
" siapa yang menghadang mobil kita pa...?" tanya nayra dengan cemas
" saya tidak tahu nyonya...! anda jangan khawatir.aku akan menelpon tuan jimy...." ujar sang supir.lalu mengambil ponsel nya namun ponsel nya ternyata mati.
" bagaimana pa...? " tanya nayra
" ponsel saya mati nyonya...!" ujar sang supir.
" tok..tok..." suara kaca mobil yang di ketok dari luar membuat nayra terkaget.
" nyonya jangan kemana mana..! aku akan keluar..." ujar sang supir lalu keluar dari mobil dan langsung mengkunci mobil dari luar.begitu terkejut nya sang supir setelah keluar dari mobil mendapati tuan jimy yang membawa payung berdiri di luar mobil.
" tuan jimy....!" ujar sang supir. lalu melihat ke arah belakang berdiri tuan kenzo yang memakai setelan jas hitam mewah nya yang di payungi oleh para pengawal pribadi nya menatap ke arah dalam mobil.
" buka pintu nya....!" ujar tuan jimy.lalu sang supir membuka pintu belakang mobil.nayra yang berada di dalam mobil melihat ada yang berjalan mendekati mobil nya setelah di lihat ternyata orang itu adalah suami nya kenzo.
" kenzo....!" ujar nayra
kenzo menundukan tubuhnya dengan wajah yang datar langsung membuka jas nya mengenakan di tubuh nayra lalu langsung mengendong nayra.
" pecat dia....!" ujar kenzo dengan dingin nya tatapan tidak beralih sedikit pun dari wajah nayra.dengan menggendong nayra kenzo lalu berjalan kearah mobil nya
" baik tuan..!" ujar jimy.nayra melihat ke arah belakang entah apa yang sedang di bicarakan jimy pada sang supir
nayra yang masih berada dalam gendongan kenzo sudah berada di dalam mobil.kenzo masih menatap pada wajah nayra lalu tiba tiba kenzo memeluk nayra dengan erat.
" ken...kau kenapa??" tanya nayra
"jangan pernah pergi dariku...!! " lirih kenzo di telinga nayra." aku bisa gila tanpa mu...." kenzo mencium kening nayra dengan lembut.
" pergi...!" ujar nayra.nayra pun berfikir sesaat lalu tertawa.
" sayang...!! tadi aku hanya pergi----" belum sempat meneruskan nya kenzo memeluk nayra lagi dengan erat seperti orang yang sangat takut kehilangan.nayra pun tersenyum lalu membalas pelukan kenzo
__ADS_1
sepajang perjalanan kenzo tidak melepas kan pelukan nya.nayra yang masih berada di pangkuan kenzo tertidur dengan pulas.kenzo memandangi wajah nayra membelai nya dengan lembut " aku bisa kehilangan apa pun, tapi aku tidak akan sanggup jika kehilangan mu.aku bisa mati tanpa mu...!"guman kenzo dalam hati mencium kening nayra.
sesampai nya di mansion kenzo mengendong nayra menuju kamar nya.nayra yang terbangun pun meminta di turun kan tapi kenzo tidak mau melepas nayra.sesampai nya di kamar nayra di baringkan di tempat tidur. menarik selimut untuk menutupi tubuh nayra
" maaf...!" ujar kenzo kembali
" maaf untuk apa...?" tanya nayra dengan wajah heran
" masalah ciuman itu....!" ujar kenzo menatap intens mata nayra yang hitam
"ahh...ya aku lupa suami ku ini sudah berciuman dengan wanita lain di belakang ku....!" ujar nayra dengan wajah cemberut.kenzo yang melihat nayra cemberut justru tersenyum
" kau cemburu...? ujar kenzo menggoda nayra
" ishhhhh cemburu ...!! dengan jeny?" ujar nayra dengan wajah kesal.kenzo pun langsung mencium bibir nayra dengan lembut." aku suka kau cemburu seperti ini...! bisik kenzo menggigit kecil daun telinga nayra
" kenzo....!" pekik nayra mendorong tubuh kenzo dengan muka cemberut nya
" tok..tok.." suara pintu di ketuk
" tuan , nyonya..!makan malam sudah siap " ujar pa li
" aku tidak lapar....!" ujar nayra.kenzo memandang wajah nayra yang terlihat agak pucat
" keluar lah pa li...!" ujar kenzo
" apa kau sakit...?" tanya kenzo dengan wajah khawatir
" aku tidak apa apa...! kepala ku hanya sedikit pusing.."ujar nayra
"aku akan memanggil dokter...!" ujar kenzo
" tidak usah...!! aku hanya ingin tidur " ujar nayra lalu berbaring miring memejam kan mata nya.kenzo pun keluar kamar menelpon dokter pribadi nya untuk datang ke mansion. jimy yang baru datang langsung menghadap tuan kenzo.
