
Italia.
Suara desahan dan erangan memenuhi seluruh ruang kamar. Tampak sepasang sejoli sedang menikmati malam panas mereka.
"Lebih cepat sayang .. " Angel merancau tak karuan.
"As you wish, honey." Dimitri mempercepat permainan panas mereka.
"Ahh .. " Dimitri dan Angel, melenguh secara bersamaan. Saat kepuasan sudah mereka raih bersama.
Dimitri langsung merebahkan tubuhnya di samping Angel, yang tampak kelelahan. Tubuh mereka di penuhi oleh keringat sisa-sisa percintaan panas mereka.
"Honey kau bener-bener bisa membuat aku puas." Angel melingkarkan lengannya, memeluk tubuh Dimitri dengan erat.
Dimitri melepaskan pelukan Angel, mengenakan kembali celana boxernya. Berjalan mengambil minuman, lalu duduk di atas sofa.
"Aku akan selau membuatmu puas, sayang. Karena aku mencintaimu." Dimitri tersenyum, menyesap meminumnya "Aku melakukan semua ini karena ingin melihat Kenzo hancur." Gumam Dimitri dalam hati.
"I love u to, honey." Dengan tubuh polosnya dan tanpa sehelai benang pun, Angel mendekati Dimitri. Memeluk dan mencium bibir kekasihnya dengan sangat rakus. Hingga mereka berdua kembali bercinta di atas sofa.
Setelah lelah bercinta, Angel tertidur lelap. Sementara Dimitri, berjalan ke arah balkon luar hotel. Menatap kearah langit yang berwarna hitam pekat, dengan tatapan mata yang dipenuhi oleh kesedihan.
"Aku akan membuatnya hancur, Alexa ... " Gumam Dimitri, dengan mencengkram gelas dengan sangat kuat. Hingga terpecah dan menyebabkan tangannya berdarah.
...πππ...
"Mulai hari ini, kau tidak boleh bekerja di cafe!"
"Uhuk .. uhuk .. " Nayra tersedak oleh makan yang sedang di makannya.
"Apa maksud anda tuan?" tanya Nayra, menenggak air minum dengan terburu-buru.
"Maksud aku sudah sangat jelas." Kenzo berbicara dengan ekspresi datarnya.
"Tidak bisa begitu tuan, aku sudah lama bekerja di Cafe Balck White. Dan aku sangat menyukai pekerjaanku, lagi pula anda tidak berhak melarangku." Protes Nayra, dengan wajah yang kesal.
"Aku berhak!" Jawab Kenzo, dengan singkat.
"Aku tidak mau, lagi pula apa hak anda tuan?"
"Kau lupa? Kau harus mengikuti semua perintah dariku." Kenzo mulai menatap Nayra, dengan tajam.
"Iya, tapi aku." Nayra menghela napasnya."Kalau aku tidak bekerja, bagaimana aku punya uang?" Nayra masih menampakkan wajah kesalnya.
"Aku yang akan memberimu uang." Kenzo berkata dengan datar.
"Tapi, tuan -- " Perkataan Nayra terhenti, saat melihat seseorang masuk kedalam ruang makan.
"Selamat pagi Tuan, Nyonya." Jimy berjalan mendekati tuan Kenzo.
__ADS_1
"Pagi." Hanya Nayra, yang menjawab dan tersenyum pada Jimy. "Ya ampun, ini orang kok tambah tampan dan cute?" Gumam Nayra dala hati, dengan senyum diwajahnya.
Kenzo yang melihat Nayra tersenyum pada Jimy, langsung berdehem dengan keras. Membuat Nayra, langsung mengalihkan tatapan matanya. Sementara Jimy hanya tersenyum tipis, melihat kelakuan tuannya.
"Tuan, aku sudah membawa yang anda minta tadi malam."
"Berikan padanya!" Perintah Kenzo.
"Ini nyonya." Jimy menyerahkan sebuah black card, yang hanya di milik oleh orang-orang paling kaya di dunia.
"Apa ini?" Nayra melihat kartu itu, dan membolak-baliknya.
"Pakai itu untuk keperluanmu!" Kenzo menjawab singkat.
"Tapi ini -- " belum sempat Nayra bertanya, Kenzo sudah lebih dulu berdiri.
"Tunggu ...! Aku ikut." Teriak Nayra, langsung mengambil tasnya. Berlari dan masuk ke dalam mobil tuan Kenzo.
"Sudah aku bilang, kau tidak boleh bekerja!" Kenzo berbicara dengan nada yang dingin.
"Tuan, apa kau pikir Cafe itu milik mu? Dengan seenaknya aku keluar kerja tanpa mengundur kan diri." Gerutu Nayra.
"Besok akan aku beli cafe itu." Kenzo berkata dengan ekspresi datarnya.
Nayra menghela napasnya dengan berat. "Orang kaya mah bebas, mau beli cafe kaya beli permen." Gumam Nayra dalam hati." Bukan itu maksud aku tuan, aku tidak menyuruhmu untuk membeli cafenya. Aku hanya meminta waktu satu minggu untuk mengundurkan diri dari tempatku kerja." Nayra menerangkan dengan panjang lebar pada tuan Kenzo.
