
Siska masuk ke dalam kamarnya dan Reno dan melihat Reno yang sedang memasang dasi di depan meja riasnya. Siska tersenyum saat melihat Reno yang sedikit kesusahan untuk merapikan dasi di lehernya. Siska pun langsung menghampiri Reno.
" Sini biar aku yang rapikan " ucap Siska pada Reno.
Reno berbalik menghadap Siska. Reno tersenyum melihat Siska yang begitu telaten merapikan dasi di lehernya.
" Sudah selesai " ucap Siska tersenyum puas.
" Makasih ya " ucap Reno mencium kening Siska.
Siska tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
" Kamu sudah siap? " tanya Siska pada Reno.
" Iya " jawab Reno.
" Ya sudah, ayo kita keluar. Nadia sudah menunggu untuk sarapan " ucap Siska karena tidak ingin membuat putri mereka itu menunggu lama.
Setelah itu mereka keluar dari kamar dan pergi menuruni tangga untuk menuju meja makan yang berada di lantai satu. Reno dan Siska langsung bergabung dengan Nadia dan Arisa yang sudah berada di meja makan lalu mereka sarapan bersama.
" Aku berangkat dulu ya " ucap Arisa berdiri lalu mengambil tas sekolahnya.
" Hati-hati di jalan, Ris. Jangan ngebut-ngebut bawa motornya " pesan Siska pada Arisa.
" Siap Kak " jawab Arisa.
" Assalamualaikum " ucap Arisa.
" Walaikumsalam " jawab mereka.
Arisa segera keluar dari rumah dan pergi menuju sekolahnya.
" Aku juga beranggapan kerja ya, Sayang " ucap Reno berdiri dari duduknya.
" Biar aku antar ke depan " ucap Siska juga ikut berdiri.
" Sayang, Ayah berangkat ke dulu ya " ucap Reno lalu mencium puncak kepala Nadia.
" Iya Ayah " jawab Nadia yang masih menghabiskan sarapannya.
" Sayang, Bunda anter Ayah ke depan dulu " ucap Siska pada Nadia.
Nadia pun hanya menganggukkan kepalanya karena mulutnya penuh dengan makanan.
Kemudian Reno dan Siska pergi meninggalkan ruang tamu dan menuju ke depan rumah.
" Kamu berangkat kuliah jam berapa? " tanya Reno pada Siska.
" Jam delapan, Mas. Hari ini aku cuma ada satu mata kuliah jadi nanti aku pulang cepet " jawab Siska.
" Jangan lupa kabarin aku " ucap Reno agar ia tahu dimana dan keadaan istrinya itu.
__ADS_1
" Iya Mas " jawab Siska.
" Aku berangkat dulu " pamit Reno.
" Iya Mas. Hati-hati di jalan " jawab Siska.
Reno pun menganggukkan kepalanya.
Siska mencium tangan Reno dan Reno juag mencium kening Siska sebelum ia pergi ke kantor.
" Assalamualaikum " ucap Reno.
" Walaikumsalam " jawab Siska.
Reno masuk ke dalam mobilnya dan mulai melajukan mobilnya itu meninggalkan rumah.
Tiga puluh menit kemudian, Reno sudah sampai di kantor. Ia meminta tolong seorang satpam untuk memarkirkan mobilnya.
" Makasih ya Pak " ucap Reno pada satpam itu.
Setelah itu Reno pun masuk ke dalam kantor. Sesekali ia membalas sapaan dari karyawannya dengan ramah. Reno masuk ke dalam ruangannya dan mulai mengerjakan beberapa berkas yang harus ia periksa dan tanda tangani hari ini juga.
Saat Reno sedang fokus memeriksa berkas-berkas itu, tiba-tiba terdengar suara pintu ruangannya di ketuk.
" Masuk " ucap Reno dari dalam.
Tak lama kemudian, muncul Anto dari balik pintu dan masuk ke dalam ruangan Reno.
Anto pun mendekat ke arah meja kerja Reno dan berdiri di depannya.
" Ada apa, Anto? " tanya Reno pada Anto.
" Begini Pak, pembangunan perumahan yang berada di Bandung mengalami masalah. Beberapa dari bangunan itu ada yang roboh dan para klien meminta Bapak menangani masalah itu secara langsung. Mereka mengatakan jika bahan-bahan yang digunakan itu adalah bahan yang kurang bagus sehingga hal itu bisa terjadi " jawab Anto menjelaskan apa yang terjadi pada Reno.
Reno sedikit terkejut mendengar itu. " Astaghfirullah " ucap Reno.
