
"Tega sekali kau mengusirku" ujar Nyonya Jenita dengan ekspresi wajah yang terlihat sedih. namun Jimy yang paham betul sifat Mom nya yang sedang berakting hanya menghela nafasnya dengan berat.
"Jim, kau itu tidak punya perasaan sama sekali" Novi membela Mommy Jimy.
"Bagus sekali, sekarang aku diserang oleh dua wanita yang sangat...." Jimy tidak meneruskan perkataan nya.
"Yang sangat kau cintai!" seru Nyonya Jenita menggoda putra nya itu, novi yang mendengarnya hanya tertawa kecil.
"Mom...!" seru Jimy menatap datar kearah Momnya.
"Putraku ini benar benar pemalu, lihatlah dia bahkan tidak berani mengatakan kau wanita yang di cintainya" Nyonya Jenita semakin menggoda anak nya.
"Bukan wanita yang di cintai Mom, tapi wanita yang menyebalkan " seloroh Novi keceplosan, lalu menutup mulutnya dengan kedua tangannya. membuat suasana dimeja makan terdiam sejenak.
"Menantuku ini ternyata hobi bercanda juga" ujar Nyonya Jenita berusaha untuk mencairkan suasana yang membeku.
"I...iya Aku hanya bercanda" ucap Novi dengan tersenyum kecut.
__ADS_1
"Novi, hari ini kau harus menemaniku jalan - jalan" pinta Mom Jenita.
"Tapi Mom, aku tidak bisa. karena aku harus bekerja" ucap Novi.
"Bekerja?" tanya Nyonya Jenita dengan terkejut. "Apa kau masih bekerja di Cafe X?"
"Aku sudah tidak bekerja di sana, sekarang aku bekerja di mansion keluarga Arbeto menjadi seorang pengasuh anak" jawab Novi dengan rasa percaya diri.
"What, Jim ha ragione?" tanya Nyonya Jenita pada putra nya.
"Ya" jawab Jimy dengan singkat.
"Jim, kita ini dari keluarga berada. ayah mu mempunyai perusahaan yang harus kau pimpin, apa jadinya masa depan keluarga kita kalau kalian bekerja di keluarga Arbeto hanya sebagai....." Nyonya Jenita tidak meneruskan perkataannya karena tidak ingin menyinggung perasaan menantunya.
"Mom, aku tidak suka jika kau berkata seperti itu" ujar Jimy dengan wajah yang mulai dingin.
Novi yang semula tidak mengerti dengan apa yang dikatakan ibu mertuanya, kini mulai memahami arah pembicaraan ibu mertuanya.
__ADS_1
"Mom, aku bekerja sebagai Nanny karena mempunyai alasan tersendiri" terang Novi.
"Alasan apa?" tanya Nyonya Jenita.
"Karena aku ingin secepatnya memiliki anak bersama Jimy, maka dari itu aku mengasuh putri Keyla agar aku cepat tertular mendapatkan anak. hitung hitung berlatih menjadi seorang ibu yang baik" ujar Novi menerangkan panjang lebar seperti biasanya.
Wajah Nyonya Jenita yang semula tampak kesal, langsung berubah bahagia dan tersenyum puas mendengarkan penjelasan menantunya itu.
"Kau dengar Jim, istrimu itu ingin cepat punya anak. dan aku ingin sekali mempunyai cucu darimu, jadi kau harus lebih giat lagi untuk membuatnya" ucap nyonya Jenita membuat Jimy semakin pusing.
"Aku harus berangkat sekarang, lama lama di sini membuatku gila" ujar Jimy dengan suara datar.
"Tunggu aku" seru Novi. " Mom aku berangkat kerja dulu" Novi langsung berpamitan dengan ibu mertuanya.
"Kalian hati hatilah" Nyonya Jenita melambaikan tangannya lalu tersenyum senang.
kini Novi dan Jimy sudah berada di dalam lift. Novi yang mengingat kembali ucapan ibu mertua nya lalu tersenyum senyum sendiri.
__ADS_1
"Apa yang kau pikirkan" tanya Jimy yang melihat Novi tersenyum senyum.
"Mom mu itu lucu sekali, menyuruhmu membuat anak dengan lebih giat. bagaimana mau bikin, kau saja tidak nafsu melihatku" seloroh Novi masih dengan senyumannya.