
Keyla pun langsung menuju mobil nya dengan perasaan sedih bercampur dengan kesal. sesampai nya di kamar hotel, keyla terbengong melihat ibu nya sedang mengemasi koper nya.
" key kau sudah pulang? cepat kemasi barang mu...!" perintah nyonya besar.
" kenapa bu...? bukan kah kita baru 4 hari berada di sini..." guman keyla yang langsung duduk di atas kasur nya.
" kakak mu menyuruh jimy untuk mengantarkan kita pulang dan kau pun harus segera kembali kuliah...!" ujar nyonya besar.
" ha...! kenapa mendadak sekali? bukan kah aku sudah mengajukan cuti bu.." ujar keyla
" kakak mu sudah mengurus semua nya...!" ujar nyonya besar.
" aku tidak mau bu, aku ingin tinggal bersama kak kenzo dan kakak ipar saja..!" guman keyla.
" kau tidak dengar apa yang tadi ibu katakan..!" ujar nyonya besar menatap tajam keyla. keyla pun mengangkat bahu nya tak mengerti.
" ada jimy di bawah yang sudah menunggu kita..." ujar nyonya besar, membuat keyla pun langsung mengerti dan memasukan pakaian nya ke dalam koper nya.
keyla dan nyonya besar pun kini sudah berada di pesawat pribadi nya menuju tempat tinggal nyonya besar.
" kak jimy, kenapa kakak ku menyuruh kita pulang..?" tanya keyla pada jimy
" aku tidak tahu nona...!" ujar jimy dengan datar nya
" kau bohong, tidak mungkin kak jimy tidak tahu...!" ujar keyla kembali.
" sudah lah key, kalo pun dia tahu. jimy tidak akan memberitahukan nya pada kita..." ujar nyonya besar dengan senyum sinis nya ke arah jimy. jimy pun hanya membalas sebuah senyuman kepada nyonya besar dan keyla.
" bagaimana ini, aku pasti tidak akan pernah bertemu kembali dengan kak dimitri..." guman keyla dalam hati dengan raut wajah nya yang sedih." apakah aku memang tidak berjodoh dengan nya.." guman keyla kembali.
jimy yang melihat ada kesedihan di raut wajah nona keyla pun tampak berfikir. karena setau jimy nona keyla adalah sosok gadis yang periang
" nona kenapa anda bersedih...?" tanya jimy, nyonya besar pun langsung melihat ke arah putri nya.
__ADS_1
" aku tidak apa apa..." jawab keyla dengan tak bersemangat.
" apa kau masih patah hati..." ujar nyonya besar pada putri nya.
" iya bu.." ujar keyla mengangguk kan kepala nya, nyonya besar langsung menghela nafas nya dengan berat.
" kau jangan memikirkan lagi pria yang tidak jelas itu, ibu sudah memilihkan pria yang cocok untuk mu..." ujar nyonya besar pada keyla.
" maksud ibu aku di jodoh kan ...?" tanya keyla dengan wajah terkejut nya." aku tidak mau bu, pilihan ibu itu pasti tidak benar...!" sungut keyla.
" tidak benar bagaimana..? bertemu saja belum, kamu sudah mengatakan tidak benar..." ujar nyonya besar dengan wajah kesal.
" ibu lihat saja kak jeny, dia kan wanita yang di pilih oleh ibu untuk menggantikan kakak ipar..! apa ibu tahu kak jeny itu sudah punya kekasih saat ibu menjodoh kan nya dengan kak kenzo..." ujar keyla.
mendengar perkataan keyla, jimy pun tidak bisa menahan tawa nya.
" kenapa kau tertawa..!" ujar nyonya besar dengan nada marah, lalu nyonya besar pun menatap marah pada putri nya. " bisa bisa nya keyla berbicara seperti itu di depan jimy..."guman nyonya besar dalam hati.
setelah menempuh perjalanan selama 2 jam mereka pun sudah sampai di mansion nyonya besar. kini mereka sudah duduk di sofa di ruangan tamu.
