Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
51. Rindu


__ADS_3

Sementara itu di Jakarta, Siska hanya berguling-guling di atas tempat tidur setelah pulang kuliah. Ia sebenarnya berniat tidur sebentar sebelum makan siang, tapi saat ia memejamkan mata wajah Reno selalu saja muncul di matanya. Jujur saja Siska merasa sangat rindu pada Reno walaupun suaminya itu baru tiga hari berada di Bandung.


" Kenapa wajah Mas Reno terus sih yang selalu muncul? " ucap Siska menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Bahkan saat malam hari Siska akan sulit untuk tidur karena sudah terbiasa tidur dengan dipeluk oleh Reno. Padahal mereka selalu melakukan panggilan video saat malam hari.


" Fiks nih, ini pasti gara-gara aku kangen banget sama Mas Reno. Ya ampun Siska, baru ditinggal tiga hari sudah kangen aja " ucap Siska pada dirinya sendiri.


Siska bangkit dari tempat tidur lalu masuk ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya agar lebih segar. Ia memutuskan untuk membantu Bu Ijah masak untuk makan siang sehingga ia ada kegiatan dan tidak begitu merindukan Reno.


Kemudian Siska menghampiri Bu Ijah yang sedang memasak karena satu jam lagi adalah jam makan siang.


" Masak apa buat makan siang, Bu? " tanya Siska pada Bu Ijah.


" Sayur asem Nyonya. Saya juga sudah memarinasi ayam dan siang untuk digoreng " jawab Bu Ijah.


" Kalau gitu biar saya aja yang goreng ayamnya. Ibu fokus aja masak sayur asemnya " ucap Siska agar makan siang segera siap.


" Iya Nyonya " jawab Bu Ijah.


Siska mengambil penggorengan lalu menyalakan kompor dan memasukkan minta secukupnya. Setelah minyak panas, Siska memasukkan ayam yang sudah dimarinasi oleh Bu Ijah ke dalam penggorengan.


" Nadia masih homeschooling, Bu? " tanya Siska sambil membalik ayam yang sudah setengah matang.


" Iya Nyonya. Mungkin sebentar lagi juga selesai " jawab Bu Ijah dan Siska hanya menganggukkan kepalanya.


Nadia memang memiliki jadwal homeschooling hari ini. Siska belum membicarakan tentang keinginan Nadia untuk sekolah di sekolah biasa pada Reno karena ia menunggu Reno pulang dan membicarakannya secara langsung.


Setelah selesai ayam matang, Siska segera meniriskannya lalu menaruhnya ke dalam sebuah piring.


" Bu, tolong buat sambelnya ya. Saya mau liat Nadia dulu " ucap Siska sambil mengelap tangannya yang basah.


" Iya Nyonya " jawab Bu Ijah.


Siska segera pergi dari dapur dan menuju ruang belajar. Tapi ia melihat Nadia dan seorang wanita dewasa seumuran Mommy Amelia yang tak lain adalah guru dari Nadia keluar dari ruang belajar.


" Bunda " ucap Nadia saat melihat Siska.


Siska tersenyum lalu menghampiri Nadia dan gurunya itu. Siska tersenyum ramah pada guru Nadia karena ini adalah pertama kalinya ia bertemu dengan guru Nadia.


" Selamat siang, Bu " ucap guru Nadia yang bernama Miss Lia.


" Siang " balas Siska tersenyum.


" Perkenalkan saya Miss Lia, guru homeschooling Nadia " ucap Miss Lia memperkenalkan dirinya dan mengulurkan tangannya pada Siska.

__ADS_1


Siska pun langsung membalas uluran tangan itu. " Saya Siska, bundanya Nadia " balas Siska.


" Kalau begitu saya pamit dulu. Saya masih ada urusan yang lain " ucap Miss Lia pada Siska.


" Iya Miss Lia. Terima kasih sebelumnya " jawab Siska.


Miss Lia pun menganggukkan kepalanya.


" Permisi " ucap Miss Lia lalu pergi dari rumah itu.


Setelah Miss Lia pergi, Siska menyuruh Nadia untuk membersihkan dirinya sebelum sholat dzuhur dan makan siang bersama.


