
Setelah selesai membersihkan diri Kenzo dan Nayra kini sudah duduk di ruang meja makan.
" Pak Li di mana yang lain nya ?"
" Nyonya Keyla dan Tuan Dimitri masih berada di kamar nya tuan " ujar Pak Li sambil menyiapkan makan malam.
" Cih, mereka itu...! panggil mereka " Ujar Kenzo dengan suara datar nya.
" Baik tuan " Pak Li pun berjalan menuju kamar Keyla.
" Tuan semua berkas sudah selesai, aku pamit pulang " Ujar Jimy.
" Jim, kau makan malam di sini " Perintah Kenzo pada Jimy.
" Terima kasih tuan, tapi sebaik nya aku makan di apartment saja" Ujar Jimy dengan wajah tegang nya karena masih trauma saat di suruh makan cake yang sangat banyak oleh nyonya Nayra.
" Kau takut ya aku menyuruh mu menghabiskan semua makanan lagi " Goda Nayra dengan menaikan kedua alis mata nya.
" Tidak Nyonya " ujar Jimy dengan tersenyum tipis. " Nyonya tahu saja isi hati ku " guman Jimy dalam hati.
__ADS_1
" Ehem " Kenzo berdehem dengan keras membuat Nayra dan juga Jimy langsung terdiam.
" Makan di sini atau-----" Belum selesai Kenzo berbicara Jimy sudah duduk di kursi makan.
" Kenapa perasaan ku jadi tidak enak ya" Guman Jimy dalam hati menatap pada tuan dan nyonya nya.
Lima menit kemudian Keyla dan juga Dimitri keluar dari kamar nya dan berjalan ke arah ruang makan. Pada saat Dimitri hendak duduk di kursi makan di sebelah Keyla.
" Siapa yang menyuruh mu duduk di situ ?" Kenzo berbicara tanpa memandang wajah Dimitri.
" Jika Kak Dimitri tidak duduk di sebelah ku lalu duduk di mana ?" Tanya Keyla dengan wajah binggung.
" Duduk lah Di sana " Kenzo menunjuk di sebuah kursi yang berada di ujung seberang.
" Kenzo...!" Nayra mendelik tajam ke arah Kenzo sedangkan Kenzo pura pura tidak melihat nya.
" Kakak, masa aku harus duduk berjauhan dengan suami ku " gerutu Keyla.
" Itu hukuman untuk nya karena sudah membuat ku menunggu di meja makan " Ujar Kenzo dengan wajah tidak suka nya.
__ADS_1
" Kami telat karena kami habis--------" Dimitri langsung membekap mulut Keyla dengan tangan nya. Dimitri sudah tahu pasti apa yang akan di katakan oleh Keyla.
" Baiklah aku akan duduk di sana " Dimitri melepaskan bekapan nya pada mulut Keyla dan berjalan ke arah kursi yang berada di ujung tepat berhadapan dengan Kenzo.
" Aku ikut " Keyla pun pindah duduk di sebelah Dimitri.
Jimy yang melihat semuanya hanya diam saja dan menelan saliva nya dengan susah " perasaan ku jadi semakin tidak enak " guman Jimy dalam hati.
Mereka berlima pun makan malam dengan keheningan tanpa ada yang bersuara. hanya Keyla yang selalu senyum senyum sendiri mengingat apa yang sudah dirinya lakukan bersama Dimitri.
" Kau kenapa tersenyum seperti itu " Kenzo yang dari tadi melihat tingkah Keyla merasa tidak nyaman.
" Aku hanya ingin tersenyum saja kak " Ujar Keyla membuat Kenzo menggeleng gelengkan kepalanya.
" Kebetulan ada kau. kemaren malam siapa pemenangnya?" Tanya Dimitri pada Jimy.
" Itu -----" Jimy kemudian menatap pada Tuan Kenzo.
" Ah aku jadi teringat sesuatu, setelah selesai makan bawa ponsel kalian dan kumpul dulu di ruang keluarga karena ada sesuatu yang ingin ku perlihatkan " Ujar Nayra yang langsung membuat Jimy tersedak.
__ADS_1
" Kau kenapa...?" Kenzo yang melihat Jimy tersedak langsung menatap nya penuh curiga.
" Aku tidak apa apa tuan " Jimy menelan air saliva nya dengan susah " Ah benar saja firasat ku ini...! bisa mati aku " Guman Jimy dalam hati.