Menikahi Jd Yg Ke 2

Menikahi Jd Yg Ke 2
Part 274


__ADS_3

Dua minggu kemudian.


"Yang itu sayang," ujar Novi menunjuk ke arah mangga yang berada di atas Jimy.


"Yang ini," teriak Jimy dari atas.


"Bukan...! yang satunya lagi di sebelah kanan." teriak Novi karena Jimy tidak mendengar perkataannya.


"Yang ini!" seru Jimy memegang mangga yang berada di atas kepalanya.


"Iya itu," teriak Novi dengan wajah yang gembira mengelus perutnya.


Nayra dan Kenzo yang berada di samping Novi hanya bisa tersenyum menahan rasa ketawanya, karena Jimy benar-benar mau memanjat pohon mangga yang sangat tinggi di halaman belakang mansion Tuan Kenzo.


"Sayang, kenapa waktu kau hamil tidak menyuruhku naik pohon mangga?" tanya Kenzo menatap Nayra yang sedang melihat keatas kearah Jimy.


"Entahlah, mungkin Baby Dafa tahu kalau Ayah nya pasti tidak akan bisa memanjat pohon mangga," ujar Nayra yang masih asik menatap Jimy.


"Siapa yang bilang aku tidak bisa memanjat pohon mangga?" ujar Kenzo yang sudah menarik lengan bajunya.


"Kau mau apa?" tanya Nayra yang melihat Kenzo menarik lengan bajunya.


"Disini panas!" jawab Kenzo dengan suara datarnya.


"Ah, kukira kau itu akan naik pohon mangga!" ujar Nayra dengan menarik Nafasnya.


"Kenapa? apa kau mau mangganya?" tanya Kenzo.

__ADS_1


"Iya aku mau," ujar Nayra dengan tersenyum bahagia.


"Sebentar," Kenzo pun mendekat kearah pohon mangga.


Nayra langsung tersenyum bahagia karena merasa sangat terharu, seorang Tuan Kenzo mau menaiki pohon mangga hanya untuk dirinya.


"Jim, ambilkan tiga mangga untuk istriku." teriak Kenzo dengan kepala yang mendongak ke arah Jimy.


Nayra yang sudah merasa terharu, dengan seketika wajahnya langsung cemberut saat Kenzo justru menyuruh Jimy mengambilkan mangga untuknya.


"Dasar beruang kutub!" gerutu Nayra dengan mengerucutkan bibirnya.


Novi yang melihat wajah Nayra yang kesal langsung tertawa dengan keras, membuat Nayra bertambah kesal.


"Jangan mau Jim!" teriak Nayra, membuat Kenzo menatap kebelakang kearah istrinya.


"Aku ingin kau yang mengambilnya!" seru Nayra.


"Untuk apa aku yang mengambilnya? sudah ada Jimy" ujar Kenzo dengan menaikan kedua alis matanya.


"Tapi aku ingin kau yang mengambilnya!" ujar Nayra dengan wajah yang semakin kesal.


"Apa kau sedang hamil? sehingga harus aku yang memgambilnya?" tanya Kenzo membuat Nayra semakin kesal dan berlalu pergi masuk kedalam mansion.


"Apa aku salah bicara?" gumam Kenzo menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Novi yang melihat tingkah Nayra dan juga Tuan Kenzo hanya bisa menahan rasa tertawanya, karena dirinya tidak ingin di katai "Novi, kau mau mati ya!" gumam Novi membayangkan dirinya dikatakan seperti itu oleh Tuan Kenzo.

__ADS_1


"Tuan, ini mangganya!" ujar Jimy yang sudah turun dari pohon mangga, dengan keringat di seluruh wajahnya.


"Jim, harga tiap mangganya seratus dolar," ucap Kenzo.


"Tuan, kenapa suami ku harus bayar? dan kenapa harganya mahal sekali! kalau di pasar paling cuma lima belas ribu sekilo!" ujar Novi panjang lebar. membuat Kenzo menatap Novi dengan tatapan tajamnya.


"Mangga ini mahal, karena ulah kalian yang sudah membuat istriku marah."


"Tapi kan tidak bisa begitu Tuan, kau yang membuat istrimu marah kenapa,----" mulut Novi langsung dibungkam oleh tangan Jimy.


"Aku akan membayarnya!" ujar Jimy mengeluarkan uang dari dompetnya.


"Bagus!" ujar Kenzo mengambil uang dari Jimy dan langsung masuk kedalam mansion.


"Jim, kenapa kau membayarnya!" gerutu Novi dengan wajah yang kesal.


"Sudahlah, ini semua untuk Baby Leo." ujar Jimy mengelus perut Novi.


"Baby Leo?" tanya Novi dengan binggung.


"Anak kita akan aku beri nama sesuai dengan zodiak kelahirannya, bukankah kau bilang anak kita lahir di bulan agustus? dan di bulan itu zodiaknya adalah Leo" ujar Jimy masih mengelus perut buncit Novi.


"Aku setuju," ucap Novi tersenyum bahagia.


"Tapi aku tetap kesal kenapa kau harus membayar mangga itu! lagi pula Tuan Kenzo itu sudah sangat kaya raya, masih saja menindas dan meminta uang pada mantan karyawan dan sahabat istrinya" ujar Novi dengan mengerucutkan bibirnya.


"Sudah, lebih baik kita masuk!" Jimy mengajak Novi untuk masuk kedalam mansion utama.

__ADS_1


"Lihat saja nanti, aku akan membuat Tuan Kenzo dimarahi oleh Nayra," gumam Novi dalam hati tersenyum geli.


__ADS_2