lanjut Reno.
Siska cukup terkejut karena yang ia tahu jika Angga sudah tidak memiliki siapapun sehingga keluarga Wicaksono menganggapnya sebagai keluarga mereka. Tapi ia juga bahagia karena Arisa mendapatkan orang-orang penting untuk Angga di saat seperti ini.
" Beneran, Mas? " tanya Siska memastikan.
" Iya Sayang. Tuan Gunawan yang bilang " jawab Reno.
" Alhamdulillah kalau gitu, Mas. Aku benar-benar tidak menyangka orang tua Kak Angga masih hidup " ucap Siska turut senang.
" Iya Sayang, Mas juga tidak menyangka " jawab Reno.
" Sekarang Mas tidak perlu terlalu khawatir lagi karena akan semakin banyak orang di sisi Arisa dan menguatkannya " ucap Siska pada Reno.
Reno pun menganggukkan kepalanya membenarkan yang dikatakan oleh Siska.
Setelah itu Siska mengajak Reno untuk tidur karena ia sudah mengantuk. Seperti biasa Siska akan menyusupkan kepalanya di dada Reno dan tidur dalam pelukan suaminya itu.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1