Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
57. Akhirnya Berhasil


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan sekitar kurang lebih satu jam, Reno dan Siska pun sampai di rumah. Siska langsung pergi ke kamar, sedangkan Reno pergi ke ruang kerjanya terlebih dahulu karena mendapatkan telepon dari Anto.


Siska masuk ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya dan menggosok giginya. Siska juga mengganti pakaiannya dengan sebuah piyama pendek miliknya. Siska duduk di depan meja riasnya dan mengoleskan krim malam di wajahnya dan juga body lotion di tangan dan kakinya.


" Apa aku serahkan diri aku sepenuhnya malam ini ya sama Mas Reno. Tapi kalau aku yang mulai duluan nanti aku malah dikira perempuan gatel lagi " ucap Siska berbicara sendiri di depan cermin.


Ceklek.


Pintu kamar itu terbuka dan Reno masuk ke dalam kamar. Siska merasa canggung saat melihat Reno, apalagi ia tidak pernah memakai pakaian sependek itu di depan Reno walaupun mereka sudah menikah.


Reno tertegun melihat Siska yang berada di depan meja rias. Ia tidak pernah melihat Siska berpakaian seperti itu. Piyama pendek yang dipakai Siska memperlihatkan paha mulus dan putih milik Siska membuat tubuh Reno berdesir. Reno mengalihkan pandangannya dari Siska.


" Gak papa, Reno. Itu sudah halal untuk kamu lihat " batin Reno.


Siska yang merasa diperhatikan oleh Reno merasa sangat gugup. Ia hanya diam karena bingung harus mengatakan apa. Jantung Siska berdegup sangat kencang saat Reno berjalan mendekati dirinya.


" Aduh, jantung aku dalam bahaya nih kalau Mas Reno makin dekat " ucap Siska dalam hati.


Siska menundukkan kepalanya saat Reno sudah tepat di depannya.


" Dek " panggil Reno.


" I-iya Mas " jawab Siska gugup.


Reno memegang kedua bahu Siska dan meminta Siska untuk berdiri.


" Apa boleh malam ini Mas minta hak Mas yang sempat tertunda? " tanya Reno pada Siska.


Reno sudah tidak bisa menahannya lagi, apalagi di depan matanya ada seorang wanita yang merupakan istrinya.


Deg deg deg.


Ini adalah saat-saat yang Siska tunggu tapi entah mengapa lidah Siska terasa kelu untuk menjawabnya. Siska hanya menganggukkan kepalanya untuk memberikan jawaban dari Reno.


Reno memegang dagu Siska dan membuat Siska mendongakkan kepalanya. Siska juga bisa melihat jika Reno mulai mendekatkan wajahnya ke arahnya. Siska pun memejamkan matanya dan tak lama ia bisa merasa bibir Reno menyentuh bibirnya. Siska menikmati ciuman yang diberikan oleh Reno walaupun bukan yang pertama kali.


" Kita sholat dua rakaat dulu ya, Dek " ucap Reno setelah melepaskan ciuman itu.


Dengan wajah yang merah, Siska pun menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Kemudian Reno dan Siska bergantian untuk mengambil air wudhu lalu mereka melakukan sholat dua rakaat. Setelah itu Reno membawa Siska untuk duduk di tepi tempat tidur.


" Kamu sudah siap? " tanya Reno pada Siska.


Siska dengan malu-malu menganggukkan kepalanya.


Reno pun membaca doa sebelum menyentuh sang istri agar kelak anak yang dihasilkan oleh hubungan itu menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Reno mengucapkan salam di telinga Siska lalu mulai mencium seluruh wajah Siska dimulai dari kening, kedua mata, pipi dan terakhir bibir. Reno melakukan itu dengan sangat lembut. Ia ingin Siska merasa nyaman saat ia menyentuhnya.


Setelah itu Reno merebahkan tubuh Siska pelan di atas tempat tidur lalu ia menutupi tubuh mereka berdua dengan selimut setelah mematikan lampu di kamar itu. Setelah itu terjadi apa yang memang seharusnya terjadi diantara mereka berdua.


