
Sesampainya di depan kamarnya, Siska pun langsung membuka pintu kamarnya itu dan mempersilahkan Reno untuk masuk. Mereka akan tidur di sana malam ini dan besok pagi Siska akan ikut pindah ke rumah Reno.
" Silahkan Mas, ini kamar aku " ucap Siska pada Reno.
Siska masuk ke kamar itu terlebih dahulu dan diikuti Reno di belakangnya. Reno melihat ke sekeliling kamar itu yang didominasi dengan warna biru muda kesukaan Siska. Kamar itu memang tidak dihias seperti kamar pengantin karena Siska tidak ingin repot membersihkannya nanti.
Reno duduk di tepi tempat tidur yang ada di sana dan menarik tangan Siska untuk duduk di sampingnya.
" Kenapa Mas? " tanya Siska pada Reno.
Reno menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
" Mas hanya ingin melihat istri Mas yang terlihat begitu cantik menggunakan hijab ini " ucap Reno tersenyum.
Siska menundukkan kepalanya. Entah mengapa ia merasa sangat malu saat ini hingga membuat wajahnya memerah.
" Mas senang kamu menggunakan hijab sekarang " ucap Reno pada Siska.
" Alhamdulillah Mas, Allah kasih aku hidayah hingga aku mantap untuk menggunakan hijab. Doakan aku ya agar aku tetap istiqamah " ucap Siska karena ia pun bersyukur sudah berhijab sekarang.
" Pasti, Sayang " jawab Reno tersenyum.
Deg deg deg.
Jantung Siska berpacu begitu kencang saat mendengar Reno memanggilnya dengan kata sayang. Siska pun menjadi salah tingkah karenanya.
" Em, aku ke kamar mandi dulu " ucap Siska pada Reno.
Dengan segera Siska mengambil sebuah handuk dan baju ganti lalu membawanya ke kamar mandi dan Reno hanya tersenyum melihat Siska yang salah tingkah itu.
Reno merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur setelah Siska masuk ke kamar mandi. Ia menatap langit-langit kamar itu dan tak lama kemudian ia pun tertidur.
Siska keluar dari kamar mandi sudah lengkap dengan pakaian. Ia menggunakan handuk yang tadi ia bawa untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Siska melihat Reno yang tertidur di atas tempat tidur tanpa mengganti pakaiannya.
" Pasti Mas Reno capek banget sampai ketiduran gitu tapi ini sudah dzuhur, apa aku bangunin aja ya " ucap Siska bingung.
Siska pun memutuskan untuk membangunkan laki-laki yang sudah menjadi suaminya itu untuk sholat dzuhur lalu makan siang.
__ADS_1
" Mas, bangun " ucap Siska menggoyangkan lengan Reno pelan.
Tak lama kemudian Reno pun membuka matanya lalu mendudukkan tubuhnya.
" Sudah dzuhur, Mas. Sebaiknya Mas mandi dulu terus sholat dzuhur setelah itu makan siang. Nanti Mas bisa tidur lagi " ucap Siska pada Reno.
" Iya, kamu tunggu Mas mandi sebentar. Kita sholat dzuhur berjamaah " ucap Reno turun dari tempat tidur.
" Iya Mas " jawab Siska.
Siska memberikan sebuah handuk bersih pada Reno sebelum Reno masuk ke kamar mandi.
Setelah Reno masuk ke dalam kamar mandi, Siska berinisiatif untuk menyiapkan pakaian ganti untuk Reno. Siska pun membuka sebuah tas yang dibawa Reno yang menyiapkan pakaian ganti untuk Reno. Siska duduk di tepi tempat tidur dan memainkan ponselnya sembari menunggu Reno keluar dari kamar mandi.
Beberapa saat kemudian, Reno keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Siska menelan salivanya melihat tubuh Reno yang atletis serta air yang menetes di dadanya yang bidang. Siska pun cepat tersadar dan langsung menundukkan kepalanya.
