
Dimitri yang di hubungi oleh Keyla yang mengabarkan dirinya ada di rumah sakit di ruang persalianan langsung menutup ponsel dan pergi ke rumah sakit tanpa mendengar penjelasan lebih lanjut dari Keyla. dimitri mengira jika Keyla yang akan melahirkan.
Setelah sepuluh menit akhirnya Dimitri sampai di rumah sakit dan mencari Keyla di ruang persalinan. di tatap nya dari jauh Keyla tengah duduk di ruang persalinan dengan wajah yang biasa saja tidak seperti orang yang mau melahirkan.
" Key...." teriak Dimitri dari kejauhan dan langsung berlari memeluk Keyla. " kenapa kau masih disini..? mana dokter nya?" ujar Dimitri dengan wajah yang khawatir menengok kanan dan kiri mencari dokter.
Nyonya besar dan juga Alex yang mendengar Dimitri berbicara, saling menatap tak mengerti arah pembicaraan Dimitri.
" Tentu saja aku disini karena menunggu kakak ipar" ujar Keyla.
" Menunggu Nayra...? untuk apa menunggu nya.kau kan mau melahiran? Ayo kita cari dokter nya" ujar Dimitri menggandeng tangan Keyla.
" Maaf tuan, yang akan melahirkan itu nyonya Nayra bukan nyonya Keyla" ujar Jimy dengan wajah datar nya. sementara nyonya besar hanya menepuk jidat nya.
" Aku sudah mempunyai anak yang polos dan entah mengapa semenjak hamil menjadi anak yang bodoh. dan sekarang di tambah menantu ku yang bodoh, mau jadi apa keluarga ku ini" ujar nyonya besar menggeleng gelengkan kepalanya.
__ADS_1
" Tapi tadi Keyla bilang sedang ada di ruang persalinan" ujar Dimitri dengan binggung.
" Kak dimitri aku itu memang sedang ada di ruang persalinan, karena sedang menunggu kakak ipar ku" ujar Keyla yang tertawa melihat suami nya yang terlihat cemas.
" Kenapa di telepon kau tidak bilang kalau yang melahirkan itu Nayra" ujar dimitri yang langsung terduduk dengan lemas karena sejak tadi dirinya berlari dengan sangat cepat. Jimy yang melihat Dimitri terduduk hanya bisa tertawa kecil.
" Kau yang langsung menutup ponsel nya sebelum aku menerangkan nya" ujar Keyla yang masih tertawa.
" Kau ini" Dimitri menatap Keyla dengan wajah kesal nya.
" Bu perut ku sakit lagi" ujar Keyla dengan meringis.
" Key jangan bikin kesal ibu lagi" ujar nyonya besar tanpa melihat Keyla. karena dirinya sedang menatap ke arah ruang persalinan.
" Kak Dimitri perut ku sakit" ujar Keyla dengan tangan yang menahan perut nya.
__ADS_1
" Sayang, sudahlah jangan membuat ku khawatir lagi" ujar Dimitri menatap ke arah Keyla yang masih berdiri dan memalingkan wajah nya kembali menatap pada langit langit ruangan.
" Aku tidak bohong perut ku sakit " ujar Keyla dengan menangis kencang, membuat Dimitri nyonya besar dan juga Jimy menatap ke arah Keyla yang sedang kesakitan.
" Key, kau kenapa...?" tanya dimitri yang mulai cemas melihat wajah Keyla yang menangis.
" Perut ku sakit..." ujar Keyla
" Oh tuhan Jangan bilang kau akan melahirkan Key" ujar nyonya besar dengan wajah binggung nya.
" Sakit bu" ujar Keyla kembali.
" Jimy cepat masuk dan panggil Dokter Ricardo...!" perintah nyonya besar.
" Tapi nyonya-----" Jimy ragu ragu untuk masuk ke dalam ruang persalinan.
__ADS_1
" Jangan tapi tapi cepatlah...!" teriak nyonya besar. dan mau tidak mau Jimy langsung masuk ke ruang persalinan nyonya Nayra.