Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
43. Belanja Bulanan


__ADS_3

Siska berencana akan pergi ke supermarket untuk belanja bulanan setelah makan malam karena saat sampai rumah tadi Bu Ijah memberitahukan bahwa bahan makanan mereka sudah mulai habis. Siska akan minta izin pada Reno untuk pergi ke supermarket yang lumayan jauh dari rumah itu.


" Mas " panggil Siska pada Reno yang sedang bekerja di ruang keluarga sembari menemani Nadia yang sedang belajar.


" Iya Dek " jawab Reno menghentikan kegiatannya.


" Aku mau izin buat belanja bulanan ke supermarket. Kata Bu Ijah bahan makanan kita sudah mulai habis " ucap Siska meminta izin untuk pergi.


" Ya sudah, biar Mas temani kamu " jawab Reno mematikan laptop di pangkuannya.


" Emang Mas lagi gak sibuk? " tanya Siska takut mengganggu Reno.


" Enggak kok " jawab Reno tersenyum.


Reno pun langsung berdiri dari posisi duduknya.


" Sayang, kamu ditemani Bu Ijah dulu ya. Bunda sama Ayah mau belanja bulanan sebentar " ucap Siska pada Nadia yang sedang belajar.


" Iya Bunda tapi belikan Nadia es krim ya " ucap Nadia menitip es krim.


" Iya Sayang. Nanti Bunda belikan es krim buat Nadia " jawab Siska.


Setelah itu, Siska dan Reno pergi ke kamar untuk bersiap-siap ke supermarket. Siska hanya tinggal memakai jaket dan mengambil dompet serta ponselnya.


" Ini buat keperluan rumah dan keperluan Nadia, kamu yang atur ya sekarang " ucap Reno memberikan sebuah kartu kredit dari sebuah bank pada Siska.


" Iya Mas " jawab Siska menerima kartu itu.


" Dan ini nafkah dari aku buat kamu. Kamu bisa pakai untuk keperluan pribadi kamu " ucap Reno memberikan sebuah kartu lagi pada Siska.


" Loh ini kan sudah, Mas " ucap Siska menunjukkan kartu di tangannya.


" Itu buat buat keperluan rumah dan yang ini nafkah dari aku. Jadi kamu harus terima " ucap Reno meletakkan kartu itu di tangan Siska.


" Makasih ya, Mas " ucap Siska pada Reno.


" Iya Sayang, itu sudah kewajiban Mas " jawab Reno.


Kemudian mereka pun langsung pergi ke supermarket dengan menggunakan mobil. Hanya tubuh waktu lima belas menit, akhirnya mereka pun sampai. Mereka mengambil sebuah troli dan Reno yang mendorongnya.


Reno dan Siska pergi ke tempat beras terlebih dahulu karena itu yang sudah habis di rumah.

__ADS_1


" Biasanya beli berapa kilo, Mas? " tanya Siska pada Reno.


" Mas gak tau, biasanya yang belanja Bu Ijah " jawab Reno.


Siska tampak berpikir seperti dan memperkirakan berapa beras yang dibutuhkan selama satu bulan dengan adanya orang di rumah. Hingga Siska memutuskan untuk membeli lima puluh kilo beras. Reno memasukkan lima karung beras ke dalam troli.


" Setelah ini kita cari bumbu-bumbu dan sabun " ucap Siska pada Reno.


Reno dengan setia mengikuti langkah kaki Siska dan mendorong troli. Siska pun mulai memilih apa saja yang diperlukan. Reno kadang membantunya untuk mengambil beberapa barang yang letaknya tinggi.


" Kamu pengen dimasakin sesuatu gak, Mas? Biar bisa beli bahannya sekalian " tanya Siska setelah mereka mengambil beberapa daging sapi dan ayam.


" Mas pengen capcay deh buat sarapan besok " jawab Reno.


Setelah itu mereka pun langsung pergi ke tempat sayuran. Siska memilih sayuran untuk dibuat capcay sesuai dengan permintaan Reno. Siska juga memilih sayuran yang lain.


