Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
Bonus Chapter 2


__ADS_3

Siska baru saja pulang kuliah saat hari menjelang sore. Ia memiliki tiga kelas hari ini dan pulang lebih lambat dari biasanya. Siska memasuki rumah dengan wajah lelahnya dan ia ingin segera menemui kedua putranya.


" Assalamualaikum " ucap Siska saat memasuki rumah.


" Walaikumsalam " jawab Bu Ijah menghampiri Siska.


" Hendra sama Hendri mana, Bu? " tanya Siska karena rumah terlihat sepi.


" Masih tidur, Nyonya " jawab Bu Ijah.


Siska pun menganggukkan kepalanya.


Di rumah hanya ada Bu Ijah dan Twins Boy karena Mommy Amelia sudah pulang karena harus menemani Daddy Smith untuk menghadiri pertemuan dengan kolega bisnisnya. Sedangkan Nadia tiba-tiba ada kelas tambahan dan sudah memberikannya kabar tadi melalui Bimo.


Setelah itu Siska langsung pergi ke kamar kedua putranya untuk melihat mereka. Tapi saat baru masuk ke kamar itu, ia dibuat terkejut dengan apa yang dilihatnya. Ia benar-benar tidak menyangka kedua putranya yang baru berumur satu tahun itu bisa membuat kamar berantakan seperti kapal pecah.


Pakaian yang berserakan kemana-mana dengan lemari yang terbuka serta bedak yang sudah memenuhi lantai. Sedangkan kedua pelakunya tidak menyadari keberadaannya dan asik memainkan bedak di tangan mereka yang membuat lantai berubah menjadi putih.


" Astaghfirullahalazim, kalian ini " ucap Siska hanya mampu mengeleng-gelengkan kepalanya melihat itu.


Tidak merasa bersalah sama sekali, Hendra dan Hendri malah tertawa saat menyadari keberadaan ibu mereka. Mereka terlihat sangat menggemaskan dengan bedak yang memenuhi tubuh mereka, persis seperti aci goreng. Mana bisa Siska marah jika sudah begitu, itu malah menjadi obat lelahnya setelah seharian kuliah.


" Nda, Nda " panggil Hendra menunjukkan bedak di tangannya.


" Seneng ya kalian udah bikin kamar jadi kapal pecah. Pantes aja diem aja gak ada suaranya " ucap Siska pura-pura marah dan berkacak pinggang.


" Hehe " tawa mereka melihat Siska marah.


" Bunda marah nih ya " ucap Siska melototkan matanya.


Bukannya takut, Hendra dan Hendri malah tertawa semakin keras dan kesenangan.


" Ada apa, Sayang? " tanya Reno yang baru saja pulang dari kantor.


Reno mencari keberadaan istrinya dan mendengar suara Siska yang sedang marah di kamar Twins Boy sehingga ia langsung menyusulnya.

__ADS_1


" Liat aja tuh kelakuan anak-anak kamu " ucap Siska menunjuk kedua putranya dengan matanya.


Reno yang baru menyadari itu tentu saja sangat terkejut dan tidak yakin jika penyebabnya adalah kedua putra mereka.


" Astaghfirullahalazim. Ini siapa yang buat berantakan gini " ucap Reno menatap tidak percaya.


" Mereka lah, siapa lagi " jawab Siska.


" Mereka nakal banget sekarang " lanjut Siska.


Kemudian Siska meletakkan tas miliknya dan menghampiri kedua putra yang sudah seperti adonan siap goreng itu. Begitu juga dengan Reno melepaskan jas yang ia pakai dan menyingsingkan lengan kemejanya. Mereka mengangkat tubuh Hendra dan Hendri sebelum mereka membuat kekacauan lagi.


" Udah cukup jadi cireng nya hari ini. Sekarang kalian harus mandi " ucap Siska membawa Hendra dalam gendongannya.


" Kok cireng sih sayang " ucap Reno mengerutkan keningnya mendengar ucapan sang istri.


" Ya kamu liat aja, mereka putih-putih gini kayak cireng " jawab Siska.


" Iya juga ya " ucap Reno tertawa kecil melihat bagaimana bentuk dari kedua putranya itu sekarang.


" Biar aku yang mandiin mereka. Kamu beresin kamar aja yang udah kayak kapal pecah " ucap Reno pada Siska setelah mereka di dalam kamar mandi.


Mereka harus membagi tugas agar semuanya selesai sebelum hari mulai beranjak senja. Reno dan Siska benar-benar bekerja sama dalam merawat dan mengurus anak-anak mereka.


" Iya Mas " jawab Siska.


Setelah itu Siska keluar dari kamar mandi. Ia melihat ke seluruh bagian kamar itu yang sangat berantakan.


" Huh " Siska menghela napasnya panjang.


Siska mulai dengan memasukkan pakaian Twins Boy yang berserakan di lantai ke dalam keranjang pakaian kotor. Siska juga mengganti seprai yang sudah ternoda oleh bedak yang dimainkan oleh kedua putranya. Baru setelah itu ia menyapu dan mengepel lantai yang penuh dengan bedak hingga benar-benar bersih agar kedua putranya tidak akan terjatuh karena sisa-sisa bedak yang tersisa.


Tiga puluh menit berlalu, Siska selesai membereskan kekacauan yang dibuat oleh kedua putranya. Reno juga baru saja keluar membawa Hendra dan Hendri yang sudah bersih dengan kemeja yang basah dan lagi-lagi karena kelakuan Twins Boy yang terus bermain air.


" Lebih baik kamu mandi sekarang, Mas. Kemeja kamu basah, nanti kamu masuk angin " ucap Siska setelah suaminya itu menyerahkan Hendra dan Hendri kepadanya.

__ADS_1


" Biar bisa gantian juga. Mereka kalau gak ada yang jagain pasti ada aja kelakuannya " lanjut Siska.


" Iya Sayang " jawab Reno yang juga sudah tidak nyaman memakai kemeja yang basah.


Reno pun langsung kembali ke kamar mereka dan pergi mandi. Sedangkan Siska harus memakai pakaian kepada kedua putranya yang cukup nakal itu.


" Setelah ini kalian minum susu dan jangan bikin ulah lagi. Bunda sama Ayah capek jadi kalian jangan nakal ya " ucap Siska sembari memasukkan kaki Hendri ke celananya.


" Yaya Nda " jawab mereka seakan mengerti.


Siska pun tersenyum. Walaupun kadang suka membuat ulah yang membuat kepalanya sakit, tetapi mereka merupakan bayi yang pintar dan tidak rewel.


" Anak-anak pintar " ucap Siska lalu mencium kening Hendra dan Hendri bergantian.


Setelah selesai memakaikan pakaian kedua putranya. Siska membawanya keluar sekaligus ingin meminta tolong Bu Ijah untuk menghangatkan ASI nya untuk mereka.


Siska menjaga Hendra dan Hendri selagi menunggu Reno selesai mandi. Ia tidak bisa meminta tolong Bu Ijah karena Bu Ijah sedang sibuk menyiapkan makan malam.


" Assalamualaikum " terdengar suara Nadia yang baru pulang.


" Walaikumsalam " jawab Siska.


Nadia menghampiri ibu dan kedua adiknya lalu mencium tangan Siska.


" Eits, jangan dulu. Kamu habis dari luar Sayang. Sekarang kamu mandi dan setelah itu baru main sama adik-adik kamu " ucap Siska saat Nadia ingin memeluk kedua adiknya.


" Hehe maaf Bunda " ucap Nadia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Setelah itu Nadia langsung pergi ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya karena ia baru saja kembali dari luar.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama, Suamiku Seorang Bodyguard, dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2