
Setelah sampai di dalam apartemen, Novi langsung masuk kedalam kamarnya. Jimy yang merasa heran dengan sikap Novi sejak berada di mobil, hanya diam menatap pada punggung Novi yang masuk kedalam kamarnya.
Di dalam kamar Novi kembali teringat akan perkataan Jimy, dalam diam akhirnya Novi menangis. entah mengapa dirinya merasakan sesak di dalam dadanya.
"Kenapa aku menagis." lirih Novi menghapus air matanya, "Kau kan sudah tahu bahwa Jimy tidak akan pernah mencintaimu" gumam Novi dalam hati menatap pada langit langit di kamarnya.
"Aku ini seperti pungguk yang merindukan bulan, wanita seperti ku. tidak akan pernah di cintai oleh Jimy" ucap Novi masih berbicara pada dirinya sendiri.
Novi sadar dirinya bukanlah siapa siapa, jika di bandingkan dengan Ana mantan kekasih Jimy bagaikan langit dan bumi. Ana sangat cantik dengan tinggi badan yang ideal dengan rambut panjang yang tergerai indah, sedangkan dirinya masuk kedalam kategori wajah yang standart dengan tinggi badan yang pas pasan, dan rambut pendek yang terkadang terlihat rapih dan terkadang terlihat acak acakan.
"Ayo Novi, kau harus sadar diri" ujar Novi pada dirinya sendiri. dan karena kelelahan dan juga pedih dihati nya. Novi pun tertidur dengan sangat pulas, sampai sampai dirinya belum mandi dan lupa mengunci pintu kamar nya.
Sementara di balik pintu kamar Novi, Jimy mendengarkan semua keluh kesah Novi dengan sura yang sangat kecil. Jimy merasa sangat bersalah sudah membuat wanita yang selama ini membantu dirinya kini bersedih karena sikapnya.
__ADS_1
"Apa aku harus mencoba membuka hatiku untuknya" gumam Jimy dengan berjalan masuk kedalam kamar nya.
Keesokan hari nya, dengan wajah yang ceria Novi sudah menyiapkan sarapan untuk suami nya dimeja makan"Jim, aku berangkat lebih dulu ya. karena aku takut terlambat datang ke mansion utama" tutur Novi yang sudah mengambil tas nya, dan bersiap siap untuk berangkat.
"Kita berangkat bersama" ujar Jimy dengan wajah datarnya.
"Tapi kau belum sarapan" Novi menatap roti yang tadi di buatnya.
"Aku bisa sarapan di mansion utama" jawab Jimy yang berjalan ke arah pintu keluar.
"Buka mulut mu!" perintah Novi sambil membuka tisu yang membungkus roti yang di bawa nya tadi.
"Kau mau apa?" tanya Jimy dengan wajah penuh curiga.
__ADS_1
"Ayo buka mulutmu" Novi menyodorkan roti kearah mulut Jimy hingga membuat Jimy mau tidak mau membuka mulutnya. dengan telaten Novi menyuapi roti ke dalam mulut suami nya itu. karena tangan Jimy yang sedang mengemudi mobil tidak bisa untuk makan sendiri.
"Pulang nanti, kau tunggu aku di mansion utama" ucap Jimy yang masih mengunyah roti di dalam mulutnya.
"Tentu saja aku akan menunggumu, karena tujuan utama aku menerima pekerjaan ini. karena aku ingin selalu bersama mu, berangkat dan pulang kerja bersama" gumam Novi dalam hati.
..............
"Bagaimana nona Key?" tanya Novi yang kini sedang mengngerok punggung Keyla dengan uang koin lima ratus perak yang selalu ada di dompetnya.
"Sudah ku bilang panggil aku Keyla saja" jawab Keyla. "Aku sudah merasa mendingan" Keyla pun bersendawa dengan sangat keras.
"Aku binggung dengan tugasku, sebenarnya aku ini mengurus Baby Dila atau mengurus mommy Dila" tanya Novi pada Keyla.
__ADS_1
Karena sejak dirinya datang, justru direpotkan oleh Keyla. yang terus bolak balik ke kamar mandi, dan dengan sigap Novi membantu Keyla yang terlihat lemas karena terlalu banyak muntah.
Saat melihat penderitaan seorang ibu hamil yang harus muntah muntah di pagi hari, membuat nyali Novi menciut. "Betapa sengsara nya ibu yang sedang hamil itu" gumam Novi.