
Ada keheningan sesaat diantara mereka berdua yang saling menatap dengan tajam satu dengan yang lainnya.
"Nov, ayo ikut dengan ku!" seru Jimy namun tatapan matanya masih menatap tajam pada Dion.
"Jim, aku tidak bisa ikut ini masih jam kerja ku. sebaiknya kau pulanglah ke negaramu, atau lebih tepatnya kau pulanglah ke Amerika." sindir Novi pada suaminya, yang langsung membuat Jimy menatap Novi dengan sangat intens.
"Baiklah," ujar Jimy yang langsung membalikan tubuhnya dan keluar dari ruangan Dion.
Novi yang tadinya berharap Jimy akan memaksanya ikut, harus menelan kekecewaan yang dalam saat melihat Jimy yang keluar begitu saja tanpa berusaha sedikitpun untuk membawanya pergi.
Belum sempat menghapus kesedihannya, Novi langsung dikejutkan dengan para pengawal pribadi Jimy yang mendekat ke arah Dion.
"Nona, ikutlah dengan tuan Jimy. atau Tuan ini yang akan mendapatkan hukumannya!" ujar salah satu dari mereka yang sudah mengunci lengan Dion.
Dion yang berusaha untuk melepaskan tangannya sedikit berhasil, namun karena dirinya kalah jumlah dari pengawal pribadi Jimy. akhirnya harus rela tangannya dikunci kembali oleh mereka.
"Baiklah, aku akan ikut. tapi jangan kau sakiti dia" pinta Novi.
__ADS_1
"Kami tidak akan menyakitinya," jawab salah satu dari mereka
"Nov, jangan dengarkan mereka." ucap Dion. "Aku tidak akan kenapa kenapa, mereka tidak akan berani melukaiku." ujar Dion kembali.
"Dion, aku harus pergi. kau tenanglah aku tidak akan kenapa kenapa" ujar Novi berusaha menenangkan sahabat sekaligus bosnya itu.
Novi pun langsung keluar dari ruangan Dion, dan saat dirinya sampai dipintu luar ruangan. dirinya terkejut melihat Jimy yang menunggunya didepan pintu ruangan tersebut, Novi dan Jimy pun berjalan beriringan menaiki lift tanpa ada yang berbicara sedikit pun.
Di dalam mobil pun Jimy hanya diam saja tanpa berkata dan menatap Novi sedikitpun. Novi pun sama sekali tidak menatap Jimy, Novi membuang wajah nya kearah jendela mobil.
Setelah sampai di Apartemen Jimy, Novi yang berada diruang tengah kini duduk tepat didepan Jimy yang masih diam menatapnya.
"Aku tidak punya waktu mengangkatnya," jawab Novi dengan asal.
"Apa kau terlalu sibuk dengan dunia baru mu?" tanya Jimy dengan nada yang menyindir.
"Apa maksudmu?" tanya Novi. "Bukan kah seharusnya aku yang berkata seperti itu padamu!" seru Novi dengan tersenyum sinis.
__ADS_1
"Ini apa?" tanya Jimy melempar amplop coklat keatas meja.
Novi yang kaget langsung membuka amplop itu, dan betapa terkejutnya Novi melihat foto foto dirinya dan juga Dion selama satu minggu lebih ini.
"Kau memata mataiku" tanya Novi melempar foto itu diatas meja dengan amarah di dadanya.
"Aku sudah bilang padamu, aku mengirimkan pengawal untukmu. dan itu yang ku dapat selama kau berada di sini," ucap Jimy menatap Novi dengan intens.
"Lalu, kau curiga padaku kalau aku main gila dengan Dion?" tanya Novi dengan suara yang tinggi.
"Tentu saja aku curiga, karena aku menghubungimu. tapi kau tidak pernah mengangkatnya" jawab jimy.
"Cih, lalu bagaimana dengan dirimu yang menghilang tidak ada kabar. bahkan aku tidak tahu kau berada di Amerika dengan Ana," ujar Novi dengan emosi yang tinggi mengeluarkan semua unek unek yang ada dihatinya selama ini.
Jimy dan Novi pun kembali terdiam masih dengan menatap satu sama lainnya.
"Aku lelah, aku lelah memperjuangkan hubungan ini. kau janji padaku bahwa Ana hanya masa lalu mu dan kau ingin bertemu dengannya hanya untuk menyelesaikan sesuatu yang belum kau selesaikan." ujar Novi dengan lirih.
__ADS_1
"Apa artinya aku di hatimu?" tanya Novi pada Jimy yang masih terdiam dengan wajah datarnya mendengarkan semua ucapan Novi.