__ADS_1
"tuan,, supir itu sudah saya pecat...!" ujar jimy.
"emmm....!" kenzo hanya berdehem
jimy melihat wajah tuan nya seperti cemas.kenzo kembali masuk ke dalam kamar nya.jimy pun mengikuti tuan nya dari belakang. kenzo duduk di samping nayra memandang wajah nayra dan membelai rambut nayra dengan perlahan.
" apa ada sesuatu tuan..?" tanya jimy dengan suara pelan.kenzo hanya diam saja menatap nayra yang sedang tertidur.jimy pun ikut melihat wajah pucat nyonya nayra.
dokter hasan yang diikuti seorang wanita di belakangnya sudah datang di mansion tuan kenzo langsung di antar oleh pa li menuju kamar tuan kenzo.
" selamat malam tuan perkenal kan ini dokter rini.dokter rini yang akan memeriksa nyonya nayra...!" ujar dokter hasan
tadi sewaktu di telpon tuan kenzo.tuan kenzo meminta membawa nya dokter wanita yang bagus untuk memeriksa nayra.karena tuan kenzo tidak mau dokter pria yang memeriksa nayra sekalipun itu dokter hasan dokter pribadi keluarga kenzo.
" nay, bangunlah...! " ujar kenzo membangun kan nayra dengan lembut.nayra pun terbangun dari tidur nya masih dengan wajah kantuk nya dan melihat sudah ada dokter hasan di depan nya.
" ken aku kan sudah bilang aku tidak apa apa!" ujar nayra masih dengan terkantuk kantuk.kenzo hanya diam menatap nayra.
" dokter....!" ujar kenzo
" baik tuan...!" lalu dokter hasan memerintah kan dokter rini untuk segera memeiksa nyonya nayra
" bagaimana...?" tanya tuan kenzo pada dokter rini yang sudah selesai memeriksa nayra, tanpa menatap dokter rini sedikit pun.tatapan kenzo hanya tertuju pada nayra
" seperti nya nyonya hanya kecapaian dan kelelahan..
" ujar dokter rini
" nyonya apa dari pagi anda belum mengisi perut anda dengan makanan ...?" ujar dokter rini bertanya pada nayra
" tadi pagi aku hanya sarapan roti setelah itu....!" nayra terdiam.nayra baru sadar seharian ini hanya memakan roti saja.pantas saja ia merasa sangat ke capain.
" nyonya anda harus makan apa lagi----!!" belum sempat meneruskan nya kenzo langsung memotong pembicaran dokter rini
__ADS_1
" pa li siapkan makanan untuk nyonya...!" perintah tuan kenzo dengan nada yang dingin.nayra pun melihat sorot mata kenzo yang marah hanya diam tertunduk.jimy pun yang tau tuan nya sedang membutuh kan privasi berdua dengan nyonya nayra langsung memberikan kode agar dokter hasan dan dokter rini keluar dari kamar tuan kenzo.
dokter hasan yang mengerti pun langsung menggaet tangan dokter rini.awal nya dokter rini enggan meninggal kan ruangan itu namun melihat sorot mata dokter hasan dokter rini pun akhir nya mengikuti untuk keluar dari kamar tuan kenzo