
Nadia mengajak Reno dan Siska untuk pergi ke taman setelah selesai makan siang. Siska menaruh rantang yang dibawanya ke dalam mobil lalu menyuruh seseorang untuk mengambil mobilnya di rumah sakit karena ia akan ikut mobil Reno, sesuai dengan permintaan Nadia.
Siska duduk di depan tepat di samping Reno yang sedang menyetir, sedangkan Nadia duduk di belakang sendirian. Nadia sengaja menyuruh Siska duduk di depan agar Siska dekat dengan Reno. Nadia sebenarnya hampir menyerah untuk mendekatkan Reno dan Siska karena terlihat tidak ada perubahan di antara keduanya.
Sesampainya di sebuah taman, mereka pun langsung turun dari mobil. Nadia menggandeng tangan Reno dan Siska di kanan dan kirinya memasuki taman itu.
" Kita duduk di sini ya " ucap Reno pada Siska dan Nadia.
Siska dan Nadia pun menganggukan kepala mereka lalu duduk di bangku yang ada di taman itu.
" Yah, Nadia mau es krim " ucap Nadia pada Reno saat melihat penjual es krim.
" Kalian tunggu di sini biar Ayah yang beli " ucap Reno yang akan membeli es krim yang diinginkan Nadia.
" Iya Yah " jawab Nadia.
Reno pun melangkah pergi untuk membeli es krim untuk Nadia, sedangkan Siska dan Nadia tetap berada di bangku itu.
Tak lama kemudian, Reno kembali dengan membawa dua cup es krim rasa coklat di tangannya. Reno pun langsung memberikan masing-masing es krim itu pada Siska dan Nadia.
" Kok Abang beli dua dong? " tanya Siska pada Reno.
" Kalian aja yang makan es krimnya. Abang gak terlalu suka es krim " jawab Reno.
Siska membantu membukakan penutup es krim itu dan memberikannya kembali kepada Nadia lalu mereka pun menikmati es krim rasa coklat itu sambil melihat beberapa anak yang sedang bermain di taman bersama kedua orang tuanya.
" Ayah " panggil Nadia Reno.
" Iya Sayang " jawab Reno.
" Kak Siska " panggil Nadia pada Siska juga.
" Iya Sayang, kenapa? " jawab Siska.
" Aku boleh minta satu permintaan gak sama kalian? " tanya Nadia pada Reno dan Siska.
" Boleh dong, Sayang " jawab Siska.
" Nadia boleh minta apapun sama Ayah selagi ayah bisa kabulin permintaan hadiah itu " ucap Reno mengusap kepala Nadia.
__ADS_1
" Nadia minta Ayah sama Kak Siska menikah " ucap Nadia pada Reno dan Siska.
Deg.
Reno dan Siska sama-sama sangat terkejut mendengar permintaan Nadia itu. Mereka tidak menyangka Nadia meminta itu pada mereka berdua.
" Menikah? " ucap Siska masih tidak percaya dengan permintaan Nadia.
" Iya Kak. Nadia mau Kak Siska menikah sama Ayah dan menjadi Bunda buat Nadia. Nadia bisa merasakan mempunyai keluarga yang utuh dengan adanya Kak Siska. Nadia merasakan perhatian dan kasih sayang seorang ibu dari Kak Siska yang belum pernah Nadia rasakan karena Bunda Nadia sudah meninggal. Nadia juga mau punya keluarga yang utuh kayak anak-anak lain. Nadia kadang suka iri kalau lihat anak-anak yang lain main sama ayah dan bundanya. Kak Siska mau kan kabulin permintaan Nadia kali ini? Kak Siska mau kan jadi Bundanya Nadia? " ucap Nadia pada Siska penuh harap.
Mata Nadia sudah berkaca-kaca. Ia sangat berharap Siska mau menikah dengan Reno dan menjadi ibu sambungnya sehingga ia bisa memiliki keluarga yang utuh.
