Menikahi Jd Yg Ke 2

Menikahi Jd Yg Ke 2
Part 248


__ADS_3

Paris


"Benarkah keyla sudah melahirkan?" tanya Novi dengan suara yang terkejut sambil berjalan mendekati Jimy yang sedang sibuk dengan laptopnya.


Jimy yang sekilas mendengar percakapan Novi langsung menghentikan jarinya.


"Sampaikan salamku untuk Keyla" ucap Novi lalu menutup ponselnya.


"Nona Keyla sudah melahirkan?" tanya Jimy ketika melihat Novi sudah menutup ponselnya.


"Ya dan anaknya laki laki" jawab Novi dengan wajah bahagia.


"Syukurlah aku tidak ada disana," Jimy menghela nafasnya dan meneruskan kembali mengerjakan pekerjaannya.


"Memangnya kenapa jika kau ada disana?" tanya Novi, Namun Jimy hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan istrinya itu.


"Jim, ayo kita pulang ke negaraku" rengek Novi dengan merangkul tangan suaminya itu. "Aku rindu pada Nayra, aku rindu pada Keyla, aku juga rindu pada nasi goreng, sate, tempe, tahu.... " Novi terus berceloteh panjang lebar tidak mempedulikan Jimy yang sudah mengenakan headsetnya.


"Jimy.... !" teriak Novi melepaskan headset ditelinga Jimy.


"Sayang, kau itu sudah merengek minta pulang sejak dua hari kita berada di Paris." ujar Jimy menatap istrinya itu.


"Aku tidak betah disini, apa kau tidak rindu pada teriakan tuan Kenzo?" tanya Novi dengan mengerlingkan matanya.

__ADS_1


"Aku merindukan teriakan Tuan Kenzo? hanya orang gila yang merindukan perkataannya, Jim kau mau mati ya!" ucap Jimy menirukan ucapan Tuan Kenzo.


Novi yang mendengar perkataan suaminya langsung tertawa dengan sangat keras. "Tapi aku sangat rindu dengan negaraku, aku sudah empat bulan meninggalkan negaraku."


"Aku pun rindu pada Baby Dafa dan juga Baby Dila." Novi menghela nafasnya dengan sangat berat, mengingat kembali orang orang yang dikasihinya.


Empat bulan lalu, Jimy memutuskan untuk kembali ke negaranya dan mengambil alih perusahaan Daddynya. karena kondisi Daddy Richard yang sudah semakin tua dan sering sakit, membuat Jimy mengambil keputusan untuk kembali kenegara dimana keluarga besarnya tinggal.


Jimy menatap pada Novi yang sedang termenung dalam diam, Jimy tahu betul istrinya itu memang sangat merindukan orang orang yang ada di negaranya. begitu pun dirinya yang sangat merindukan keluarga Arbeto. Bagi Jimy keluarga Arbeto sudah seperti keluarga kedua baginya.


"Kau cepatlah hamil, jika kau hamil aku akan mengajakmu pulang" ucap Jimy membuat Novi langsung tersadar dari lamunannya.


"Benarkah?" tanya Novi dengan wajah yang antusias. yang dijawab anggukan kepala oleh Jimy.


"Kau bilang kalau aku hamil, kau akan mengajakku pulang" ujar Novi yang kini hanya memakai pakaian dalamnya saja. membuat Jimy menelan salivanya dengan berat.


"Ya tapi tidak sekarang juga, aku masih banyak pekerjaan" ucap Jimy yang masih menatap tubuh Novi dengan hati yang mulai goyah, antara meneruskan pekerjaannya atau mengerjakan hal yang sangat menggoda imannya.


"Ya sudah kalau kau tidak mau," ucap Novi yang mengambil kembali pakaiannya yang tergeletak diatas sofa.


"Aku rasa pekerjaan bisa menunggu, tapi kalau yang ini aku sudah tidak bisa menahannya" bisik Jimy di telinga Novi yang sudah memeluk Novi dari belakang.


Dengan perlahan Jimy pun membawa Novi keatas tempat tidur, mencium bibir istrinya dengan sentuhan lembut.

__ADS_1


"Eh tunggu dulu," ucap Novi dengan tiba tiba menahan tubuh Jimy yang sudah diatas tubuhnya.


"Kenapa sayang?" tanya Jimy menatap wajah Novi dengan bingung.


"Akh...." teriak Novi yang langsung mendorong tubuh Jimy. dan dengan segera memakai pakaiannya kembali.


"Nov, kenapa kau memakai pakaianmu kembali?" tanya Jimy yang sudah berdiri dan merebut celana panjang Novi agar tidak bisa dipakai oleh istrinya itu.


"Jim kembalikan, aku sedang buru buru" pinta Novi.


"Kau itu sudah membangunkan ku, dan sekarang dengan seenaknya kau mau meninggalkanku" ucap jimy dengan wajah kesalnya.


"Jim, ah sudahlah" Novi langsung menuju lemari dan mengambil celana yang lainnya.


"Novi....!" teriak Nyonya Jenita sambil menggedor pintu kamar Jimy dan Novi.


"Sebentar Mommy" teriak Novi. "Tuh kan Mommy marah" gerutu Novi pada Jimy.


"Sebenarnya kau itu lupa apa? kenapa Mommy memanggilmu?" tanya Jimy masih dengan wajah kesalnya.


"Aku lupa tujuanku ke kamar untuk mengambil tasku, karena aku akan pergi menemani Mommy cek up hari ini" ujar Novi langsung mengambil tas nya. "Tadi Karena ada telepon dari Nayra membuatku lupa tujuanku" ucap Novi kembali lalu mencium bibir Jimy dengan cepat. dan meninggalkan Jimy yang masih diam berdiri disamping tempat tidur dengan pakaian yang sudah kusut menatap kesal pada punggung istrinya yang sudah hilang dari pandangannya.


"Kasihan sekali milikku ini" gumam Jimy yang langsung masuk kedalam bathroom.

__ADS_1


__ADS_2