" cepatlah apa yang ingin kau sampaikan...?" tanya nyonya besar pada jimy.
" baiklah nyonya besar saya akan menyampaikan pesan dari tuan kenzo..." ujar jimy menatap pada nyonya besar dan juga keyla.
" tuan melarang nona keyla dan juga nyonya besar untuk pulang ke mansion utama. sebelum nona keyla lulus kuliah..." ujar jimy. " nyonya besar harus selalu menemani nona keyla hingga lulus kuliah dan tidak boleh bepergian ke mana pun..." ujar jimy kembali
" jika nyonya besar melanggar perintah dari tuan maka semua kartu nyonya akan di bekukan selama nya..." ujar jimy dengan nada tegas nya.
" apa apan ini...?" pekik nyonya besar. "apa yang sedang di sembunyi kan oleh putra ku " tanya nyonya besar pada jimy. tapi jimya hanya tersenyum pada nyonya besar.
" ah sudahlah kau pasti tidak akan menjawab nya...!" ujar nyonya besar lalu pergi meninggal kan jimy dan juga keyla.
" kak jimy, memang nya kakak ku menyembunyikan apa...?" tanya keyla berbisik kecil pada jimy
__ADS_1
" tidak ada nona keyla...?" jawab jimy tersenyum pada keyla.
" kak jimy ini pintar sekali menyembunyikan rahasia..." ujar keyla kembali. " kak jimy apa kah aku bisa untuk pindah kuliah di negara kakak ipar...?" tanya keyla penuh harap.
karena jika keyla bisa pindah di negara kakak ipar nya maka kesempatan untuk bertemu dengan dimitri akan sangat banyak.
" aku rasa tuan tidak akan menyetujui nya, bukan kan sebentar lagi anda akan lulus...?" tanya jimy
" setahun itu bukan waktu yang sebentar kak jimy....!" pekik keyla.
" tolong bujuk kakak ku agar aku bisa pindah ya...?" pinta keyla pada jimy
" kenapa kau ingin pindah kuliah nona...?" tanya jimy
" karena aku mencintai seorang pria yang berada di negara kakak ipar..." ujar keyla
jimy pun menaikan salah satu alis mata nya tanda tidak mengerti.
" ahh,, aku lupa kak jimy kan tidak pernah jatuh cinta ! pasti tidak akan mengerti dengan yang aku ucap kan.." ujar keyla lalu berlalu pergi menuju kamar nya.
jimy yang masih diruang tamu pun hanya terdiam. " kakak nya selalu mengatai ku jomblo dan sekarang adik nya mengatai ku tidak pernah jatuh cinta.." guman jimy menghela nafas nya dengan panjang. lalu jimy pun pergi dari mansion nyonya besar untuk kembali ke negara dimana tuan dan nyonya kenzo berada.
.................
sementara itu di negara j
setelah dua hari sejak kejadian dirinya mencium keyla entah mengapa membuat dimitri jadi tidak bersemangat menyentuh jeny. bahkan dimitri pun merasa sudah tidak bergairah lagi untuk bercinta.
jeny dengan segala upaya nya sudah menggoda dimitri agar dimitri kembali bergairah untuk bercinta dengan nya. tapi dimitri sama sekali tidak tergoda. dimitri yang seorang casanova, justru sekarang melihat jeny bertelanjang di depan dirinya pun tidak merasakan apa apa.
dimitri pun memutuskan untuk pulang karena sekertaris nya lisa memberitahu nya ada masalah pada perusahan anak cabang nya di negara T dan harus segera di selesaikan.
setelah sampai dimitri langsung menuju perusahaan nya dan mendengar kan penjelasan langsung dari lisa. cabang perusahaan nya di negara t terancam gulung tikar jika tidak langsung di tangani. jadi mau tidak mau dimitri pun harus terbang ke negara t.
__ADS_1