
Novi dan Jimy saling berpandangan satu sama lainnya, sama sama binggung dengan yang dikatakan tuan Kenzo.
"Kalian lihatlah ini" Kenzo mengeluarkan ponselnya dan menyalakan rekaman saat Jimy menangis di ruang igd,menangisi mayat yang dikiranya Novi.
Setelah selesai melihat dan mendengar penyataan cinta Jimy, Novi langsung tersenyum pada suaminya itu. "So sweet" ujar Novi membuat Jimy salah tingkah dan menatap tajam pada tuannya.
"Satu sama, kita impas!" ucap Kenzo merangkul pundak Nayra yang tertawa kecil melihat tingkah Jimy dan Novi.
"Jim, aku kira kau itu tidak mencintaiku?" ujar Novi. "Tapi ternyata, kau sangat sangat mencintaiku" ucap Novi kembali dengan rasa percaya diri yang tinggi.
"Jim, ayo katakan sesuatu pada Novi" goda Nayra, semakin membuat Jimy salah tingkah.
"Tapi Jim, kenapa pernyataan kehilanganmu itu seperti kehilangan pembantu. bukan kehilangan seorang istri" tanya Novi dengan mengerutkan keningnya.
"Karena tidak ada sosok istri yang aku rindukan di dirimu" ucap Jimy dengan asal membuat Novi memukul lengan Jimy dengan keras.
mereka berempat pun tertawa dengan sangat keras, tawa lepas yang tidak pernah mereka rasakan secara bersamaan.
Satu minggu kemudian.
"Jim, kenapa kau tidak mencari Ana lagi?" tanya Novi yang sudah pulang dari Rumah Sakit Empat hari yang lalu.
"Jangan membahas Ana lagi" jawab Jimy.
__ADS_1
"Jim, aku tahu kau mencari Ana karena ada masa lalu yang belum kau selesaikan." Novi menatap suaminya yang sedang duduk memegang Laptop.
"Aku tidak keberatan kau mencari Ana, karena aku tahu sesuatu yang belum terselesaikan akan terus mengusik dihatimu"
Jimy yang mendengar perkataan Novi, menghentikan kegiatannya dan kini menatap Novi dengan sangat intens. didalam hatinya yang terdalam Jimy mengiyakan semua perkataan Novi. memang masa lalu nya bersama Ana masih menggantung setelah Jimy tahu Ana meninggalkannya karena penyakit yang dideritanya. ada sebuah perasaan bersalah didalam hatinya, yang tidak bisa menemani mantan kekasihnya itu disaat saat terberat dalam hidup Ana.
"Benar kau tidak keberatan?" tanya Jimy masih menatap intens Novi.
"Tentu saja aku tidak keberatan, asal kau berjanji satu hal padaku" pinta Novi.
"Apa yang kau inginkan?" tanya Jimy.
"Asal kau mengajakku bersamamu, aku tidak mau ditinggal sendirian seperti kemarin. aku ingin bersamamu mencari Ana bersama sama" ucap Novi tersenyum manis pada Jimy, membuat Jimy kembali merasa bersalah karena selama ini sudah menyianyiakan wanita sebaik Novi.
"Baiklah aku janji" ucap Jimy menyentuh pipi Novi.
"Apa kau masih sakit?" tanya Jimy.
"Tidak" jawab Novi. "Lihatlah, semua lukanya sudah mengelupas. tinggal menghilangkan bekasnya saja"
"Baguslah, berarti aku sudah boleh meminta hak ku" ujar Jimy menutup laptopnya dan mendekati Novi.
"Hak, apa?" tanya Novi dengan gemetar. karena kini Jimy duduk sangat dekat dan menatap wajahnya.
__ADS_1
"Apa kau lupa, semenjak menikah. aku belum meminta hak ku, sedangkan kewajibanku sudah kuberikan" bisik Jimy di telinga Novi, membuat Novi semakin gemetar.
"Itu..." Jimy yang tidak menunggu jawaban dari Novi langsung menggedong Novi ala ala pengantin baru memasuki kamarnya.
Dibaringkannya Novi dengan perlahan, Jimy mengecup bibir Novi dengan lembut dan mulai menyentuh tubuh Novi dengan penuh kehangatan.
Novi pun hanya diam menerima semua sentuhan dari suaminya, karena inilah yang sejak dari dulu dinantikan oleh Novi, menyerahkan kehormatannya pada suami yang dicintainya.
Dengan perlahan namun pasti Jimy dan Novi pun melakukan malam pertama mereka yang sudah tertunda cukup lama, bahkan berbulan bulan lamanya. bagi Jimy, semua ini adalah sebuah langkah besar dihidupnya.
Jimy sudah siap melangkahkan kakinya ke masa depan bersama Novi wanita yang dicintainya saat ini dan untuk selamanya. sedangkan masa lalu nya, akan ia kubur dalam dalam setelah dirinya bertemu dengan Ana dan menyelesaikan sesuatu yang masih menggantung di masa lalunya.
Tujuh bulan kemudian
"Dafa kembalikan mainan Dila" ujar Nayra dengan suara tegasnya, pada putra semata wayangnya yang sudah merebut mainan Dila hingga membuat Dila menangis.
"Menantuku, kau itu tidak boleh memarahi Dafa. biarkan saja Dafa berbuat apa yang diinginkannya" Nyonya besar tidak terima jika cucu kesayangannya di marahi oleh menantunya.
"Tapi Bu, Dafa jangan dibiasakan dimanja. aku takut jika besar nanti dia akan bersifat arrogant dan tidak mau kalah dan mengalah pada orang lain" ucap Nayra pada mertuanya.
"Aku tidak memanjakannya, aku hanya ingin Dafa selalu mendapatkan yang diinginkannya" ucap nyonya besar menggendong Dafa, dan membawanya pergi meninggalkan Nayra dan Dila yang masih menangis di pelukan Nayra.
"Dila sayang jangan nangis ya" ujar Nayra mencoba menenangkan Dila yang usianya kini sudah satu tahun.
__ADS_1
Nayra merasa sangat kasihan pada Dila, karena nyonya besar selalu lebih menyayangi Dafa hanya karena Dafa cucu laki laki satu satunya penerus keluarga Arbeto. Keyla yang sedang hamil besar dan sekarang sedang menunggu hari h nya, tidak sempat memperhatikan Dila. hanya Dimitri yang selalu menjaga Dila dengan sangat protektif.
Dimitri menjaga Dila layaknya menjaga sebongkah berlian, yang tidak boleh disentuh oleh siapa pun kecuali oleh keluarga sendiri. dan Nayra sangat senang, setidaknya Dila mendapatkan kasih sayang yang cukup bahkan terbilang sangat berlebihan dari Daddy nya.