"Tiga hari." Ucap Kenzo.
"Tiga hari apanya?" Nayra kebingungan.
"Aku berikan kau waktu tiga hari untuk mengundurkan diri!"
"Lima hari, beri aku waktu lima hari please." Pinta Nayra, dengan wajah yang memelas.
"Oke dua hari." Kenzo menyeringai sinis.
"Ya ampun, kenapa jadi dua hari? Aku kan minta lima hari." Protes Nayram
"Dua hari atau tidak sama sekali." Ancam Kenzo.
"Oke, oke dua hari." Nayra memanyunkan bibirnya, menahan rasa kesal di hatinya.
Kenzo yang melihat wajah Nayra yang kesal, langsung tersenyum penuh kemenangan.
Jimy yang duduk di kursi depan, tertawa kecil melihat perdebatan antara tuan Kenzo dan nyonya Nayra.
Hai semuanya mommy mau kasih penampakan visual Kenzo, Nayra, Angel, Dimitri Jimy. Dan semua visual yang ada di bawah adalah versi dari Mom, kalau kalian tidak suka. Bisa ganti dengan imajinasi kalian masing-masing.
ini tuan Kenzo kita versi tampan mommy seperti ini..ππ
__ADS_1
kalo Nayra itu berwajah manis tapi klo sudah pake make up dia akan terlihat sangat cantikπ₯°π₯°
Angel versi mommy
Dimitri versi mommy juga πππ
Jimmy
itu sekilas penampakkan dari semua tokohnya. jangan lupa dukung mommy ya like and minta vote nya ya walau cm 10 juga mommy udh seneng bangetπ₯° krn ini karya pertama mommy.jd minta maaf ya kalo jalan cerita nya kurang berkenan atau ada salah salah kata typo banyak disana siniπ π ...yang udah vote mommy ucap kan terima kasih banyak ya ππ₯°π€©...
sekali lagi mommy minta dukungannya ya like, and votenya. Tinggalkan juga komentar kalian di kolom komentar.
.......................
Setelah mengantar Nayra ke tempat kerjanya, mobil Kenzo langsung menuju Perusahaannya. Beberapa karyawan tampak menunduk hormat, saat melihat tuan Kenzo, berjalan masuk ke dalam ruangan.
"Bagus Jim, kau simpan semua bukti perselingkuhan Angel." Kenzo berbicara, sambil membuka berkas-berkas yg harus ditanda tanganinya.
"Dan kau atur pertemuan aku dengan pemilik Dimitri. Corp. Aku ingin sekali bertemu dengan orang yang ingin bermain-main denganku!" Ucap Kenzo, dengan wajah dinginnya.
"Baik tuan." Jimy langsung mengambil berkas yang sudah ditanda tangani oleh tuan Kenzo. Kemudian pergi dari ruangan tersebut.
Di dalam ruangannya, Kenzo menatap foto-foto Angel dan Dimitri. Saat melihat wajah Dimitri, Kenzo merasa seperti familiar dengan wajah tersebut.
"Kenapa seorang Dimitri berani mengusikku." Gumam Kenzo. Karena seingat dirinya, Kenzo tidak pernah bersitegang dengan perusahaan Dimitri. Corp. Karena memang usaha mereka bergerak di bidang yang berbeda. Walaupun hampir sembilan puluh persen, Kenzo menguasai semua bidang usaha dinegara ini.
"Dia meniduri Angel, dan berharap agar aku frustrasi dan hancur." Ejek Kenzo. " Kau salah besar, karena bagiku Angel tidak berarti apa-apa. Justru orang yang sangat berarti bagiku, tidak mungkin aku perkenalkan pada semua orang. Karena aku tidak ingin, orang yang aku cintai terluka sedikit pun."
Kenzo jadi teringat pada Nayra, saat gadis itu memanggilnya di hotel Pasific. Kenzo tidak menggubrisnya sedikit pun.
"Apa karena aku mulai mencintainya, dan ingin melindunginya?" Kenzo bertanya pada dirinya sendiri. "Ah, itu tidak mungkin! Pasti itu hanya karena aku malas menyapa orang yang tidak penting saja." Kenzo mencoba meyakinkan dirinya sendiri.
"Tapi kenapa jantungku berdetak cepat sekali, setiap kali aku melihatnya? Dan aku merasa nyaman tidur memeluknya tadi malam. Apa lagi rasa ciuman itu." Kenzo membayangkan kembali saat dia mencium bibir Nayra, sambil mengusap bibirnya dengan tangan.
"Tuan .. tuan anda baik-baik saja?" Jimy yang sudah berada diruang tuan Kenzo, menatap bingung pada tuannya yang seperti sedang melamun.
"Eh, sejak kapan kau diruanganku?" Kenzo merasa kesal karena Jimy, sudah mengganggu lamunannya yang sedang mengingat kejadian ciumannya dengan Nayra.
"Sejak anda mengatakan ciuman itu .. " goda Jimy.
__ADS_1
"Kau mau mati ya!" teriak Kenzo dengan keras.