
Reno baru saja sampai rumah saat pukul satu malam. Ia membuka pintu utama dengan kunci yang memang ia bawa karena ia tidak ingin membangunkan orang rumah jika ia pulang larut malam seperti ini.
" Assalamualaikum " ucap Reno dengan pelan saat memasuki rumah.
Reno menutup pintu utama kembali dan memasuki ruang tamu. Tapi ia dibuat terkejut saat melihat Siska yang tertidur di sofa.
" Astaghfirullahalazim, kenapa Dek Siska tidur di sini? Apa dia nungguin aku pulang " ucap Reno menghampiri Siska yang masih terlelap dengan posisi duduk.
" Maaf ya Sayang, Mas pulangnya kemalaman dan kamu sampai ketiduran di sini nungguin Mas " ucap Reno menatap wajah Siska yang terlelap.
Reno meletakkan tas kerjanya di atas meja lalu menggendong Siska ke kamar mereka. Reno berusaha untuk bergerak pelan agar tidak membangunkan Siska.
Setelah sampai di kamar mereka, Reno merebahkan tubuh Siska di atas tempat tidur dengan perlahan. Ia juga melepaskan jilbab instan di kepalanya Siska.
" Mending aku bersih-bersih dulu " ucap Reno.
Reno mengambil sebuah piyama dari dalam lemarinya lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk bersih-bersih dan mengganti pakaiannya.
Sepuluh menit kemudian, Reno sudah keluar dengan setelan piyamanya. Ia naik ke atas tempat tidur dan bergabung dengan Siska untuk tidur.
" Selamat tidur, Sayang " ucap Reno mengecup kening Siska.
Setelah itu Reno pun mulai memejamkan matanya dan tidur dengan memeluk tubuh Siska.
***
Siska terbangun saat mendengar suara orang yang sedang mengaji. Siska pun membuka matanya secara perlahan. Ia melihat Reno yang sedang duduk di atas sajadah dengan sebuah Al-Qur'an di tangannya.
Siska melihat jam dinding yang hampir menunjukkan pukul lima subuh. Siska pun langsung mendudukkan tubuh di tepi tempat tidur sambil menunggu Reno menyelesaikan mengajinya.
Reno menghentikan kegiatannya setelah menyadari bahwa Siska sudah bangun. Reno tersenyum pada Siska lalu meletakkan Al-Qur'an nya di atas nakas.
" Kenapa Mas gak bangunin aku buat sholat tahajud sama-sama? " tanya Siska saat Reno sudah duduk di sampingnya.
" Mas gak tega bangunin kamu yang lagi pules banget tidurnya " jawab Reno.
" Besok-besok bangunin aku ya, Mas. Aku juga mau sholat tahajud sama kamu " ucap Siska pada Reno.
" Iya Sayang " jawab Reno tersenyum.
Siska teringat jika tadi malam ia tertidur di sofa ruang tamu saat sedang menunggu Reno pulang tapi ia sudah berada di kamar saat terbangun.
__ADS_1
" Mas yang pindahin aku ke kamar ya tadi malam? " tanya Siska dan Reno menjawab dengan anggukan kepala.
" Kenapa gak bangunin aku aja sih. Aku kan berat, kasian kamu harus gendong aku dari bawah " ucap Siska pada Reno.
" Gak papa, Sayang. Aku juga gak ngerasa kamu berat kok " jawab Reno dengan senyumnya.
" Aku minta maaf ya karena pulang malam dan buat kamu nunggu aku " ucap Reno merasa bersalah.
" Iya Mas, gak papa " jawab Siska.
" Ya sudah, aku mau siap-siap buat sholat subuh. Sebentar lagi azan " ucap Siska berdiri dari duduknya.
Reno pun menganggukkan kepalanya.
Siska masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi dan mengambil air wudhu karena tidak lama dari itu terdengar suara azan subuh berkumandang.
