
Di dalam mobil nya Kenzo masih merasakan kesal atas apa yang terjadi tadi di meja makan.
" Jim, kenapa Keyla dengan mudah memaafkan ******** itu? sedangkan Nayra ----" tanya Kenzo dengan wajah datar nya menghembuskan nafas nya dengan berat.
" Tentu saja tuan Dimitri dengan mudah di maafkan karena dia seorang casanova pandai merayu wanita " ujar Jimy.
" Maksud mu aku tidak pandai merayu wanita" Kenzo mulai menatap pada Jimy.
" Bukan begitu maksud ku tuan, anda juga pandai tapi nyonya Nayra dan nona Keyla berbeda tuan"
" Berbeda bagaimana? mereka sama sama wanita" ujar Kenzo tak mengerti dengan ucapan Jimy.
" Nyonya Nayra itu wanita yang pintar, sedangkan nona Keyla----" Jimy tidak berani meneruskan kata katanya.
" Maksud mu Keyla bodoh?" Kenzo menatap pada Jimy dengan tatapan tajam sementara Jimy hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan tuan nya.
" Kau benar juga Keyla itu sedikit, ah sudah lah " Kenzo menghempas kan tubuh nya di kursi mobil.
"aku tidak bisa membayangkan apa yang akan di lakukan Keyla di perusahaan ******** itu" Guman Kenzo dalam hati yang teringat kembali tadi Keyla ikut bersama Dimitri.
__ADS_1
" Jim, ku beri kau satu tugas baru. temukan cara agar Nayra ku bisa berhenti marah " ujar Kenzo.
" Tapi tuan kenapa aku?" protes Jimy.
" Karena kau yang sudah menyebabkan istri ku marah " jawab Kenzo dengan singkat. sementara Jimy hanya bisa menelan saliva nya dengan sangat susah.
**************
Di Perusahan Dimitri.Corp.
Keyla yang sudah sampai di perusahaan Dimitri menatap takjub kearah bangunan tempat suami nya bekerja dan menatap ke arah sekitar bangunan di jalanan itu.
" Loh bukan kah itu perusahaan Kakak?" Tanya Keyla yang melihat gedung perusahaan Kakak nya yang berada tidak jauh dari perusahaan Dimitri.
" Baguslah jadi kau bisa berangkat bareng satu mobil dengan kakak ku" ujar Keyla dengan tersenyum manis pada Dimitri.
" Key, aku dan kakak mu itu bukan sedang berangkat kuliah yang bisa berangkat bersama. aku dan kakak mu itu sudah bekerja dan perusahaan kami berbeda jadi mana mungkin bisa berangkat bersama" ujar Dimitri mengacak acak rambut keyla dengan gemas.
Setelah sampai di ruangan kerja nya Dimitri menyuruh Keyla untuk duduk di sofa dan tidak mengganggu nya. Keyla yang awal nya diam mulai bertingkah hingga membuat Dimitri tidak konsen bekerja.
__ADS_1
Ada saja permintaan dari Keyla yang membuat Dimitri mengelus dada nya agar bersabar mengingat istri nya tersebut sedang mengandung anak nya.
" key kau bisa diam tidak" Dimitri berusaha untuk tidak menatap ke arah Keyla yang sedang memakan cemilan nya.
" Dari tadi aku diam" ujar Keyla dengan cuek nya memakan semua cemilan yang tadi di minta oleh Keyla.
Dimitri sampai lupa sudah berapa kali orang pantry nya bolak balik mengantar kan makanan yang diminta oleh Keyla.
" Tapi suara makan mu itu berisik" ujar Dimitri yang memegang berkas di tangan nya lalu terkejut ketika melihat ke arah Keyla.
Kini Dimitri melihat Keyla yang sedang memakan cemilan dan seluruh bungkus cemilan nya yang berserakan di ruangan nya. Dimitri yang menyukai kebersihan sangat kesal melihat ruangan nya kini bagaikan tempat pembuangan sampah.
Namun saat menatap Keyla lebih intens Dimitri pun tersenyum melihat kelakuan istri nya itu. mulut Keyla yang tidak berhenti mengunyah itu membuat Dimitri semakin gemas. di dekati nya Keyla lalu tanpa banyak berkata Dimitri memanggut bibir Keyla dengan sangat lembut dan tanpa di sadari nya kini Dimitri tidak bisa menahan nafsu nya untuk tidak bercinta dengan istri nya itu.
" Tuan ini berkas yang-----" Lisa langsung terdiam ketika melihat tuan nya itu sedang bermesraan dengan istri nya.
Dimitri yang terkaget langsung menghentikan tindakan nya itu." Kau taruh di meja saja" Perintah Dimitri berusaha bersikap biasa.
Lisa dengan terburu buru pun langsung menaruh berkas tersebut lalu pergi keluar dari ruangan tersebut.
__ADS_1
" Key kau itu sudah membuat ku kehilangan kendali" Dimitri lalu membawa Keyla.
" Kita mau ke mana?" ujar Keyla. tapi Dimitri diam saja dan tersenyum penuh arti pada Keyla.