***


Pada malam harinya, Siska lagi-lagi tidak bisa tidur karena tidak memeluk Reno. Kerinduannya pada Reno semakin menjadi-jadi saat malam seperti ini. Apalagi Reno tidak mengiriminya pesan ataupun meneleponnya sedari siang. Ia ingin menghubungi Reno terlebih dahulu tapi ia takut Reno masih bekerja dan ia akan mengganggunya.


" Kemana sih Mas Reno? Kenapa jam segini belum nelpon aku ataupun kirim pesan? " ucap Siska uring-uringan.


Antara khawatir, kesal dan rindu bercampur menjadi satu membuat Siska tidak bisa tenang. Siska hanya berjalan mondar-mandir sambil sesekali memeriksa ponselnya menunggu Reno menghubunginya.


Tak lama kemudian, ponselnya berdering dan Reno melakukan panggilan video kepadanya. Siska pun langsung menjawab panggilan video itu.


" Assalamualaikum " ucap Reno dari ujung sana.


Semua perasaan yang dirasakan oleh Siska seketika menghilang berganti dengan rasa senang. Apalagi Reno terlihat begitu tampan dengan rambut yang masih basah. Sepertinya Reno baru saja selesai mandi.


" Mas kemana aja sih? Kenapa baru hubungin aku? Aku tu nungguin kamu dari tadi " ucap Siska sambil mengerucutkan bibirnya sedikit kesal.


Reno tersenyum mendengar itu. " Maaf ya Sayang, Mas baru pulang dari kantor dan baru mandi jadi baru sempet hubungi kamu " ucap Reno.


" Hmm ya sudah, gak papa " jawab Siska.


" Kamu sudah makan malam, Mas? " tanya Siska.


" Sudah, Mas makan malam di kantor tadi " jawab Reno.


" Nadia mana? " tanya Reno karena tidak melihat keberadaan putrinya itu dan Siska sepertinya sedang berada di kamar mereka.


" Nadia sudah tidur, Mas " jawab Siska.


" Ya sudah. Mas akan telpon pagi-pagi buat bicara sama Nadia " ucap Reno agar bisa berbicara dengan putrinya.


Siska pun menganggukkan kepalanya.


Siska sebenarnya sangat merindukan Reno dan ingin Reno cepat pulang tapi ia sulit untuk mengatakannya pada Reno.

__ADS_1


" Mas kapan pulang? " tanya Siska dengan tatapan kerinduan.


" Sebenarnya Mas belum tau, karena para klien minta Mas tetap di sini dan memastikan gak ada masalah lagi " jawab Reno dengan nada lesu.


Reno juga ingin segera pulang karena ia merindukan anak dan juga istrinya.


Wajah Siska langsung berubah sedih setelah mendengar itu.


" Mas akan usahakan cepat pulang. Kamu jangan sedih ya " ucap Reno saat melihat wajah sedih Siska.


Siska menganggukkan kepalanya dan berusaha untuk tersenyum.


" Mas sebenarnya sudah kangen banget sama kamu dan Nadia " ucap Reno pada Siska.


Siska tersenyum karena Reno juga merasakan rindu seperti yang ia rasakan padanya.


" Kamu gak kangen sama Mas? " tanya Reno karena Siska hanya diam.


" Ah ya, aku kangen juga sama Mas " jawab Siska malu lalu menundukkan kepalanya.


Reno tersenyum dan merasa gemas melihat Siska yang malu-malu seperti itu.


" Malam ini Mas temenin telpon ya sampai kamu tidur biar rasa kangen kita sedikit berkurang " ucap Reno pada Siska.


" Iya Mas " jawab Siska tersenyum senang.


Siska merebahkan tubuhnya di atas tempat dan tetap mengarahkan ponselnya ke wajahnya.


" Berdoa dulu " ucap Reno mengingatkan Siska.


Siska pun berdoa seperti yang diperintahkan Reno sebelum tidur.


" Selamat tidur, Sayang " ucap Reno dengan senyum manisnya.


" Selamat tidur juga, Mas " balas Siska tersenyum.


Setelah itu Siska pun mulai memejamkan matanya. Ia sangat senang malam ini karena bisa tidur dengan ditemani oleh Reno walaupun hanya lewat panggilan video.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏


Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😊🙏


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2