Siska tidak tega melihat Nadia yang terlihat sangat sedih itu. Siska menarik Nadia dalam pelukannya dan memeluknya dengan erat. Nadia menangis dalam pelukan Siska. Siska juga tidak bisa menahan air matanya, ia bisa merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Nadia.
Sedangkan Reno hanya diam melihat itu. Ia sangat sedih mendengar permintaan dari Nadia, ia tidak tahu jika Nadia selama ini sedih dan ingin sekali merasakan memiliki keluarga yang utuh. Rindu semakin merasa bersalah kepada Nadia.
Setelah tangisnya reda, Nadia menatap Reno yang dari tadi hanya diam.
" Ayah mau kan menikah sama Kak Siska? " tanya Nadia penuh harap pada Reno.
Reno menatap mata Siska sebelum menjawab pertanyaan dari Nadia. Siska pun juga menatap dirinya.
" Iya Sayang. Ayah akan menikah dengan Kak Siska " jawab Reno yakin.
Deg.
" Jangan senang dulu, Siska. Bang Reno mungkin bilang itu karena gak mau kalau Nadia sedih " ucap Siska pada dirinya sendiri di dalam hati.
" Makasih, Ayah " ucap Nadia memeluk Reno.
" Iya Sayang " jawab Reno mengusap lembut kepala Nadia.
Setelah melepaskan pelukannya pada Reno, Nadia beralih pada Siska.
" Kak Siska mau kan jadi bundanya Nadia? " tanya Nadia penuh harap pada Siska.
Siska yang melihat itu pun menjadi tidak tega.
" Iya Sayang " jawab Siska dengan senyum terpaksa.
__ADS_1
Nadia yang senang pun langsung memeluk Siska dengan erat.
" Makasih ya, Kak Siska. Nadia seneng banget mau punya bunda " ucap Nadia pada Siska.
" Iya Sayang " jawab Siska membalas pelukan Nadia.
Siska menatap Reno dengan tatapan yang meminta penjelasan dari Reno tapi Reno hanya diam.
Setelah itu mereka pun memutuskan untuk pulang. Reno akan mengantar Siska terlebih dahulu ke rumahnya. Sepanjang perjalanan senyum di bibir Nadia tidak pernah luntur, hari ini ia merasa begitu senang karena Reno dan Siska bersedia untuk menikah.
Siska yang melihat itu merasa sedih. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana kecewanya Nadia jika ia dan Reno tidak jadi menikah.
Sesampainya di rumah keluarga Daddy Smith, Reno dan Siska turun dari mobil sedangkan Nadia tetap berada di dalam. Reno ingin berbicara berdua dengan Siska.
" Kalau kamu butuh penjelasan dari Abang tentang kenapa Abang berkata seperti itu, Abang akan menemui kamu besok dan menjelaskan semuanya. Sekarang Abang minta maaf, ini sudah sore dan kami harus pulang " ucap Reno pada Siska.
" Abang gak perlu repot-repot menemui aku. Aku besok akan datang ke rumah Abang " jawab Siska.
" Ya sudah, Abang pulang dulu " pamit Reno.
Siska pun menganggukkan kepalanya.
" Assalamualaikum " ucap Reno.
" Walaikumsalam " jawab Siska.
Setelah itu Reno langsung masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya meninggalkan rumah keluarga Smith.
Siska memasuki rumah dengan perasaan gelisah. Ia masih memikirkan tentang permintaan Nadia.
" Aku sih bakal seneng banget kalo disuruh nikah sama Bang Reno karena aku cinta sama Bang Reno, tapi gimana sama Bang Reno. Bang Reno cinta banget sama almarhumah istrinya. Aku gak mau hidup rumah tangga sama Bang Reno tapi dibayang-bayangi sama almarhumah istrinya " ucap Siska sangat bingung bagaimana kedepannya.
" Lebih baik aku mandi dulu biar pikiran lebih tenang " lanjut Siska.
Siska masuk ke dalam kamar mandi dan mengguyur seluruh tubuhnya dengan air dingin.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