
Novi yang sedang binggung ingin pergi kemana, akhirnya memutuskan untuk pergi ke taman kota. Sebenarnya dirinya ingin sekali bertemu dengan Nayra dan Keyla beserta Baby mereka, apalagi Novi belum sempat menjenguk Baby David.
Tapi niat itu diurungkannya karena Novi yakin Nayra pasti akan bertanya yang macam macam tentang keberadaan Jimy, dan ujung ujungnya pasti akan merasa bersalah karena telah mempertemukan dirinya dengan Jimy.
Novi yang sudah berada ditaman kota, menatap kesekeliling taman yang banyak sekali anak kecil berlarian ditemani oleh kedua orang tua mereka.
"Kenapa aku belum juga hamil," gumam Novi memegang perutnya yang masih rata. "Pasti bahagia jika sudah mempunyai anak, walaupun dirinya masih merasa takut hamil mengingat Keyla yang sangat kesusahan di masa kehamilan Baby David.
"Jimy sedang apa?" gumam Novi dalam hati memikirkan keadaan Jimy yang sudah tiga hari ini tidak menghubungi ponselnya, bahkan untuk mengirim pesan padanya pun tidak.
Terakhir kali Jimy menghubunginya hanya untuk menjelaskan pada Novi, alasan mengapa Jimy menemani Ana dirumah sakit. itu semua karena permintaan terakhir dari Ana, karena kesehatan Ana yang semakin memburuk. Dokter sudah memvonis Ana hanya akan bertahan hidup tidak lebih dari tiga bulan. Novi yang mendengarkan penjelasan Jimy hanya bisa terdiam tanpa banyak berkata kata.
Sungguh saat ini Novi benar benar sangat merindukan Jimy, dengan sifat jutek dan wajahnya yang datar ingin sekali Novi memeluk tubuh suaminya itu.
"Kau sedang merindukan seseorang?" tanya suara pria yang sangat dikenalnya.
"Dion," pekik Novi yang tidak menyangka akan bertemu Dengan Dion di taman ini.
"Kita bertemu lagi setelah sekian lamanya tidak berjumpa." ucap Dion dengan tersenyum.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Novi tersenyum pada sahabatnya itu.
"Kabarku baik."
__ADS_1
"Kau sendiri?" tanya Dion.
"Kabarku juga baik"
"Kau sendiri " tanya Novi melirik kearah belakang Dion.
"Seperti yang kau lihat, aku sendiri."
"Apa kau masih belum menikah? dan masih menunggu Alexa?" tanya Novi.
"Seperti yang kaulihat, aku sendiri berarti aku belum menikah" jawab Dion.
"Hebat sekali Alexa bisa membuat mantan bosku ini menunggunya" ujar Novi dengan tertawa.
"Aku sedang melamun" jawab Novi dengan asal membuat dion tertawa.
Novi dan Dion pun akhirnya berbicang dan saling berbagi cerita tentang kehidupan masing masing. Dion yang mendengarkan cerita kehidupan rumah tangga Novi, merasa salut pada sifat Novi yang tidak menyesal telah mempertemukan suaminya dengan mantannya.
"Lalu kegiatanmu saat ini apa?"tanya Dion.
"Kegiatanku setiap harinya hanya membuat Ibuku marah" jawab Novi, yang lagi lagi membuat Dion tertawa.
"Apa kau tidak ingin kembali bekerja?" tanya Dion dengan wajah yang mulai serius.
__ADS_1
"Kerja, kenapa aku tidak memikirkannya" seru Novi menepuk keningnya sendiri.
"Tapi kerja dimana?" tanya Novi dengan wajah binggung.
"Di perusahan orang tuaku, kebetulan aku sedang membutuhkan sekertaris." ucap Dion.
"Sekertaris" pekik Novi.
"Kau bercanda ya, Basicku ini hanyalah seorang pelayan dan juga seorang pengasuh anak" ujar Novi.
"Aku tidak bercanda, aku sangat serius."
"Tapi... !"
"Pikirkanlah baik baik, aku akan menunggumu besok jam sembilan pagi" Dion menyerahkan kartu namanya pada Novi.
"Baiklah akan aku pikirkan tawaranmu," ujar Novi. "Aku pulang dulu, karena hari sudah mulai sore" ucap Novi yang dijawab anggukan kepala oleh Dion.
Baru saja Novi melangkahkan kakinya, tiba tiba kepalanya merasa sangat pusing dan tiba tiba.
"Bruk...."Novi langsung terjatuh pingsan.
"Nov, Novi kau kenapa?" Dion menepuk nepuk pipi Novi namun tidak ada respon sama sekali dari Novi.
__ADS_1
Dion pun memutuskan untuk membawa Novi kerumah sakit, Dion merasa sangat khawatir karena wajah novi terlihat sangat pucat sekali.