Menikahi Jd Yg Ke 2

Menikahi Jd Yg Ke 2
Part 96


__ADS_3

...................


Nayra yang tengah berada di taman depan melihat ada mobil mewah memasuki mansion. Nayra merasa heran karena selama tinggal di mansion utama, hanya ada dirinya dan Kenzo yang keluar masuk mansion. Tidak pernah ada tamu yang berkunjung bahkan Angel pun tidak tahu keberadaan mansion ini. Mansion ini sangatlah private, tidak ada yang bisa masuk dan keluar oleh sembarang orang.


Mobil Mercedes-Maybach Exelero berhenti tepat di depan pintu masuk. Nayra yang berada di taman segera menghampiri mobil tersebut.di bukalah pintu mobil itu, tampak seorang wanita paruh baya namun dengan tampilan yang sangat elegan.


Kesan mewah dan mahal terlihat dari penampilan nya.wanita itu memakai kacamata hitam. Dibuka nya kacamata itu saat sudah di depan Nayra. memandang Nayra dengan tatapan tajam. "Kenapa aku merasa tatapannya itu seperti tatapan Kenzo ya?" Gumam Nayra dalam hati.


Wanita itu menatap Nayra melihatnya dari atas ke bawah. Membuat Nayra merasa tidak nyaman, Pak Li yang baru keluar dari mansion pun langsung menyambutnya.


"Selamat datang nyonya besar " ucap Pak Li menunduk hormat.


"Nyonya besar, siapa dia sebenarnya ?" Gumam Nayra dalam hati dengan wajah bingungnya.


"Oh ya nyonya, ini adalah nyonya besar. ibu dari tuan Kenzo" Pak Li menjelas kan pada Nayra.


" Deg, ibu Kenzo. kenapa aku baru tahu kalo Kenzo masih memiliki seorang ibu "


Dengan wajah yang masih bingung Nayra berusaha untuk tidak gugup.di ulurkan tangannya untuk menyalami ibu mertua nya.


" Kenalkan nama ku---" belum sempat Nayra menyelasaikan kalimat nya. Ibu Kenzo sudah berlalu meninggal kan Nayra masuk ke dalam mansion.


" Pak Li bawa barang barang ku....!" ujar nyonya besar dengan nada angkuh nya.


Pak Li langsung membawa tas dan koper nyonya besar. Pak Li meminta nyonya Nayra untuk masuk ke dalam mansion karena di luar sudah sore.

__ADS_1


Nayra mengikuti Pak Li dari belakang." ish ibu anak sama saja dingin angkuh sombong " gumam Nayra dalam hati.


Nayra yang merasa kehadiran nya itu tidak di sukai oleh nyonya besar pun langsung menuju kamar nya, namun belum sempat menaiki tangga.


"Hei kau kemarilah....! " Nyonya besar menunjuk ke arah Nayra. Nayra yang merasa di tunjuk pun langsung menghampiri nyonya besar yang sudah duduk di sofa keluarga.


"Anda memanggil ku ?" tanya Nayra yang melihat tatapan mata nyonya besar pada nya masih sama. tatapan mata yang tidak menyukai nya.


" Kau pasti sudah tahu siapa aku kan?" Yang di jawab anggukan kepala oleh Nayra.


"Kau tahu aku tidak pernah bermimpi anak kesayanganku akan menikah dengan wanita sepertimu " Ucap nyonya besar dengan datarnya.


" Wanita sepertiku ?" lirih Nayra.


"Wanita kampung yang tidak selevel dengan keluarga kami " Nayra yang mendengarnya hanya bisa terdiam.


"Jadi aku minta kau bercerailah dengan putra ke sayangku" ujar nyonya besar dengan wajah datar nya.


"Maaf nyonya besar, jika kau memintaku untuk bercerai dengan putramu, aku kira kau salah orang. Seharusnya yang kau minta adalah putra mu, mintalah pada putramu untuk menceraikan ku " Nayra berkata dengan tenang menahan segala emosi yang berada di hatinya.


"Gadis kurang ajar, beraninya dia mengajariku." Gumam nyonya besar dalam hati menatap sinis pada Nayra.


"Maaf nyonya apa masih ada yang ingin anda tanyakan? Karena aku sangat lelah, jadi aku ingin ke kamarku." Nayra masih berkata dengan suara yang tenang dan sopan.


Nyonya besar tidak menjawab pertanyaan Nayra wajahnya terlihat kesal menahan emosinya.

__ADS_1


"Baiklah kalau tidak ada lagi aku permisi masuk dulu. Oh ya selamat datang nyonya besar aku harap kau senang dan bahagia berada di sini " ujar Nayra langsung membalikkan badannya melangkah menuju kamarnya.


"Dasar gadis kurang ajar, sombong sekali dia. Seolah-olah ini adalah mansionnya " nyonya besar pun langsung masuk ke dalam kamarnya yang biasa ditempati jika sedang berada di mansion.


Pak Li yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan nyonya nya dengan nyonya besar nya tersenyum penuh arti.


...................


"Ricardo, kenapa Nayraku belum juga hamil ?" Tanya Kenzo lewat ponselnya.


"Kau menghubungiku hanya ingin bertanya kenapa istrimu belum hamil ?" Tanya Ricardo dengan bingung.


"Aku kira kau merindukanku " Goda Dokter Ricardo pada kawannya.


"Aku sedang tidak ingin bercanda" Bentak Kenzo. "Kau itu Dokter macam apa? Memberikan vitamin yang tidak berguna." Sindir Kenzo dengan sinis, yang di balas suara tertawa dari Dokter Ricardo.


"Tuan Kenzo yang terhormat, memiliki seorang anak itu bukan seperti membeli boneka di tempat mainan. Semuanya itu butuh proses, apa lagi background istrimu pernah meminum pil kb. Pasti akan butuh waktu agar kandungannya kembali subur" Terang Dokter Ricardo.


"Ada baiknya kau membawa istrimu kemari, aku akan memeriksa dan mengecek kondisinya dan --"


Belum selesai menerangkan lebih lanjut. Kenzo sudah menutup ponselnya.


"Halo ... halo, sudah main di matikan saja ponsel nya" Gerutu Ricardo menatap ponselnya sambil menggeleng- gelengkan kepalanya.


Kenzo yang masih mengingat perkataan Dokter Ricardo di kagetkan dengan kedatangan Jimy.

__ADS_1


"Tuan, nyonya besar saat ini ada di mansion" Ucap Jimy.


Kenzo yang terkejut, langsung berdiri dari duduknya. "Jim kau ikut dengan ku ... !" Perintah Kenzo langsung pergi dari ruangannya.


__ADS_2