Menikahi Jd Yg Ke 2

Menikahi Jd Yg Ke 2
Part 257


__ADS_3

Satu minggu sudah Novi bekerja sebagai sekertaris Dion, Novi pun sudah mulai menguasai pekerjaannya sebagai seorang sekertaris. dengan dibantu oleh Dion, Novi akhirnya bisa bangkit dan menjadi kuat seperti Novi yang dulu.


Sosok Novi yang lepas dan apa adanya jika sedang berbicara dan tidak pernah berhenti jika sedang berbicara. Dion yang melihat perubahan dratis pada diri Novi pun semakin kagum pada sahabatnya itu.


"Bagaimana hubunganmu dengan Jimy?" tanya Dion yang sedang makan siang bersama Novi diruang kerjanya.


"Entahlah," jawab Novi dengan mengangkat bahunya.


"Jimy masih tidak menghubungimu sama sekali?" Dion menatap wajah sahabatnya itu.


"Sudah tiga hari ini dia selalu menghubungi ponselku, namun aku tidak menjawab teleponnya." jawab Novi dengan wajah yang biasa saja.


"Kenapa kau tidak mengangkatnya?" tanya Dion


"Aku sudah bertekad, untuk melepasakan semuanya. aku sudah lelah memperjuangan hubunganku." jawab Novi yang masih asik dengan makanan nya.


"Tapi, apa kau sudah memberitahukan kehamilanmu padanya?"


"Belum, dan aku rasa dia tidak peduli jika aku hamil atau tidak?"ucap Novi. "Sudahlah jangan membicarakannya lagi, selera makan ku bisa hilang karenanya," gerutu Novi.


"Maafkan aku, aku janji tidak akan membicarakannya lagi." ucap Dion dengan tertawa kecil.

__ADS_1


Baru saja selesai membicarakan Jimy, ada panggilan masuk diponsel Novi dari Jimy. "Panjang umur sekali dia," gumam Novi dalam hati. Namun ponselnya hanya di diamkan saja tidak diangkatnya.


"Jimy!" seru Dion yang dijawab anggukan kepala oleh Novi.


Dua menit setelah itu ada pesan masuk kedalam ponsel Novi, Novi pun langsung membuka pesan tersebut.


"Keluarlah, aku ada di depan perusahaan MRO. mau kau yang keluar, atau aku yang akan masuk kesana!" isi pesan dari Jimy langsung membuat Novi tersedak.


"Nov, pelan pelan makan nya?" ucap Dion yang langsung mengambilkan air minum untuk Novi.


"Dion, Jimy ada disini" pekik Novi dengan wajah yang terkejut.


"Lihatlah," Novi memperlihatkan isi pesan dari Jimy.


"Suruh dia masuk, aku mau tahu seberapa berani dirinya" ujar Dion dengan suara yang tegas.


Dion sudah tahu kemampuan Jimy yang sangat hebat, saat Jimy mengamankan Dimitri di rumah sakit, tapi entah mengapa Dion merasa ingin sekali bertemu dengan Jimy dan memukul wajahnya. walaupun Dion tahu kalau kenyataannya justru dia yang akan terkena pukulan di wajahnya.


"Tapi Dion, aku tidak mau membuat keributan dikantormu. biar aku saja yang keluar" ujar Novi yang hendak berdiri. namun lengan Dion menahan Novi dan membuatnya duduk kembali.


"Kau itu sekertarisku sekaligus sahabatku, aku tidak ingin kau menangis tapi aku tidak ada disampingmu" ucap Dion membuat Novi sangat terharu.

__ADS_1


"So sweet sekali bosku ini," ujar Novi.


"Kau jangan memujiku, aku takut nanti kau jatuh cinta padaku" ucap Dion dengan tertawa.


"Ishh, yang benar saja." gerutu Novi yang juga ikut tertawa.


Sepuluh menit kemudian, pintu ruangan kerja Dion di ketuk oleh seseorang, membuat Dion dan Novi saling berpandangan.


"Masuk!" perintah Dion.


"Maaf Tuan Dion, orang ini memaksa masuk keruangan anda" ucap security kantor Dion dengan wajah yang ketakutan.


Dan dari belakang tampak Jimy bersama anak buahnya yang memakai setelan jas hitam dan juga kacamata hitammemasuki ruangan Dion.


"Jimy" pekik Novi menatap wajah suaminya yang terlihat datar tanpa ekspresi apa pun.


"Rupanya kau sudah datang kemari, cepat juga jalanmu!" ujar dion dengan tersenyum sinis.


"Maaf tuan Dion, aku kemari tidak ingin membuat keributan denganmu. aku hanya ingin menjemput istriku" ucap Jimy dengan suara tegasnya menatap Dion dengan tatapan tajam.


"Baiklah, tapi lebih baik kau tanyakan dulu istrimu. mau tidak dia ikut denganmu!" seru Dion membalas tatapan tajam Jimy.

__ADS_1


__ADS_2