Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
74. Bulan Madu


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan sekitar kurang lebih tujuh belas jam, akhirnya Reno dan Siska sudah mendarat di bandara Internasional Haneda, Tokyo, Jepang. Mereka berdua sampai di Tokyo, Jepang pada pagi hari. Reno dan Siska keluar dari area bandara dan mencari taksi untuk menuju apartemen yang sudah ia sewa selama berada di Jepang.


" Sebentar ya Sayang, Mas mau cari taksi dulu " ucap Reno pada Siska.


" Iya Mas " jawab Siska.


Reno pergi tepi jalan raya untuk mencari taksi. Butuh waktu cukup lama sampai akhirnya ada sebuah taksi yang berhenti.


" Ayo Sayang " ajak Reno menarik koper milik mereka.


Reno memasukkan koper miliknya dan Siska ke dalam bagasi dibantu oleh supir taksi itu. Baru kemudian Reno dan Siska masuk ke dalam taksi. Taksi itu mulai melaju menuju apartemen yang mereka sewa.


" Capek banget ya, Sayang " ucap Reno saat melihat wajah lelah Siska.


Siska pun menganggukkan kepalanya, ia memang sangat lelah dan mengantuk. Siska tidak tidur di perjalanan karena ia tidak bisa tidur di dalam pesawat.


" Sabar ya, sebentar lagi kita sampai " ucap Reno mengusap kepala Siska yang tertutup jilbab.


Lagi-lagi Siska hanya menganggukkan kepalanya karena ia sudah sangat malas untuk berbicara.


***


Tiga puluh menit kemudian, Reno dan Siska sudah sampai di apartemen mereka. Supir taksi yang tadi membantu Reno mengeluarkan koper mereka.


" Arigatou gozaimasu " ucap Reno berterima kasih pada supir taksi itu.


Setelah itu, Reno dan Siska langsung menuju ke apartemen mereka yang berada di lantai dua. Reno membuka pintu apartemen itu dengan kartu akses yang diberikan oleh resepsionis apartemen itu.


" Akhirnya bisa istirahat juga " ucap Siska langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Reno hanya tersenyum lalu membawa masuk koper mereka ke dalam kamar.

__ADS_1


" Mandi dulu Sayang, habis itu kamu bisa istirahat " ucap Reno meletakkan koper mereka di depan lemari.


" Nanti aja Mas, aku capek banget ini terus ngantuk juga " jawab Siska malah memejamkan matanya.


" Mau ke mandi sendiri atau Mas yang mandiin " ancam Reno agar Siska segera membersihkan diri.


Jika ia yang memandikan Siska maka akan memakan waktu hingga berjam-jam karena tidak mungkin hanya mandi saja.


Siska yang mendengar itu pun langsung membuka matanya. Ia tidak mau sampai Reno yang bertindak untuk memandikannya dan ia malah tidak akan bisa beristirahat.


" Enggak usah, aku bisa mandi sendiri " tolak Siska tegas.


Siska langsung bangkit dan mengambil handuk serta pakaian santainya dari dalam koper lalu masuk ke dalam kamar mandi dengan terburu-buru. Sedangkan Reno hanya tertawa kecil melihat tingkah laku istrinya itu. Entah mengapa ia merasa sangat lucu dengan itu, apalagi wajah panik Siska hanya karena ancaman kecil darinya.


Selagi menunggu Siska mandi, Reno pun merapikan barang-barang mereka dan memasukkannya ke dalam lemari. Reno sudah terbiasa mengerjakannya, apalagi saat dirinya sedang melakukan perjalanan bisnis.


Beberapa saat kemudian, Siska sudah keluar dari kamar mandi dan terlihat lebih segar dibanding tadi.


" Kok kamu yang beresin sih Mas, kan bisa aku nanti " ucap Siska melihat Reno yang baru selesai merapikan pakaian mereka ke dalam lemari.


Reno meraih handuk yang sudah ia sisihkan tadi lalu ia mendekati Siska yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi.


" Sekarang mending kamu tidur dan istirahat. Nanti kalau sudah waktunya makan siang, Mas bangunin kamu " ucap Reno lalu mengecup singkat bibir Siska.


Siska tidak menjawab karena ia masih terkejut karena kecupan tiba-tiba Reno di bibirnya. Ia memegang bibirnya dan tersenyum. Ia sangat bahagia dengan semua yang Reno lakukan dan itu membuat ia semakin mencintai Reno.


" Akh, Mas Reno semakin hari semakin manis " gumam Siska.


Siska baru tersadar jika Reno sudah tidak ada di hadapannya dan masuk ke dalam kamar mandi. Siska pun beranjak dari sana, ia menyiapkan pakaian ganti untuk Reno baru setelah itu ia naik ke atas tempat tidur.


Siska benar-benar lelah hari ini dan ia harus beristirahat sebelum nanti malam ia akan mengajak Reno untuk pergi ke Tokyo Tower. Tidak butuh waktu lama Siska pun sudah terbang ke alam mimpinya, apalagi dengan kecupan singkat Reno membuat tidurnya menjadi sangat nyenyak.

__ADS_1


Setelah selesai membersihkan tubuhnya, Reno keluar dari kamar mandi dengan menggunakan sehelai handuk di tubuhnya. Reno kembali dibuat tersenyum oleh istrinya kecilnya itu. Siska tertidur dengan memeluk sebuah guling dan mulutnya yang terbuka membuat ia semakin lucu di mata Reno.


Reno memakai pakaiannya yang sudah disiapkan oleh Siska di sisi tempat tidur. Lalu ia mengambil laptop miliknya dan mengecek beberapa pekerjaan yang mungkin saja Anto kirimkan lewat email. Reno tidak benar-benar cuti karena ada beberapa pekerjaan yang masih harus ia kerjakan. Reno duduk di sofa yang ada di balkon apartemen mereka agar lebih nyaman mengerjakan pekerjaannya dan juga tidak mengganggu Siska yang sedang tidur.


Pemandangan kota Tokyo yang cukup banyak gedung tinggi tapi juga masih terlihat beberapa bunga sakura yang mulai berguguran karena ini sudah masuk musim gugur dan sebentar lagi akan tiba musim panas.


" Ternyata negara pilihan Siska ini indah " gumam Reno melihat pemandangan sekitar.


Kemudian Reno membuka laptop miliknya dan mengecek beberapa pekerjaan yang baru saja dikirim oleh Anto.


Cukup lama Reno berkutat dengan benda elektronik berlayar datar itu hingga dering telepon miliknya terdengar. Ternyata itu adalah panggilan video dari Nadia. Reno cukup heran karena baru menunjukkan pukul sebelas siang tapi Nadia sudah pulang dari sekolah. Perbedaan waktu antara Indonesia dan Jepang hanya selisih satu jam.


" Halo, Assalamualaikum Ayah " ucap Nadia dari sebrang sana.


Reno tersenyum melihat wajah Nadia dari layar ponselnya.


" Walaikumsalam, Sayang " jawab Reno.


" Ayah sudah sampai? " tanya Nadia pada Reno.


" Iya Sayang. Ini ayah sudah di apartemen " jawab Reno.


" Terus Bunda mana? " tanya Nadia yang tidak melihat tanda-tanda keberadaan Siska.


" Bunda lagi istirahat, Bunda kecapekan " jawab Reno.


Setelah itu mereka mengobrol sebentar dan Reno menjanjikan akan menelepon Nadia kembali saat Siska sudah bangun.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2