Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
64. Ingin Anak


__ADS_3

Sepasang anak manusia yang baru saja merasakan kenikmatan surga dunia itu saling terdiam sembari menatap langit-langit kamar mereka. Reno dan Siska masih terbaring di atas tempat tidur dengan selimut yang menutupi tubuh polos mereka. Walaupun bukan yang pertama kalinya tetapi Siska masih saja malu mengingat percintaannya dengan Reno yang beberapa saat lalu terjadi.


" Sayang " panggil Reno setelah cukup lama mereka hanya diam.


" Iya Mas " jawab Siska tanpa menoleh pada Reno karena malu.


" Mau mandi sekarang atau tidur? " tanya Reno pada Siska.


" Mandi sekarang aja, Mas. Badan aku lengket semua, gak nyaman kalau langsung tidur " jawab Siska.


" Mau mandi bareng? " tawar Reno tersenyum.


Siska pun langsung menoleh ke arah Reno dan menggelengkan kepalanya. " Gak usah, Mas. Aku mandi sendiri aja " tolak Siska.


Jika mereka mandi bersama ada kemungkinan besar mereka akan mengulang lagi percintaan beberapa saat yang lalu dan Siska sudah tidak sanggup lagi. Tubuhnya terasa remuk karena Reno menggempurnya tidak cukup satu ronde dan dengan waktu yang cukup lama.


Reno meraih boxer miliknya yang tergeletak di lantai lalu memakainya. Sedangkan Siska juga berusaha turun dari tempat tidur dengan memegang selimut yang menutupi tubuhnya yang polos.


" Aaaa " pekik Siska saat tiba-tiba tubuhnya terasa melayang karena Reno mengangkat tubuhnya.


" Turunin Mas, aku bisa jalan sendiri " ucap Siska pada Reno.


" Biar Mas bantu kamu ke kamar mandi. Mas takut itu kamu sakit kalau jalan sendiri " ucap Reno.


Wajah Siska pun langsung memerah karena ia tahu apa yang dimaksud oleh Reno. Jujur saja memang pangkal pahanya sedikit nyeri tapi tidak separah saat pertama mereka melakukannya.


" Ini juga kan karena kamu yang ganas banget " gumam Siska pelan tapi masih bisa didengar oleh Reno.


" Kamu bilang apa? " tanya Reno pura-pura tidak mendengar apa yang Siska katakan.


" Enggak, enggak ngomong apa-apa " jawab Siska tidak ingin Reno tahu.


Reno pun hanya tersenyum.


Kemudian Reno menurunkan dan mendudukkan tubuh Siska di atas kloset, sedangkan ia mengisi bath tub dengan air hangat lalu memberikan beberapa tetes aroma terapi di sana. Reno ingin Siska merasa rileks dulu sebelum ia mandi wajib yang sesungguhnya.


" Mas bantu lepas selimutnya " ucap Reno menarik bagian ujung selimut di tubuh Siska.


Siska yang melihat itu pun langsung panik. " Gak usah, Mas. Aku bisa sendiri " tolak Siska.


" Sudah, kamu diam aja " ucap Reno tidak ingin dibantah.

__ADS_1


Reno menarik kembali selimut di tubuh Siska hingga benar-benar terlepas. Siska pun langsung menundukkan kepalanya dan menutup dada serta bagian intinya.


Lagi-lagi Reno hanya tersenyum melihat itu. " Padahal sudah pernah aku lihat, masih aja malu " batin Reno.


Reno kembali mengangkat tubuh Siska dan membantunya masuk ke dalam bath tub.


" Sekarang Mas keluar. Aku mau mandi " usir Siska saat sudah berada di dalam bath tub.


" Ini juga Mas mau keluar. Mas juga takut di sini malah gak kuat dan serang kamu lagi " ucap Reno tertawa kecil.


" Ist apaan sih Mas " ucap Siska.


Reno pun hanya tertawa kecil melihat itu lalu ia segera keluar dari kamar mandi. Ia membiarkan Siska mandi dengan tenang.


***


Tiga puluh menit kemudian, Siska sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe dan handuk yang membungkus rambutnya.


" Kamu cepet mandi Mas, aku sudah siapkan air hangat buat kamu " ucap Siska pada Reno.


" Terima kasih ya, Sayang " ucap Reno tersenyum dan Siska pun menganggukkan kepalanya.