" Kenapa bisa para pekerja kita bisa menggunakan bahan-bahan yang kurang bagus? Bukankah kita sudah memberikan cukup banyak uang untuk mereka membeli bahan-bahan dengan kualitas yang bagus " ucap Reno karena sebelumnya tidak pernah terjadi.
" Itu yang sedang saya selidiki, Pak. Saya rasa ada seseorang yang berbuat curang di sana " jawab Anto.
" Baiklah, besok kita akan pergi ke Bandung untuk mengatasi masalah itu dan juga menyelidiki apa benar terjadi kecurangan di sana " ucap Reno yang harus menangani masalah itu sendiri.
" Tolong kamu persiapkan untuk keberangkatan kita besok " perintah Reno pada Anto.
" Baik, Pak " jawab Anto.
Setelah itu, Anto pun keluar dari ruangan Reno dan melanjutkan pekerjaannya.
" Astaghfirullah, ada-ada saja yang terjadi. Semoga aja masalah di Bandung cepat terselesaikan " ucap Reno memijat pangkal hidungnya.
Reno merasa pusing karena ia harus pergi ke Bandung dan itu tidak cukup hanya satu hari, ia juga harus mempersiapkan acara resepsi pernikahannya dan Siska yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi.
__ADS_1
" Sepertinya resepsi pernikahan itu harus ditunda dulu karena masalah ini harus segera ditangani atau para klien membatalkan kerja sama mereka dengan perusahaan ini " ucap Reno setelah memikirkannya.
***
Langit sudah berubah menjadi gelap dan hari pun berganti malam. Siska sedang menunggu Reno yang belum pulang dari kantor meski jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Siska pun menjadi khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada Reno. Siska juga sudah beberapa kali mencoba menghubungi ponsel Reno tapi nomornya sedang tidak aktif.
" Mas Reno kemana sih? Kok belum pulang juga jam segini? " ucap Siska khawatir.
Tak lama kemudian, terdengar suara mobil berhenti di depan rumah. Siska pun seger pergi keluar dan benar saja Reno baru saja turun dari mobil.
" Assalamualaikum " ucap Reno.
" Walaikumsalam " jawab Siska lalu mencium tangan Reno.
" Kamu kok belum tidur? " tanya Reno pada Siska.
" Gimana aku bisa tidur Mas, kamu aja belum pulang terus gak ada kasih kabar. Aku tu khawatir " jawab Siska.
Reno pun merasa sangat bersalah pada Siska karena terlalu sibuk mengurus masalah kantor sehingga ia lupa untuk memberikan kabar kepada sang istri.
" Maaf ya, Sayang. Aku sibuk banget seharian ini. Ada sedikit masalah di kantor " ucap Reno merasa bersalah.
" Iya gak papa, Mas, yang penting kamu baik-baik aja " jawab Siska.
" Ya sudah, ayo kita masuk. Mas pasti capek dan gerah, aku bakal siapkan air buat kamu mandi " ajak Siska pada suaminya itu.
Mereka pun masuk ke dalam rumah. Siska juga menyiapkan air untuk Reno mandi dan memberikan beberapa tetes aroma terapi agar Reno merasa lebih rileks. Siska juga menyiapkan pakaian ganti untuk Reno.
" Sayang " panggil Reno pada Siska.
Reno ikut bergabung dengan Siska yang sudah lebih dulu berada di atas tempat tidur.
" Iya Mas " jawab Siska.
" Mas minta maaf sebelumnya sama kamu tapi resepsi pernikahan kita yang akan dilangsungkan beberapa hari lagi harus ditunda. Mas harus berangkat ke Bandung besok dan itu sepertinya membutuhkan waktu yang cukup lama karena ada masalah di sana dan harus Mas tangani langsung. Kalau enggak para klien akan membatalkan kerja sama dengan perusahaan Mas " ucap Reno pada Siska.
Siska merasa sedikit kecewa karena resepsi pernikahan mereka harus ditunda tapi ia juga harus memahami Reno yang harus mementingkan masalah kantornya terlebih dahulu apalagi banyak orang yang bekerja di sana dan bergantung pada perusahaan Reno. Jika sampai para klien membatalkan kerja sama dengan perusahaan Reno maka Reno akan mengalami kerugian dan banyak sekali yang terkena imbasnya.
" Iya Mas, gak papa. Kamu memang harus mementingkan masalah itu dulu. Kita bisa adain resepsi pernikahan setelah masalah kamu selesai " jawab Siska tersenyum.
" Makasih ya, Sayang " ucap Reno.
Siska tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1