
"Kapan kalian berangkat ke Paris?" tanya Mom Jenita pada Jimy dan Novi.
"Secepatnya," jawab Jimy.
"Tidak boleh... ! masa baru selesai melahirkan, Novi langsung di bawa ke Paris? ujar Ibu Nani menyela pembicaraan menantu dan besannya.
"Bu," ujar Novi menatap Ibunya karena merasa tidak enak pada mertuanya.
"Tidak bisa begitu Nak, Ibu itu ingin membesarkan cucu bule kesayangan Ibu." ujar Ibu Nani menggendong Baby Leo.
"Bu, kami sudah terlalu lama tinggal disini. perusahaan yang di Paris sudah lama tidak aku pegang," ujar Jimy menatap pada Ibu mertuanya.
"Kalau begitu kalian saja yang pulang ke Paris, biar Ibu yang menjaga Baby Leo." ucap Ibu Nani.
"Masa Ibu tega memisahkan aku dengan putraku," gerutu Novi dengan mengerucutkan bibirnya.
"Kalau kau tidak mau pisah dengan putramu, maka kau tinggalah di sini bersama kami. biar Jimy pulang ke Paris!" tutur Ibu Nani membuat Jimy tersulut emosi.
__ADS_1
"Aku tidak akan meninggalkan Novi dan putraku!" ujar Jimy dengan suara yang tegas, membuat yang ada di ruangan termasuk Novi langsung terdiam.
"Jim," ujar Novi merasa tidak suka jika Jimy bersikap keras pada Ibunya. Jimy yang melihat wajah Novi memelas langsung menghela nafasnya dengan sangat berat.
"Ibu ingin apa? nanti aku belikan asal Ibu mengijinkan Novi dan putraku kembali ke Paris." ucap Jimy dengan suara halus.
"Ibu tidak ingin apa-apa, Ibu hanya ingin cucu Ibu di besarkan disini." ujar Ibu Nani dengan keras hati.
"Kenapa Ibu jadi bersikap egois? kasihan anak kita kalau Ibu bersikap egois seperti itu!" seru Bapak Anto.
"Tapi Pak," lirih Ibu Nani menatap suaminya lalu bergantian menatap Novi dan Jimy.
"Baiklah kalian boleh pergi... ! tapi ada syaratnya." ucap Ibu Nani.
"Apa bu?" tanya Novi.
"Kalian harus tinggal di rumah Ibu sebelum kalian berangkat ke Paris." ujar Ibu Nani tersenyum penuh arti.
__ADS_1
"Oke, No!" ucap Novi dan Jimy secara bersamaan.
"Oke sayang," ujar Novi menatap tajam pada Jimy dengan memberikan kode keras.
"Baiklah," ujar Jimy dengan menghela nafasnya.
Ibu Nani yang mendengar perkataan Jimy langsung merasa bahagia. anak, menantu, dan cucu bulenya akan tinggal di rumahnya. Ibu Nani sudah tidak sabar untuk memamerkan Baby Leo yang sangat tampan dengan wajah bulenya. Ibu Nani merasa yakin pasti para tetangganya itu akan merasa iri padanya karena mempunyai menantu dan cucu bule yang tampan.
"Jim, tua suocera รจ pazza (Jim, Ibu mertuamu itu gila)" ujar Dad Richard membuat Jimy tersenyum kecil.
"Ayah mu bilang apa?" tanya Ibu Nani penasaran.
"Dad ku bilang, Ibu mertua ku ini sangatlah baik dan bijaksana." ucap Jimy membuat Mom Jenita dan Dad Richard tertawa kecil.
"Tentu saja aku ini baik dan bijaksana," ujar Ibu Nani dengan penuh percaya diri.
Novi yang melihat Jimy dan keluarganya tersenyum kecil merasa ada yang salah dengan arti yang dikatakan oleh Jimy, Namun Novi hanya diam saja karena memang dirinya sendiri pun tidak mengerti dengan bahasa asing. dirinya bertekad untuk mempelajari bahasa asing secepat mungkin agar tidak di kerjai oleh Jimy.
__ADS_1
Saat semua orang di ruang rawat itu sedang mengobrol santai, mereka dikejutkan dengan kedatangan Tuan Kenzo dan juga Nayra bersama Dimitri dan juga Keyla.
Melihat kedatangan keluarga Arbeto dan Mateo membuat kedua orang tua Novi dan Jimy langsung keluar dari ruangan, mereka memberikan ruang kepada sahabat anak mereka untuk bisa berbicara secara santai.