Reno segera masuk ke kamar mandi karena sudah pukul dua belas malam dan waktunya beristirahat. Sedangkan Siska pergi ke ruang ganti untuk mengambil sepasang piyama untuk dirinya dan juga Reno.


Ceklek.


Siska tersadar saat mendengar suara pintu kamar mandi dibuka. Siska dapat melihat Reno yang begitu tampan dengan air yang menetes dari rambutnya yang basah. Siska pun langsung memberikan sebuah handuk kecil untuk mengeringkan rambut basah Reno.


" Ini Mas " ucap Siska memberikan sepasang piyama pada Reno.


" Terima kasih ya, Sayang " jawab Reno lalu mengusap lembut kepala istrinya itu dan Siska pun tersenyum.


Reno memang selalu mengucapkan kata terima kasih pada Siska walaupun itu memang sudah menjadi tugas Siska sebagai istri dengan menyiapkan semua kebutuhan Reno.


" Ayo sekarang kita tidur " ajak Reno setelah memakai piyamanya.


" Iya Mas " jawab Siska.


Reno dan Siska pun langsung naik ke atas tempat tidur. Reno juga menarik Siska untuk masuk ke dalam pelukannya. Memang sudah menjadi kebiasaan mereka akan tidur dengan posisi berpelukan.


Hingga beberapa saat kemudian, Siska masih belum bisa memejamkan matanya. Mungkin karena ia masih merasa segar sehabis mandi di tengah malam. Tiba-tiba saja Siska kepikiran tentang keinginan untuk segera memiliki anak. Siska yang sangat menyukai anak kecil pun ingin sekali memiliki anak sendiri. Apalagi saat melihat Tya dan Yeni yang sudah menjadi seorang ibu, ia pun menjadi iri.

__ADS_1


" Mas " panggil Siska pada Reno yang sudah memejamkan matanya.


" Hmm, kenapa Sayang? " tanya Reno yang ternyata belum tidur.


" Aku mau tanya sesuatu sama kamu " ucap Siska menatap Reno yang sudah membuka matanya.


" Tanya aja Sayang " jawab Reno sambil memberikan beberapa kecupan di puncak kepala Siska.


Siska terdiam sebentar. Ia seberapa takut untuk membicarakan hal ini pada Reno. Ia takut Reno tidak menginginkan anak darinya karena Reno sudah memiliki Nadia.


" Apa kamu mau punya anak dari aku? " tanya Siska ragu-ragu.


Reno sebenarnya cukup terkejut mendengar pertanyaan Siska tapi setelah itu ia tersenyum.


" Pasti mau, Sayang. Anak itu rezeki " jawab Reno tersenyum hangat.


Siska pun merasa lega setelah mendengar jawaban dari Reno.


" Kenapa kamu tanya itu sih? " tanya Reno pada Siska heran.


" Ya aku takut aja kamu gak mau punya anak dari aku. Lagi pula kan kita sudah punya Nadia " jawab Siska.


" Kalau memang dikasih sama Allah, Mas pasti bakal terima dengan senang hati. Nadia juga pasti seneng kalau punya adik " ucap Reno tersenyum.


" Memangnya kamu sudah siap punya hamil dan melahirkan di usia kamu yang masih muda? " tanya Reno pada Siska.


" Aku siap, Mas. Aku juga mau merasakan jadi seorang ibu yang sempurna dan kalau kita punya anak kan pasti lucu. Nadia sebentar lagi remaja Mas dan dia akan sibuk sekolah. Jadi gak bisa terus sama kita " jawab Siska.


" Tapi Mas gak usah khawatir. Walaupun nanti kita punya anak, tapi itu gak bakal mengurangi rasa sayang aku sama Nadia. Nadia tetap anak kesayangan aku " ucap Siska khawatir Reno berpikir jika ia tidak akan menyayangi Nadia lagi setelah memiliki anak sendiri.


" Iya Sayang. Mas percaya kamu itu ibu yang baik dan bisa menyayangi anak-anak kita dengan adil nanti " jawab Reno.


" Sekarang kita tidur, nanti aku bangunin buat sholat tahajud " ucap Reno.


" Iya Mas " jawab Siska.


Reno memang ingin segera memiliki anak lagi setelah menikah tetapi ia memikirkan kesiapan Siska. Apalagi usia Siska masih sangat muda, tapi jika Siska sudah siap tentu saja Reno sangat senang.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2