Sedangkan Reno senang melihat pakaian ganti yang Siska siapkan di atas tempat tidur.
" Makasih ya, sudah siapkan baju ganti buat Mas " ucap Reno pada Siska.
Reno masuk lagi ke kamar mandi untuk memakai pakaiannya.
" Aduh, badannya kenapa sebagus itu sih " ucap Siska lalu menutup wajahnya dengan kedua tangannya mengingat tubuh atletis Reno.
Setelah Reno memakai pakaiannya, mereka pun bersiap-siap untuk melaksanakan sholat dzuhur berjamaah setelah menjadi sepasang suami istri.
Siska mencium tangan Reno setelah selesai sholat dzuhur dan Reno juga mencium kening Siska.
" Ayo sekarang kita keluar, Mas. Mungkin Daddy sama Mommy sudah nunggu kita buat makan siang " ucap Siska setelah merapikan peralatan sholat mereka.
Siska mengambil sebuah hijab instan dan memakainya lalu mereka keluar dari kamar itu untuk makan siang bersama.
" Maaf membuat Daddy dan Mommy menunggu " ucap Reno tidak enak pada Daddy Smith dan Mommy Amelia.
" Tidak apa-apa, Nak Reno " jawab Daddy Smith.
Setelah itu Reno duduk di sebuah kursi lalu diikuti oleh Siska yang duduk di sebelahnya.
__ADS_1
Siska mengambil makanan untuk Reno lalu memberikannya pada Reno baru ia mengambil makanan untuk dirinya sendiri. Setelah itu pun mereka mulai makan siang bersama dengan tenang. Hanya ada suara sendok dan piring yang saling beradu.
***
Hari berganti malam dan matahari sudah kembali ke tempat semula berganti dengan cahaya bulan. Siska pamit pergi ke kamar setelah selesai makan malam, sedangkan Reno akan mengobrol sebentar dengan Daddy Smith di ruang keluarga.
" Aku ke kamar duluan, Mas " ucap Siska pada Reno.
" Iya Dek " jawab Reno.
Setelah itu Siska pun langsung pergi ke kamarnya. Siska akan membereskan barang-barangnya yang akan ia bawa ke rumah Reno ke dalam koper. Siska memilih membereskannya malam ini agar besok pagi mereka hanya tinggal berangkat saja.
Siska duduk di tepi tempat tidur setelah semuanya selesai. Ia terdiam dan memikirkan apa yang akan terjadi setelah Reno masuk ke kamar nanti. Bukannya Siska belum siap untuk melakukan kewajibannya untuk melayani Reno di malam pertama mereka, tapi Siska hanya merasa gugup dan malu karena ini adalah pengalaman pertama baginya.
" Gimana ya kalo Mas Reno minta haknya sebagai suami malam ini. Aku kan malu " ucap Siska menutup wajahnya dengan kedua tangannya yang sudah memerah.
Karena sudah cukup lama ia menunggu tapi Reno belum masuk kamar juga, akhirnya Siska pun merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Jujur saja ia merasa tubuhnya sangat lelah saat ini sehingga tidak butuh lama Siska pun tertidur.
Ceklek.
" Assalamualaikum " ucap Reno yang baru memasuki kamar.
Reno tersenyum saat melihat Siska yang sudah tertidur dengan pulas di atas tempat tidur. Reno pun menutup pintu itu kembali dan menguncinya lalu berjalan mendekati tempat tidur. Reno naik ke atas tempat tidur di sebelah Siska.
" Kita tunda dulu ya malam ini " ucap Reno mengusap kepala Siska.
Reno tidak mungkin meminta haknya sebagai suami kepada Siska yang sudah tertidur. Apalagi ia melihat Siska yang sangat lelah dan membuatnya tidak tega.
Reno menarik selimut dan menyelimuti tubuh Siska hingga sebatas dada lalu ia pun ikut merebahkan tubuhnya di samping Siska dan memejamkan matanya untuk tidur.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1