Reno dan Siska melaksanakan sholat subuh berjamaah di kamar mereka. Siska mencium tangan Reno saat mereka sudah selesai sholat. Reno juga tidak lupa mencium kening Siska.
" Aku masak buat sarapan dulu, Mas " ucap Siska sambil melipat mukenanya.
" Iya Sayang " jawab Reno.
***
Setelah selesai sarapan, Siska berencana ingin berbicara pada Reno mengenai Nadia yang ingin bersekolah di sekolah biasa. Kebetulan hari ini Reno tidak pergi bekerja dan ia juga memiliki jadwal kuliah siang hari.
Siska menghampiri Reno yang sedang duduk di teras belakang sambil menikmati secangkir kopi buatan Siska.
" Mas, aku mau ngomong sesuatu sama kamu " ucap Siska setelah duduk di sebelah Reno.
" Mau ngomong apa, Sayang? " tanya Reno setelah meletakkan cangkir kopinya.
" Gini Mas, Nadia itu kan sudah sembuh dan sekarang sudah sehat. Nadia bilang dia mau sekolah di sekolah biasa. Dia mau bisa berinteraksi sama anak-anak seumuran dia dan punya banyak teman. Aku juga kasian liat Nadia setiap hari main sendiri dan pasti dia kesepian, apalagi kita juga punya kesibukan masing-masing. Setidaknya dia bisa sedikit terhibur dengan punya teman di sekolah. Aku mau Mas kasih izin Nadia buat sekolah di sekolah biasa " ucap Siska pada Reno.
Reno terdiam sebentar setelah mendengarkan apa yang Siska katakan. Ia juga ingin Nadia bisa menjalani kehidupannya secara normal seperti anak-anak yang lain.
" Baiklah, kita bisa daftarkan Nadia di sekolah biasa saat tahun ajaran baru nanti dan Nadia gak perlu homeschooling lagi " jawab Reno.
Siska yang mendengar itu pun merasa sangat senang. " Makasih ya, Mas. Nadia pasti seneng banget denger ini " ucap Siska sangat bahagia.
" Iya Sayang. Mas akan lakukan apapun demi kebahagiaan Nadia dan kamu " jawab Reno tersenyum.
__ADS_1
" Kita harus kasih tahu Nadia sekarang " ucap Siska bersemangat.
" Iya, ayo kita kasih tahu Nadia " jawab Reno.
Reno dan Siska pun masuk ke dalam rumah untuk memberitahukan berita gembira ini pada Nadia.
" Sayang, Bunda ada berita gembira buat Nadia " ucap Siska pada Nadia.
" Apa itu Bunda? " tanya Nadia penasaran.
" Ayah sudah kasih izin Nadia buat sekolah di sekolah biasa. Ayah sama Bunda bakal daftarin Nadia saat tahun ajaran baru " jawab Siska.
Nadia terkejut sekaligus senang saat mendengar itu. " Beneran, Bun? " tanya Nadia memastikan.
" Iya Sayang. Kamu tanya aja sama Ayah " jawab Siska tersenyum.
Nadia pun melihat Reno yang berdiri di belakang Siska. " Beneran, Ayah? " tanya Nadia pada Reno.
" Iya Sayang " jawab Reno tersenyum.
" Makasih ya, Ayah " ucap Nadia sangat senang dan langsung memeluk Reno.
" Iya Sayang " jawab Reno membalas pelukan Nadia.
Siska tersenyum saat melihat Nadia yang begitu bahagia karena keinginan terpenuhi.
" Nadia juga harus berterima kasih sama Bunda " ucap Reno setelah Nadia melepaskan pelukan mereka.
Nadia pun juga langsung memeluk Siska. " Makasih ya, Bunda " ucap Nadia.
" Iya Sayang. Apapun akan Bunda lakukan demi kebahagiaan anak Bunda ini " jawab Siska mengecup puncak kepala Nadia.
Kebahagiaan lagi-lagi menghampiri Reno karena ia bisa mendapatkan Siska sebagai istri dan ibu yang sangat baik untuk Nadia.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1