" Kamu mau buah apa, Mas? " tanya Siska saat sedang memilih buah.


" Apa aja, Dek. Mas suka semuanya " jawab Reno.


" Melon buat Nadia " ucap Siska mengingat buah yang disukai putri sambungnya itu.


Siska memasukkan beberapa buah melon ke dalam troli untuk Nadia karena ia sangat menyukainya.


" Aku gak salah pilih kamu sebagai istri dan ibu buat anak aku " ucap Reno dalam hati sambil melihat Siska yang masih memilih buah yang lain.


Setelah semua keperluan rumah mereka dapatkan semua, Siska pun membeli keperluan pribadinya yang memang sudah mulai habis.


" Mas, kamu bawa ke kasir dulu ya, sekalian beliin es krim pesenan Nadia. Aku mau beli sesuatu dulu " ucap Siska pada Reno.


" Iya Dek " jawab Reno.


Kemudian Siska pergi ke rak yang berisi beberapa merk pembalut. Ia harus membeli pembalut untuk persediaan karena ia melupakan membawa pembalut dari rumah. Apalagi sekarang sudah mendekati tanggal ia akan datang bulan. Siska mengambil beberapa bungkus pembalut dari merk yang biasa ia beli ke dalam keranjang yang sempat ia ambil. Lalu, Siska juga memasukkan sabun wajah dan juga body lotion yang memang sudah habis.


Setelah itu, ia pun pergi ke kasir dimana Reno menunggunya. Siska langsung menghampiri Reno yang sedang berdiri di depan kasir sembari menunggu seorang kasir memasukkan barang belanjaan mereka ke dalam plastik.


" Mbak ini juga ya, tapi tolong pembayaran dipisah sama yang itu " ucap Siska pada kasir itu.


" Baik Mbak " jawab kasir itu.


Siska segera membayar semua belanjaan itu dengan kartu yang tadi berikan oleh Reno kepadanya.

__ADS_1


" Mau pergi ke suatu tempat dulu gak setelah ini? " tanya Reno pada Siska setelah mereka memasukkan barang belanjaan mereka ke dalam mobil.


" Em, pergi ke warung martabak langganan aku dulu gimana? Aku sudah lama gak makan martabak. Gak jauh kok dari sini " ucap Siska yang tiba-tiba ingin martabak.


" Oke, kita ke sana sekarang " jawab Reno.


Reno pun langsung melajukan mobilnya menuju warung martabak langganan Siska.


" Mang, martabak telornya satu ya " ucap Siska pada penjual martabak itu.


Siska hanya memesan satu karena mereka baru saja makan malam dan kemungkinan besar tidak akan bisa menghabiskannya jika memesan masing-masing satu porsi karena satu porsi martabak di sini cukup banyak.


" Oke, Neng " jawab penjual martabak itu.


Reno dan Siska duduk di bangku yang ada di warung itu sambil menunggu martabak pesanan mereka.


" Kamu sering ke warung ini? " tanya Reno pada Siska.


" Dulu sih sering, seminggu sekali pasti ke sini. Tapi akhir-akhir ini jarang " jawab Siska.


Tak lama kemudian, pesanan mereka pun datang.


" Martabak telor spesial pesanan Neng Siska sudah siap untuk dinikmati " ucap penjual martabak meletakkan martabak telor itu di meja.


" Makasih ya, Mang " ucap Siska penjual martabak itu.


" Ini siapa, Neng? Biasanya Neng Siska ke sini sendiri " tanya penjual martabak itu yang memang sudah akrab dengan Siska.


" Ini suami Siska, Mang " jawab Siska memperkenalkan Reno.


Reno pun tersenyum ramah pada penjual martabak itu.


" Wah, Neng Siska sudah menikah. Mamang kok gak diundang ini " ucap penjual martabak.


" Baru ijab kabul aja, Mang. Nanti kalau resepsi, Mamang pasti diundang deh " jawab Siska.


Setelah itu Reno dan Siska pun segera menikmati martabak telor itu selagi masih hangat dan ternyata memang rasanya sangat enak.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2