Menikahi Jd Yg Ke 2

Menikahi Jd Yg Ke 2
Part 264


__ADS_3

Jimy menggandeng mesra tangan Novi menyusuri jalanan berpasir di sepanjang pantai. Novi yang merasa kelelahan langsung duduk dengan menghadap ke arah pantai melihat deru ombak di hadapannya.


"Kau lelah?" tanya Jimy ketika melihat Novi yang duduk di atas pasir, Jimy pun ikut duduk disebelah istrinya itu.


Novi yang ditanya hanya menganggukan kepalanya, pandangan matanya tetap tertuju pada pantai yang ada dihadapanya.


"Kau tahu Jim, aku bahagia seharian ini bersamamu." ucap Novi.


"Kau bahagia, aku jauh lebih bahagia karena sudah bisa melihatmu tersenyum kembali" Jimy membelai rambut Novi dengan lembut.


"Aku ingin kau selalu ada untuk ku dan,----" Novi menatap wajah Jimy dengan sangat intens.


"Dan apa?" tanya Jimy dengan mengerutkan keningnya.


"Tidak,... " ujar Novi mengalihkan tatapannya dari wajah Jimy.


"Nov, aku merasa kau sedang menyembunyikan sesuatu dari ku." ujar Jimy dengan suara yang tegas.


"Aku tidak menyembunyikan apa pun," ucap Novi.


"Katakan padaku, aku tahu kau sedang berbohong." ujar Jimy masih menatap Novi dengan intens.


"Aku akan memberitahumu, kalau kau bisa menjawab pertanyaanku." ujar Novi dengan tersenyum.

__ADS_1


"Katakan!" ucap Jimy yang kini saling bertatapan dengan istrinya.


"Apa nama bintang di bulan agustus?" tanya Novi.


"Pertanyaan yang sangat mudah, tentu saja jawabanya Leo." jawab Jimy dengan tersenyum penuh kemenangan.


"Kau tahu, di bulan itu aku menantikan----" ucapan Novi terpotong oleh sebuah telepon yang masuk ke ponsel Jimy.


"Sebentar sayang," Jimy menatap ponselnya dengan wajah yang cemas.


"Hallo Doc?" ujar Jimy.


"How can?" tanya Jimy yang sudah berdiri dari duduknya.


Novi yang melihat kecemasan di wajah Jimy langsung ikut berdiri.


"Nov, aku harus pergi." ucap Jimy masih dengan wajah yang cemas.


"Pergi?" tanya Novi


"Ikutlah denganku, kita pulang sekarang." ucap Jimy menggandeng tangan Novi dengan berjalan cepat.


"Jim, tunggu dulu." ucap Novi dengan nafas yang naik turun karena jalan Jimy yang cepat membuatnya kelelahan.

__ADS_1


"Aku harus cepat, Ana sedang membutuhkan bantuan ku." ucap Jimy membuat Novi langsung menghempaskan tanganya dari tangan Jimy.


"Ana?" tanya Novi dengan suara yang tinggi.


"Ana sedang kritis, aku harus secepatnya kesana!" ujar Jimy yang menarik tangan Novi kembali.


"Aku tidak mau ikut!" seru Novi kembali menghempaskan tangan Jimy.


"Novi, ini bukan waktunya untuk bersikap egois. kita pergi bersama ke Amerika, aku akan mengenalkan mu pada Ana." ujar Jimy dengan wajah yang memohon.


"Aku tidak mau," ujar Novi.


"Lalu apa mau mu?" tanya Jimy dengan wajah yang frustasi. karena di satu sisi Ana sedang kritis, dan sisi lainnya Novi tidak mau mengalah untuk ikut dengannya.


"Aku mau kau disini bersamaku," ucap Novi.


"Nov, Ana sedang kritis. kau tahu artinya kritis?" tanya Jimy dengan suara yang mulai meninggi.


"Aku tahu," jawab Novi singkat.


"Kalau kau tahu, kenapa kau tidak mau mengerti. Aku memintamu ikut denganku ke Amerika, kita menemuinya bersama, kenapa kau tidak mau?" tanya Jimy mengusap wajahnya dengan sangat kasar.


Jimy benar benar dibuat binggung oleh sikap Novi yang sangat keras kepala, Novi yang dulu dikenalnya sangatlah baik hati. tidak seperti sekarang yang egois seperti anak kecil yang tidak mau mengalah.

__ADS_1


"Aku bilang aku tidak mau Jim," teriak Novi dengan wajah memerah menahan amarah dan kekesalan di hatinya.


"Kalau kau tidak mau ikut, aku akan membawamu dengan paksa!" seru Jimy yang sudah putus asa.


__ADS_2