
"Bu... Kakak ipar.... " teriak Keyla dengan sangat kencang.
Membuat Nayra tersadar dari lamunannya, dengan menggendong Dila Nayra masuk kedalam kamar Keyla.
"Key, kau kenapa?" tanya Nayra dengan panik karena melihat Keyla yang sedang kesakitan.
"Aku mau melahirkan" ucap Keyla sambil menarik nafasnya.
"What?" pekik Nayra. "Tunggu sebentar?" Nayra yang panik tidak tahu harus berbuat apa Karena Kenzo dan juga Dimitri sudah berangkat kerja.
"Kakak ipar, cepatlah!." teriak Keyla yang melihat Nayra hanya mondar mandir di depannya.
"Ah iya," teriak Nayra langsung memangil ibu mertuanya.
"Bagaimana bu?" tanya Nayra yang saat ini berada di kamar Keyla dengan ibu mertuanya yang sama sama binggung.
"Kau sudah hubungi Dimitri?" tanya Nyonya besar.
"Sudah Bu, Kak Dimitri sedang dalam perjalanan." jawab Keyla yang masih menahan sakitnya.
"Bu, sepertinya Keyla tidak mungkin menunggu Dimitri. kita harus membawanya kerumah sakit" ucap Nayra.
"Baiklah kita langsung ke Rumah Sakit." ucap Nyonya besar membawa Keyla keluar mansion menuju mobilnya.
"Ayolah Menantuku cepat masuk!" perintah nyonya besar pada Nayra.
__ADS_1
"Bu, kau temanilah Keyla aku yang akan menjaga Dafa dan juga Dila disini" ucap Nayra.
"Kenapa harus aku, kau saja yang temani Keyla. biar aku yang menjaga Dafa dan Dila" protes nyonya besar karena tidak ingin menjadi pelampiasan kesakitan Keyla, mengingat kejadian satu tahun yang lalu menjadi pelampiasan menantunya.
"Bu.... !" teriak Keyla menarik ibunya.
Membuat Nyonya besar mau tidak mau masuk kedalam mobil, walau bagaimana pun Keyla adalah putri kesayangannya. jiwa keibuannya pun tidak tega jika meninggalkan Keyla.
"Jangan lupa beritahu Dimitri untuk langsung ke Rumah Sakit" ujar Nyonya besar pada Nayra.
"Baik bu" Nayra pun melihat mobil yang ditumpangi Keyla dan nyonya besar melaju meninggalkan mansion. Nayra segera masuk kedalam mansion untuk menghubungi Dimitri, memberitahunya agar langsung ke Rumah Sakit.
Sementara di dalam mobil, Keyla yang sudah sangat tidak tahan terus saja menjerit kesakitan. dan seperti yang sudah diduga sebelumnya nyonya besar jadi tempat pelampiasaan putrinya.
"Key, tangan ibu sakit" teriak Nyonya besar yang tangannya dicengkeram sangat kuat oleh putrinya.
"Maksudmu?" tanya Nyonya besar dengan wajah yang panik setelah melihat air ketuban yang mengalir diantara kedua kaki putrinya.
"Aku mau melahirkan Bu" Jawab Keyla dengan mengejan.
"No, jangan disini Key. tahan dulu!" pinta nyonya besar dengan wajah yang panik.
"Tapi aku sudah tidak tahan" ujar Keyla yang kembali menejan membuat nyonya besar berteriak histeris.
"Key, kau kan tahu Ibu paling takut pada darah. jadi tahanlah sebentar saja, bilang pada babymu untuk menunggu sampai di Rumah Sakit" pinta Nyonya besar yang sudah binggung.
__ADS_1
Namun perkataan ibunya sama sekali tidak didengar oleh Keyla yang tengah konsentrasi untuk melahirkan putranya. Keyla kembali mengejan dengan sekuat tenaga.
"Keyla Arbeto" teriak Nyonya besar. "Sudah kubilang tahan dulu" ujar nyonya besar yang kembali melihat Keyla mengejan dan terlihat ada darah yang terlihat di paha putrinya.
"Darah" pekik Nyonya besar yang mulai lemas.
"Bu jangan pingsan dulu, aku sudah mau melahirkan" pinta Keyla yang melihat wajah ibu nya sudah mulai terlihat pucat. Namun nyonya besar hanya diam saja, memalingkan wajahnya dan berusaha menarik nafasnya dengan sangat panjang.
Pak supir yang sedari tadi mendengar perdebatan para nyonyanya semakin panik, masih dengan menyetir dirinya sesekali menengok kearah kaca spion belakang. melihat agar tidak terjadi sesuatu pada para nyonyanya
"Bu, jangan pingsan dulu" teriak keyla kembali mengguncang tubuh ibunya sambil terus mengejan.
"Kalau kau tidak ingin melihat ibu pingsan, tahan Babymu jangan keluar dulu" pinta nyonya besar.
"Bagaimana menahannya? Babyku mengajak keluar" ujar Keyla membuat nyonya besar pun kembali menarik nafasnya dengan berat.
"Drt... drt" bunyi ponsel nyonya besar.
"Suamimu telepon" Nyonya besar menyerahkan ponsel pada putrinya. "tapi ingat jangan dibanting" ucap nyonya besar pada Keyla. Nyonya besar masih mengingat bagaimana dulu Nayra membanting ponselnya saat ingin melahirkan.
"Iya bu" dengan wajah kesal Keyla menerima ponsel ibunya.
"Kak kau dimana? babynya ingin keluar tapi dilarang oleh ibu" ucap Keyla masih dengan menarik nafas dan mengeluarkannya secara perlahan.
"Aku sudah di Rumah sakit, kau harus kuat sayang." ucap Dimitri dengan wajah panik di rumah sakit.
__ADS_1
"Aku bebar benar tidak tahan" ucap Keyla sambil berteriak membanting ponselnya.
"Ponselku" ujar Nyonya besar menatap ponselnya yang sudah dilempar kearah depan samping Pak supir.