Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
Bonus Chapter 3


__ADS_3

Hari berganti malam dan Siska baru saja kembali ke dalam kamar setelah memastikan anak-anaknya tidur dengan nyenyak. Memang setiap malam ia dan Reno selalu menyempatkan untuk mengucapkan selamat tidur pada ketiga anak mereka.


" Anak-anak sudah tidur, Sayang? " tanya Reno setelah Siska menutup pintu kamar mereka.


" Sudah Mas " jawab Siska berjalan menuju tempat tidur.


Siska naik ke atas tempat tidur dan duduk di samping Reno yang sebelumnya sedang membaca buku.


" Tidur yuk, Mas. Aku udah ngantuk " ajak Siska yang sudah mengantuk.


Selain mengantuk, Siska juga merasa lelah karena seharian kuliah dan juga harus mengurus anak-anaknya.


" Nanti dulu, Sayang " jawab Reno meletakkan buku yang tadi ia baca di atas nakas.


" Kenapa? Masih ada yang mau kamu kerjain? " tanya Siska.


" Enggak, tapi ada sesuatu yang mau Mas tunjukkin sama kamu " jawab Reno.


" Apa, Mas? " tanya Siska yang menjadi penasaran.


Reno membuka laci nakas yang berada di samping tempat tidur dan mengambil sesuatu dari sana.


" Nih " ucap Reno memberikan beberapa lembar kertas kepada istrinya.


Mata Siska membulat sempurna saat mengetahui apa yang ditunjukkan oleh Reno.


" Mas ini beneran? " tanya Siska seakan tidak percaya.


" Iya Sayang " jawab Reno tersenyum.


" Kita gak pernah liburan setelah kita bulan madu ke Jepang dulu. Jadi Mas mau ajak kamu sama anak-anak buat liburan minggu depan, kebetulan Nadia libur sekolah dan kamu sudah selesai ujian " ucap Reno pada Siska.

__ADS_1


Ya, Reno menunjukkan tiket pesawat untuk mereka berdua serta anak-anak mereka. Reno ingin mengajak keluarga kecilnya untuk liburan ke Labuan Bajo, tempat yang sedang populer sekali saat ini. Reno ingin menghabiskan waktu lebih banyak bersama istri dan anak-anaknya karena selama beberapa saat terakhir ini mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing.


" Makasih, Mas " ucap Siska langsung memeluk tubuh suaminya itu dengan erat saking senangnya.


" Iya Sayang " jawab Reno membalas pelukan Siska.


Siska memang sangat ingin pergi liburan setelah kegiatannya yang sangat padat dan ia juga butuh menyegarkan otaknya dengan pergi ke suatu tempat, tapi ia tidak berani mengatakannya pada Reno karena ia tahu Reno sangat sibuk di kantor. Saat suaminya itu yang mengajaknya pergi liburan, tentu saja Siska sangat senang.


" Tapi kok kamu tau kalau aku lagi pengen liburan ke Labuan Bajo sih, Mas " ucap Siska setelah melepaskan pelukannya.


" Beberapa hari yang lalu Mas gak sengaja liat ponsel kamu yang menyala dan di sana banyak sekali referensi tempat liburan di Labuan Bajo, jadi Mas berinisiatif buat ajak kamu liburan ke sana " jawab Reno.


" Rasanya selama ini Mas terlalu sibuk di kantor dan gak ada banyak waktu buat kamu dan anak-anak. Jadi Mas akan menebusnya dengan kita pergi liburan sekeluarga " lanjut Reno pada Siska.


Memang beberapa hari yang lalu Reno sempat melihat ponsel milik Siska yang menyala dan Siska tinggalkan karena Hendra menangis. Ia melihat beberapa referensi tempat liburan di Labuan Bajo dan dari situ Reno tahu jika Siska ingin pergi liburan.


" Tapi apa kamu gak kerja, Mas? " tanya Siska karena ia bisa melihat jika suaminya itu semakin hari semakin sibuk.


Siska pun menganggukkan kepalanya.


" Makasih ya Mas. Aku seneng banget dan gak sabar kita pergi liburan " ucap Siska pada Reno.


" Kamu gak perlu bilang terima kasih, Sayang. Semua akan Mas lakukan untuk kebahagiaan kamu dan anak-anak " jawab Reno mengusap rambut panjang istrinya.


Siska benar-benar merasa sangat bahagia karena Reno selalu meratukan dirinya dan selalu membuatnya merasa istimewa.


" Pokoknya terima kasih aja karena kamu selalu buat aku bahagia, sedangkan aku jarang buat hal-hal yang bahagia buat kamu " ucap Siska karena ia hampir tidak pernah berbuat sesuatu untuk Reno, sedangkan Reno biasanya selalu memberikan hal-hal kecil setiap pulang kerja dan itu membuatnya bahagia.


" Kamu udah kasih aku hal yang paling bahagia, kamu kasih Mas dua jagoan yang lucu. Itu sudah sangat cukup dan bahkan aku gak bisa membalas itu semua " jawab Reno memeluk Siska.


" Tapi kalau memang kamu mau buat Mas bahagia, kamu bisa melakukannya malam ini. Mas sudah lebih dari satu minggu puasa, Mas udah gak tahan lagi Sayang " lanjut Reno berbisik tepat di telinga Siska.

__ADS_1


Wajah Siska memanas mendengar itu dan ia tahu apa yang dimaksud oleh Reno.


" Baiklah, aku akan buat kamu benar-benar bahagia malam ini " ucap Siska menatap wajah tampan suaminya itu.


Siska mengusap rahang suaminya yang ditumbuhi bulu-bulu halus lalu mendekatkan wajahnya. Ia menempelkan bibirnya pada bibir sang suami dan memulai ciuman yang sangat panas. Sebenarnya Siska sangat malu memulainya lebih dulu tapi ia mengesampingkan itu semua. Lagipula ini juga sebagai ucapan terima kasih karena Reno sudah mengajaknya untuk liburan di tempat yang sangat ia ingin kunjungi.


Sementara itu Reno tentu saja tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Reno menekan tengkuk leher Siska dan memperdalam ciuman mereka. Mereka saling ******* dan menelusuri mulut masing-masing hingga hampir kehabisan napas.


" Sepertinya Mas yang harus bergerak, Mas sudah gak tahan Sayang " ucap Reno setelah mereka melepaskan ciuman itu.


Siska hanya menganggukkan kepalanya dan ia pasrah apa saja yang dilakukan oleh suaminya itu.


Reno segera melucuti pakaiannya dan juga pakaian istrinya. Reno meraih selimut untuk menutupi tubuh mereka. Setelah itu Reno langsung menyerang Siska kembali dengan panas tetapi tetap lembut karena ia tidak ingin menyakiti istri. Reno juga membisikkan sebuah doa untuk melakukan hubungan dengan istrinya.


" Mas " ucap Siska dengan wajah yang sudah penuh keringat.


Siska memandang suaminya yang terlihat semakin tampan saat bergerak di atasnya dengan wajah yang berkeringat.


" Sebentar lagi, Sayang " ucap Reno bergerak semakin cepat.


Beberapa saat kemudian, Reno merebahkan tubuhnya di samping Siska setelah mereka sama-sama merasakan pelepasan mereka. Reno menarik Siska ke dalam pelukannya dan memberikan kecupan di puncak kepalanya.


" Tidurlah " ucap Reno karena tahu jika istrinya itu sangat lelah setelah kegiatan panas mereka.


Siska pun menganggukkan kepalanya dan langsung menutup matanya karena ia memang sudah mengantuk.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama, Suamiku Seorang Bodyguard, dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2