***


Dua jam kemudian, Reno dan Siska menatap langit-langit kamar mereka di bawah selimut dengan keadaan tidak memakai apa pun. Mereka hanya diam dan merasa sangat canggung setelah apa yang terjadi diantara mereka berdua.


" Ya ampun, aku sudah gak perawan lagi " ucap Siska dalam hati.


" Akhirnya berhasil setelah beberapa kali gagal dan tertunda " ucap Reno dalam hati dengan senyum yang sumringah.


Reno tidak menyangka akan dapat merasakan nikmatnya surga dunia setelah sepuluh tahun ia berpuasa.


" Dek " panggil Reno pada Siska.


" Apa sangat sakit? " tanya Reno karena dulu saat melakukannya pertama kali, istri pertamanya merasakan sakit saat melakukan itu.


Siska pun hanya menganggukkan kepalanya.


" Mas minta maaf ya " ucap Reno merasa bersalah.


Siska pun langsung menoleh ke arah Reno. " Mas gak perlu minta maaf. Ini kewajiban aku buat memberikan hak Mas " ucap Siska tidak ingin Reno merasa bersalah.


" Makasih ya, Sayang " ucap Siska mengecup kening Siska.


Siska tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" Sekarang kita mandi ya, setelah itu baru tidur " ucap Reno pada Siska.


Reno bangkit dari tempat tidur dan memakai celana pendeknya.


" Kamu diam aja di situ " ucap Reno saat melihat Siska hendak turun dari tempat tidur.

__ADS_1


Reno dapat melihat dengan jelas jika Siska susah bergerak dan merasa sangat sakit di pangkal pahanya. Reno pun dengan cepat menggendong tubuh Siska yang terbalut dengan selimut.


" Kok Mas gendong aku sih " ucap Siska terkejut saat Reno mengangkat tubuhnya.


" Mas gak tega lihat kamu kesakitan gitu. Kamu juga susah gerak dan itu gara-gara Mas. Jadi sekarang biarin Mas gendong kamu ke kamar mandi " jawab Reno.


Siska pun hanya pasrah jika Reno sudah berkata seperti itu. Reno membawa Siska masuk ke kamar mandi. Reno mendudukkan Siska di atas kloset dan ia mengisi bath up dengan air hangat.


" Lepas selimutnya terus masuk ke dalam bath up " ucap Reno pada Siska.


" Kamu keluar dulu " ucap Siska karena Reno masih berada di sana.


" Mas mau bantu kamu mandi, jadi Mas di sini aja " jawab Reno.


Siska yang mendengar itu pun menjadi sangat malu. " Aku bisa mandi sendiri, Mas " tolak Siska malu.


Reno tersenyum melihat Siska yang malu-malu. " Kamu gak perlu malu. Mas ini suami kamu dan kita bakal dapat banyak pahala kalau mandi bersama " ucap Reno.


" Sekarang kamu diam, biar Mas yang memandikan kamu " lanjut Reno.


Reno melepaskan selimut yang membungkus tubuh Siska. Walaupun sangat malu tapi Siska hanya bisa pasrah. Reno membantu Siska masuk ke dalam bath up dan ia pun ikut masuk ke dalamnya. Reno juga membantu menggosok bagian tubuh Siska. Siska hanya bisa menikmati apa yang dilakukan oleh Reno.


Setelah selesai mandi, Reno kembali menggendong Siska keluar dari kamar mandi. Reno juga membantu Siska untuk memakai pakaiannya. Saat memakaikan celana milik Siska, Reno melihat jika bagian inti tubuh Siska bengkak karena ulahnya. Ia pun menjadi merasa sangat bersalah.


" Pasti karena aku terlalu bersemangat " batin Reno.


Reno merebahkan tubuh Siska setelah ia mengeringkan rambut Siska yang basah.


" Sekarang tidurlah " ucap Reno pada Siska.


Siska pun menganggukkan kepalanya. Siska langsung memejamkan matanya karena ia sudah sangat mengantuk dan badannya terasa remuk setelah memberikan hak suaminya. Reno juga ikut memejamkan matanya dengan memeluk tubuh Siska.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2